6 Mitos Pacaran yang Viral di Media Sosial, Jangan Mudah Percaya

17 hours ago 4

Ilustrasi Pasangan Jatuh Cinta 6 Mitos Pacaran yang Viral di Media Sosial, Jangan Mudah Percaya/Foto: Shutterstock/

Jakarta, Insertlive -

Hubungan percintaan sering kali diwarnai berbagai mitos yang berakar dari cerita atau pengalaman orang lain. Mitos yang beredar pun beragam, mulai dari keyakinan tentang jodoh hingga hal-hal yang dianggap menjadi biang kerok masalah dalam hubungan.

Meski tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, mitos-mitos tersebut tetap menjadi keyakinan tersendiri bagi banyak orang.

Buat Insertizen yang penasaran, berikut ini daftar mitos pacaran yang viral di media sosial.


Wajah yang Mirip Artinya Jodoh

Katanya, kalau punya wajah mirip dengan seseorang artinya jodoh. Nyatanya, tidak ada dasar ilmiah kuat yang mengaitkan antara jodoh dan kemiripan wajah. Bisa jadi, itu hanya suatu kebetulan.

Namun, ada juga yang bilang saat kita sering menghabiskan waktu dengan pacar, figur wajah kita lama-kelamaan bisa menyerupai pasangan kita. Itulah yang bikin orang-orang berasumsi kalau punya wajah kembar berarti jodoh. Meski begitu, kedua hal tersebut hanya sebatas mitos.

Umbar Kemesraan di Sosial Media Bikin Gampang Putus

Pernah dengar mitos yang satu ini? Meski belum ada alasan yang logis, sejumlah orang mengaku pernah mengalaminya. Jika ditelaah lebih jauh, sebenarnya alasan keretakan hubungan tersebut bisa saja berasal dari komentar orang lain.


Setiap pasangan tentunya ingin mengabadikan momen kemesraan mereka di media sosial. Sayangnya, tak semua respons yang diterima sesuai dengan yang diharapkan. Terkadang, ada saja pengguna yang meninggalkan komentar negatif atau candaan tidak enak tentang hubungan kita. Tak jarang, komentar tersebut justru membuat overthinking hingga memicu konflik dengan pasangan.

Rawan Putus Setelah 5 Bulan Pacaran

Sejumlah pasangan mengaku hubungan mereka kandas setelah memasuki bulan kelima gegara sifat asli sang pacar mulai keluar. Sampai-sampai, mitos ini disebut sebagai 'kutukan 5 bulan'.

Kalau dipikir secara logis, setiap pasangan tentunya akan saling terbuka satu sama lain seiring berjalannya waktu. Makin lama masa pacarannya, makin dalam kita mengenal sang pacar. Pastinya, ada beberapa sifat yang dirasa bertentangan dengan diri kita sehingga menimbulkan gesekan.

Mengunjungi Tempat Tertentu Bisa Jadi Penyebab Putus

Beberapa tempat dipercaya dapat memberi kutukan jika dikunjungi bersama pasangan. Biasanya, tempat yang dimaksud adalah tempat-tempat wisata atau bersejarah. Padahal, tidak ada faktor ilmiah yang mendasari hal tersebut.

Tempat bersejarah umumnya menyimpan legenda tersendiri. Ada beberapa legenda yang berkaitan dengan pasangan hingga menciptakan mitos tertentu. Namun, mitos itu biasanya hanya sebatas kepercayaan setempat untuk memperkuat legenda di tempat tersebut.

Ngasih Parfum Ke Pasangan Bisa Merusak Hubungan

Ada beberapa barang yang dinilai bisa merusak hubungan, salah satunya parfum. Sebenarnya, bukan parfum yang menjadi perusak hubungan, tetapi pemaknaan orang-orang terhadap benda tersebut.

Parfum identik dengan aroma tubuh. Memberi parfum ke pasangan dapat diartikan seolah kita memberi sinyal bahwa pacar kita beraroma tidak sedap.

Ngasih Cincin saat Masih Pacaran Bikin Gak Langgeng

Selain parfum, cincin juga disebut bikin pacaran tidak bertahan lama. Meski melambangkan ikatan yang serius, beberapa orang tidak menyarankan memberi cincin kalau masih berstatus pacaran.

Alasannya, tindakan tersebut bisa dianggap sebagai tindakan yang terburu-buru untuk mengajak sang pacar ke jenjang yang lebih serius. Di samping anggapan tersebut, ada juga beberapa pasangan yang justru makin mesra setelah diberi cincin. Jadi, anggapan tersebut hanya sebatas mitos belaka.

(Astrid Riyani Atmaja/dis)


ARTIKEL TERKAIT


snap logo

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.

LEBIH LANJUT

Loading Loading

BACA JUGA

detikNetwork

Read Entire Article
Global Food