XLSmart Kejar Habis-habisan Modernisasi Menara, Hadapi Ledakan AI Agent

14 hours ago 6

Selular.ID – Kesiapan jaringan berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah menjadi kebutuhan mendesak seiring masuknya industri telekomunikasi ke era agentic AI, di mana setiap pengguna diproyeksikan memanfaatkan beberapa agen kecerdasan buatan (AI agent) sekaligus untuk aktivitas sehari-hari.

Hal tersebut diungkapkan Shurish Subbramaniam, Direktur & Chief Technology Officer (CTO) XL Smart
Menurut Shurish, tren konsumsi data terus meningkat sejak era aplikasi berbasis smartphone, termasuk platform video pendek seperti TikTok yang mendorong pola konsumsi berulang oleh pengguna.

Tren tersebut kini berlanjut ke fase baru dengan kehadiran AI agent yang bekerja secara otonom untuk mengurus berbagai keperluan penggunanya, mulai dari memeriksa surel hingga menangani panggilan telepon.

“Setiap orang minimal punya 3 sampai 5 agent AI yang bekerja untuknya. Agar agent-agent ini bisa terus bekerja, mereka harus selalu terkoneksi ke jaringan. Kalau koneksinya terputus-putus, agent tidak bisa menjawab pertanyaan penggunanya dengan baik,” ujar Shurish, dalam Bincang Eksekutif kepada Selular baru-baru ini di Jakarta.

Jaringan Tak Lagi Hanya Melayani Manusia
Shurish menjelaskan, pergeseran ini membuat fungsi jaringan telekomunikasi tidak lagi terbatas melayani manusia secara langsung, melainkan juga melayani AI agent yang bekerja di belakang layar.

Ia mencontohkan kondisi di China, tempat AI agent disebutnya telah menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan berkat dukungan jaringan berkecepatan tinggi.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu ilustrasi penerapan konektivitas untuk mendukung kehidupan sehari-hari, kata Shurish, adalah kehadiran mainan pintar (smart toy) yang terhubung ke jaringan.

Perangkat ini memungkinkan interaksi suara antara orang tua dan anak meski keduanya terpisah jarak, termasuk memungkinkan orang tua memantau aktivitas anak, seperti waktu makan, secara langsung melalui koneksi jaringan.

Basis pelanggan XL Smart saat ini berkisar 69 juta pelanggan. Shurish memperkirakan jumlah perangkat dan agent yang perlu didukung jaringan akan bertambah signifikan ke depan, seiring pergeseran dari satu atau dua perangkat per pengguna menjadi jauh lebih banyak entitas yang saling terhubung.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, XL Smart tengah menyambungkan seluruh menara telekomunikasi (tower) ke jaringan serat optik atau fiber.

Shurish menyebut investasi fiberisasi ini sebagai langkah strategis karena infrastruktur fiber pada dasarnya tidak memiliki batasan kapasitas kecepatan, sehingga menjadi fondasi bagi kesiapan jaringan generasi berikutnya.

Dari sisi monetisasi, Shurish mengatakan peluang pendapatan operator ke depan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan kuota data, baik untuk segmen rumah tangga (home) maupun korporasi (enterprise).

Pada segmen home, ia mencontohkan kebutuhan konektivitas terintegrasi untuk perangkat rumah pintar, televisi pintar, hingga layanan berbasis cloud, termasuk sistem yang dapat mendeteksi kepulangan pemilik rumah untuk menyalakan lampu secara otomatis.

Pada segmen enterprise, Shurish menyoroti sektor pertambangan sebagai salah satu contoh penerapan teknologi jaringan untuk mendukung keselamatan kerja dan produktivitas, termasuk pengoperasian truk tambang otonom tanpa pengemudi guna menekan risiko kecelakaan.

Penerapan ini, menurut dia, membutuhkan jaringan dengan latensi rendah, kecepatan tinggi, serta konektivitas ganda tanpa mengandalkan Wi-Fi maupun kabel, sebagaimana didemonstrasikan XL Smart untuk kebutuhan smart mining.

Baca Juga:XLSmart Dedikasikan Spektrum Pasca-Merger Guna Dorong Kualitas Jaringan 5G

Dalam kesempatan itu, XL Smart menunjukkan kesiapan membantu perusahaan di berbagai sektor untuk mendigitalisasi operasional bisnis maupun kehidupan digital karyawannya, sesuai kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan.

Read Entire Article
Global Food