Pelajar SMA di Jawa Barat membuat aplikasi berbasis AI.(PJI)
Lebih dari 2.600 siswa dan guru dari 21 Sekolah Menengah Atas di Jawa Barat mencatat sejarah baru setelah berhasil memecahkan rekor dunia Guiness World Records untuk kategori Most Applications Made in an On-site Generative AI Event. Dalam kegiatan tersebut, para peserta berhasil menciptakan 10.821 aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) secara langsung, menjadikannya kegiatan edukasi AI terbesar yang pernah diadakan di dunia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Amazon, Prestasi Junior Indonesia, AIkademi Foundation, dan Yayasan Sagasitas Indonesia.
Melalui kegiatan ini, siswa dan guru tidak hanya belajar tentang teknologi Generative AI (Gen AI), tetapi juga berlatih menggunakannya untuk menciptakan solusi nyata di berbagai bidang, mulai dari asisten manajemen proyek, pemantau jejak karbon pribadi, hingga aplikasi pembelajaran interaktif. Proses pembuatan aplikasi dilakukan di sekolah-sekolah serta di Think Big Space SMKN 1 Karawang, tempat para siswa mempresentasikan ide dan konsep yang telah mereka rancang sebelumnya. Para guru berperan mendampingi dan mengarahkan peserta agar dapat menerapkan teknologi AI generatif secara etis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui inisiatif ini, Amazon Web Services (AWS) menegaskan komitmennya mendukung transformasi digital di Indonesia, terutama dalam pengembangan keterampilan komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI). Sejak 2017, AWS telah memberikan pelatihan cloud kepada lebih dari satu juta masyarakat Indonesia, dan kini memperluas fokus ke ranah AI edukatif.
Dengan menyediakan platform AI yang mudah diakses, Amazon mendorong siswa dan guru untuk berinovasi bahkan tanpa latar belakang pemrograman yang kompleks. Langkah ini juga memperkenalkan peluang karier baru di bidang teknologi, sejalan dengan visi pemerintah menuju transformasi digital nasional.
Kegiatan ini bukan hanya ajang pemecahan rekor, tetapi juga menjadi ruang belajar kolaboratif antara siswa, guru, dan relawan teknologi. Prosesnya diawasi langsung oleh juri Guiness World Records, yang memastikan seluruh aplikasi yang dihasilkan berfungsi dan unik satu sama lain.
Dukungan untuk Talenta Digital
Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi atas keberhasilan ini. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut kegiatan ini sebagai bukti kesiapan generasi muda menghadapi masa depan digital.
“Dalam satu hari, ribuan aplikasi AI lahir dari tangan siswa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta inovasi. Dengan pembekalan yang tepat, generasi muda mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Pihak Guiness World Records juga mengakui keberhasilan ini sebagai tonggak penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Menurut Aynee Toorabally, juri resmi yang hadir, kegiatan ini membuktikan pentingnya pelatihan teknologi di sekolah untuk membentuk talenta masa depan.
Kepala SMKN 1 Karawang, Diah Gustanti, menambahkan bahwa pembelajaran AI di sekolah memberikan dampak besar terhadap cara siswa berpikir dan berinovasi.
“Anak-anak belajar tidak hanya menggunakan teknologi, tapi memahami bagaimana teknologi bekerja untuk menyelesaikan masalah nyata. Ini pengalaman berharga yang akan mereka bawa ke masa depan,” ujarnya. (E-3)
















































