Meta Cabut Fitur AI Instagram Usai Tuai Kritik

7 hours ago 4

Selular.ID – Meta Platforms resmi menghentikan fitur kecerdasan buatan (AI) di Instagram yang memungkinkan pengguna membuat atau memodifikasi gambar dengan memanfaatkan foto dari akun Instagram publik.

Keputusan yang diumumkan pada 10 Juli 2026 itu diambil hanya beberapa hari setelah fitur tersebut diluncurkan, menyusul gelombang kritik terkait privasi, persetujuan pengguna, dan potensi penyalahgunaan teknologi AI generatif.

Fitur tersebut merupakan bagian dari Muse Image, model pembuat gambar berbasis AI yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs.

Salah satu kemampuannya memungkinkan pengguna membuat gambar baru dengan menyebut (mention) akun Instagram publik sebagai referensi visual.

Namun, mekanisme tersebut memicu kekhawatiran karena pemilik akun yang fotonya digunakan tidak menerima pemberitahuan dan sistem menggunakan pendekatan opt-out, yakni pengguna harus menonaktifkan izin secara manual apabila tidak ingin kontennya dijadikan referensi AI.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pernyataan resminya, Meta mengakui bahwa implementasi fitur tersebut tidak memenuhi ekspektasi pengguna.

Perusahaan menyatakan tujuan awalnya adalah menghadirkan alat kreatif yang tetap memberikan kendali kepada pemilik konten publik, tetapi masukan dari komunitas menunjukkan pendekatan tersebut tidak diterima dengan baik.

“Kami mendengar masukan bahwa fitur ini tidak memenuhi harapan, sehingga fitur tersebut tidak lagi tersedia,” tulis Meta dalam pembaruan pengumuman produk resminya.

Kontroversi bermula tidak lama setelah Muse Image diperkenalkan pada awal pekan lalu.

Selain dapat menghasilkan gambar berdasarkan perintah teks, layanan tersebut menawarkan kemampuan menggunakan unggahan dari akun Instagram publik sebagai acuan visual hanya dengan menambahkan tanda @ pada nama akun yang diinginkan.

Fitur tersebut segera memicu perdebatan mengenai perlindungan hak atas gambar dan persetujuan pengguna.

Sejumlah pihak menilai mekanisme tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk membuat manipulasi visual terhadap individu tanpa izin, termasuk pembuatan gambar yang menyerupai seseorang menggunakan teknologi AI generatif.

Kekhawatiran itu semakin besar karena tidak tersedia sistem notifikasi kepada pemilik akun ketika kontennya dijadikan referensi.

Reaksi keras juga datang dari sejumlah organisasi industri kreatif di Amerika Serikat.

Serikat aktor SAG-AFTRA menilai pendekatan opt-out tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap risiko replika digital tanpa persetujuan.

Sementara itu, agensi bakat Creative Artists Agency (CAA) turut menyampaikan keberatan atas potensi penyalahgunaan foto publik milik klien mereka dalam konten berbasis AI.

Meta tidak mengumumkan apakah fitur serupa akan kembali diluncurkan dengan mekanisme berbeda pada masa mendatang.

Perusahaan juga belum menjelaskan apakah akan menerapkan sistem persetujuan aktif (opt-in) apabila kemampuan tersebut dikembangkan kembali.

Meski demikian, penghentian fitur ini tidak memengaruhi keseluruhan layanan Muse Image.

Pengguna Meta AI masih dapat memanfaatkan berbagai kemampuan lain untuk menghasilkan maupun mengedit gambar menggunakan perintah teks tanpa memanfaatkan foto dari akun Instagram publik sebagai referensi.

Kasus ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Meta dalam mengembangkan produk AI generatif.

Perusahaan dalam beberapa bulan terakhir mempercepat investasi di bidang AI melalui pembentukan Meta Superintelligence Labs dan peluncuran berbagai layanan baru di Facebook, Instagram, WhatsApp, serta aplikasi Meta AI.

Di sisi lain, regulator dan kelompok advokasi di berbagai negara semakin menyoroti penggunaan data publik untuk melatih maupun menjalankan layanan AI.

Isu mengenai persetujuan pengguna, transparansi, dan perlindungan identitas digital menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan regulasi teknologi AI, termasuk di Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Keputusan Meta menarik kembali fitur tersebut menunjukkan bahwa penerimaan publik menjadi faktor penting dalam peluncuran layanan AI generatif berbasis media sosial.

Bagi perusahaan teknologi, inovasi tidak hanya dituntut menghadirkan kemampuan baru, tetapi juga memastikan desain produk memperhatikan perlindungan privasi, hak atas konten, serta mekanisme persetujuan yang jelas bagi pengguna.

Baca Juga: Meta AI Restyle Hadir di Instagram Stories untuk Edit Foto dan Video

Read Entire Article
Global Food