HP Terpaksa Gaet Pemasok Memori China karena Krisis DRAM Global

7 hours ago 2

Selular.ID – HP dilaporkan membuka pilihan baru dalam rantai pasok memori DRAM dengan mempertimbangkan pemasok dari China, menyusul kekurangan pasokan yang makin parah dari pemasok tradisional seperti Samsung, SK hynix, dan Micron.

Perubahan strategi ini muncul di tengah lonjakan permintaan DRAM (Dynamic Random-Access Memory), komponen penting untuk PC dan perangkat komputasi yang kini semakin tertekan oleh permintaan sektor AI.

Menurut informasi yang dirangkum dari laporan analyst note Bank of America (BofA) yang dikutip oleh analis Tae Kim, manajemen HP tengah memproses qualifying atau evaluasi pemasok memori baru dari China untuk memperkuat rantai pasoknya.

Langkah ini menjadi respons terhadap situasi di mana pasokan dari pemasok besar semakin terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan produksi.

Dalam catatan yang sama, HP disebutkan kemungkinan akan mulai menggunakan modul memori dari perusahaan China, terutama ChangXin Memory Technologies (CXMT), untuk beberapa produk yang akan dikirim ke pasar Asia dan Eropa.

Kendati belum ada pengumuman resmi dari HP, langkah ini menunjukkan diversifikasi pemasok yang tidak lazim di industri PC besar.

Permasalahan yang dihadapi HP bukan sekadar kekosongan stok, tetapi juga dinamika pasokan global yang berubah drastis.

Produksi DRAM yang sebelumnya berada di tangan beberapa raksasa industri kini lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan High Bandwidth Memory (HBM).

Jenis memori ini banyak dipakai di pusat data dan akselerator AI, sehingga kapasitas untuk DRAM standar yang digunakan di PC konsumen menyusut.

DRAM sendiri merupakan komponen memori utama yang menyimpan data aktif sementara suatu perangkat bekerja.

Fluktuasi pasokan dan harga komponen ini sudah berdampak besar pada industri teknologi global, termasuk lonjakan harga dan potensi penundaan peluncuran produk.

CXMT, sebagai pemasok yang tengah dipertimbangkan oleh HP, diketahui sedang membangun kapasitas produksinya.

Diperkirakan perusahaan ini dapat memproses hingga sekitar 300.000 wafer DRAM per bulan pada 2026, meski angka itu masih lebih rendah dibandingkan produsen besar lain.

Fokus utamanya adalah pada modul DDR5, tipe memori generasi baru yang banyak digunakan untuk PC dan perangkat mutakhir.

Perlu dicatat bahwa langkah HP ini bukan tanpa tantangan. Pemerintah Amerika Serikat menerapkan sejumlah aturan ekspor dan pembatasan teknologi yang membatasi penggunaan semikonduktor tertentu dari pemasok China, terutama untuk keperluan militer atau pemerintahan AS.

Namun untuk produk konsumen, seperti laptop dan PC biasa, pembatasan ini tidak seketat itu sehingga masih memungkinkan HP mengeksplorasi pemasok dari China seperti CXMT.

Situasi ini menjadi bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap industri memori global.

Kenaikan permintaan dari segmen AI dan pusat data menciptakan apa yang disebut sebagai memory supercycle, di mana harga komoditas seperti DRAM meningkat tajam.

Lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan telah membuat beberapa perusahaan PC besar harus memikirkan ulang strategi pengadaan mereka.

Di masa lalu, rantai pasok DRAM global relatif stabil dengan dominasi segelintir pemain besar.

Namun, dengan meningkatnya permintaan AI dan teknologi edge computing, serta keputusan perusahaan besar memfokuskan kapasitas produksi mereka pada segmen server dan high-end, pasar DRAM standar kini mengalami tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Beberapa produsen bahkan mulai memilih pelanggan tertentu untuk menerima pasokan lebih dulu, sementara yang lain harus bersaing ketat hanya untuk mendapatkan jatah memori untuk produksinya.

Kondisi ini mendorong perusahaan seperti HP mencari alternatif yang sebelumnya dianggap kurang konvensional di pasar global.

Upaya HP mengevaluasi pemasok baru seperti CXMT juga mencerminkan dinamika geopolitik yang memengaruhi teknologi.

Di satu sisi, perusahaan ingin memastikan stabilitas pasokan guna mempertahankan kontinuitas produksi dan harga yang kompetitif.

Di sisi lain, penggunaan pemasok dari China bisa membuka perdebatan baru mengenai standar kualitas, kepatuhan terhadap aturan internasional, dan persepsi pasar terhadap produk akhir.

Dampak langsung langkah ini terhadap konsumen belum sepenuhnya jelas. Jika HP berhasil menjaga kualitas dan kestabilan pasokan melalui pemasok baru, hal itu bisa membantu meredam tekanan biaya pada perangkat PC mereka.

Namun proses adaptasi dan qualification pemasok baru seperti CXMT kemungkinan tetap memerlukan waktu dan pengujian ketat.

Ke depan, strategi HP ini bisa menjadi indikator perubahan yang lebih luas di industri teknologi global, di mana perusahaan harus semakin fleksibel dalam memilih sumber komponen, termasuk dari negara yang sebelumnya kurang dimanfaatkan untuk produk utama mereka.

Baca juga : Samsung Tetap Pertahankan Harga Galaxy S26 Series Ditengah Kabar DRAM Langka

Read Entire Article
Global Food