Hacker Bobol Pornhub, Curi Data Para Pelanggan Premium

1 day ago 11

Selular.id – Kelompok peretas (hacker) ShinyHunters mengeklaim pada 16 Desember 2025 lalu, mereka sudah mencuri data milik pelanggan premium dari situs porno Pornhub. Grup hacker tersebut pun mengancam bakal mempublikasikannya.

Para peretas juga memberikan sampel data yang sebagian bisa diverifikasi oleh Reuters. Namun kantor berita tersebut tak dapat secepatnya memastikan cakupan, skala, atau detil pelanggaran itu.

Meski demikian, setidaknya tiga eks pelanggan Pornhubdua pria di Kanada dan satu pria di Amerika Serikat (AS)—mengonfirmasi bahwa data yang berkaitan dengan mereka adalah asli, meskipun sudah beberapa tahun lalu. Mereka berbicara dengan syarat anonimitas, mengingat sensitivitas masalah tersebut.

“Kami menuntut pembayaran tebusan dalam Bitcoin untuk mencegah publikasi data (Pornhub) dan menghapus data tersebut,” kata ShinyHunters kepada Reuters dalam obrolan daring, melansir Reuters, Kamis (8/1/2026).

Di sisi lain, Pornhub dan pemilik perusahaannya, Ethical Capital Partners yang berbasis di Ottawa, Kanada, tak segera mengklarifikasi.

Sebelumnya, berita soal pelanggaran tersebut sudah dilaporkan oleh situs berita keamanan siber Bleeping Computer.

Baca juga:

Pornhub, yang mengeklaim lebih dari 100 juta kunjungan harian dan 36 miliar kunjungan per tahun salah satu penyedia konten dewasa terpopuler di web, khususnya dalam bentuk video.

Sementara itu, ShinyHunters membagikan data yang menurut mereka berasal dari 14 pengguna layanan premium Pornhub, yang menawarkan video definisi tinggi, tontonan tanpa iklan, dan realitas virtual.

Reuters mengeklaim berhasil mencocokkan secara detil 6 orang dalam data ShinyHunters, dengan informasi yang dibocorkan secara daring (online) selama pelanggaran data sebelumnya dan disimpan oleh perusahaan intelijen dark web District 4 Labs.

Tiga dari orang yang terdampak tersebut mengonfirmasi kepada Reuters bahwa mereka pernah berlangganan layanan premium Pornhub.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 12 Desember 2025, Pornhub mengungkapkan apa yang mereka sebut sebagai insiden keamanan siber, yang melibatkan penyedia analitik data pihak ketiga, Mixpanel.

Pornhub mengeklaim insiden itu terjadi di lingkungan Mixpanel dan melibatkan serangkaian peristiwa analitik terbatas untuk beberapa pengguna.

Sedangkan Mixpanel mengungkapkan, terdapat sebuah insiden keamanan siber pada 27 November 2025 lalu.

Perusahaan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mengetahui pernyataan Pornhub, tetapi tak menemukan indikasi data ini dicuri dari insiden keamanan November 2025 mereka atau dari sumber lain.

Terkait Insiden Mixpanel

Mixpanel mengeklaim data Pornhub yang tersimpan di perusahaan mereka terakhir kali diakses oleh akun karyawan yang sah di perusahaan induk Pornhub pada 2023.

“Jika data ini berada di tangan pihak yang tidak berwenang, kami tidak percaya bahwa itu adalah akibat dari insiden keamanan di Mixpanel,” kata Mixpanel.

Di samping itu, ShinyHunters mengatakan bahwa data tersebut terkait dengan insiden Mixpanel.

Namun perusahaan tersebut membantah klaim ShinyHunters, dengan menyebut mereka sudah melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden November 2025 dengan pakar keamanan siber eksternal dan telah memberi tahu semua klien yang terkena dampak.

“Kami yakin Pornhub bukan salah satu klien tersebut dan data ini tidak terkait dengan insiden November,” ujar juru bicara perusahaan dalam sebuah surat elektronik.

Sebagai informasi, ShinyHunters merupakan kelompok peretas yang dinilai mapan dan berkaitan dengan serangkaian peretasan dan upaya pemerasan tingkat tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Di antaranya terkait data pelanggan Salesforce dan sejumlah ritel mewah di Inggris.

Read Entire Article
Global Food