UniPin Gandeng KONI Pusat, Berantas Pelecehan Seksual di Esports

17 hours ago 5

Selular.ID – UniPin secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dalam merumuskan pedoman pencegahan pelecehan seksual di industri olahraga nasional.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons konkret terhadap maraknya tindakan pelecehan verbal maupun fisik yang masih membayangi ekosistem kompetitif, khususnya dalam industri gaming dan olahraga elektronik (esports) di Tanah Air.

Melalui keterlibatan aktif ini, penyedia layanan hiburan digital tersebut mempertegas komitmennya untuk membangun ruang kompetisi yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk intimidasi.

Partisipasi UniPin diwujudkan melalui kehadiran perwakilan resminya dalam Forum Pencegahan Kekerasan Seksual di Industri Olahraga yang berlangsung di Kantor KONI Pusat, Jakarta.

Pertemuan lintas sektor ini dipimpin langsungJosef Adrianus Nae Soi, Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat.

Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan regulasi olahraga untuk menyepakati urgensi pembentukan aturan hukum yang tegas, mekanisme perlindungan korban yang terintegrasi, serta sanksi pidana yang mampu memberikan efek jera bagi para pelaku di lingkungan olahraga.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pihak KONI Pusat menegaskan bahwa nilai dasar olahraga harus steril dari segala tindakan yang mencederai kemanusiaan.

Josef Adrianus Nae Soi menyatakan bahwa esensi utama dari aktivitas olahraga adalah menjunjung tinggi rasa hormat, sportivitas, dan integritas.

“Fenomena kekerasan ataupun pelecehan sama sekali tidak memiliki ruang untuk tumbuh jika seluruh pelaku industri memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai murni dari sportivitas itu sendiri,”ujar Josef.

Tantangan nyata mengenai kondisi keamanan di sektor digital diuraikan oleh Debora Imanuella, SVP Community and Media Networks UniPin Global sekaligus Ketua Bidang Komunikasi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI).

Debora mengungkapkan bahwa ekosistem gaming dan esports masih menghadapi resistensi besar berupa tindakan cat calling, komentar vulgar bernuansa seksual, in-game harassment (pelecehan verbal di dalam permainan), hingga penyalahgunaan relasi kuasa.

Sektor kompetitif digital ini dituntut untuk segera berbenah dan menghentikan normalisasi terhadap perilaku toksik tersebut.

Deborah menekankan, pelecehan seksual dalam bentuk apa pun tidak boleh lagi dianggap sebagai bagian dari budaya kompetitif di industri olahraga, termasuk Gaming dan Esports,”ujar Deborah.

Industri Gaming dan Esports harus menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Tidak ada prestasi yang sebanding dengan hilangnya rasa aman seseorang.

Guna mewujudkan ekosistem yang bersih, UniPin Community sebenarnya telah menggulirkan berbagai program advokasi secara berkelanjutan sejak tahun 2021.

Salah satu langkah awalnya ditandai lewat kolaborasi bersama Riot Games Southeast Asia dalam menggelar Charity Match Kartini Day Ladies Showdown.

Agenda tersebut dirancang untuk memperluas partisipasi talenta perempuan sekaligus mengampanyekan pentingnya ruang bermain yang aman serta bebas dari diskriminasi gender.

Gerakan tersebut terus diperluas pada tahun 2022 melalui kerja sama dengan pihak MPL Indonesia lewat kampanye bertajuk Girls Can Compete.

Melalui inisiatif ini, perusahaan menggalang dana sosial untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan mengedukasi komunitas gamer agar saling menghormati di ruang digital.

Upaya perlindungan ini kemudian diperkuat secara struktural melalui penyelenggaraan UniPin Ladies Series (ULS), sebuah turnamen esports khusus perempuan yang menyediakan panggung kompetisi profesional dengan jaminan lingkungan yang suportif dan aman.

Penyusunan pedoman oleh KONI Pusat dinilai menjadi momentum krusial bagi transformasi hukum di sektor olahraga nasional.

Debora menambahkan bahwa implementasi regulasi ini tidak boleh sekadar menjadi dokumen kebijakan di atas kertas.

Baca Juga:Dukung Game RPG Terbaru UniPin Gandeng Wuthering Waves

Efektivitas aturan tersebut wajib ditopang oleh program edukasi publik yang masif, penyediaan kanal pelaporan yang valid, serta jaminan perlindungan psikologis bagi korban demi terciptanya ekosistem olahraga yang sehat dan berintegritas tinggi.

Read Entire Article
Global Food