Selular.ID – Perkembangan teknologi wearable membuat smartwatch tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penampil notifikasi, tetapi juga menjadi perangkat penting bagi pelari untuk memantau performa latihan.
Sejumlah produsen seperti Apple, Garmin, Amazfit, Samsung, dan Google kini menghadirkan jam tangan pintar dengan fitur yang dirancang khusus untuk aktivitas lari, mulai dari pelacakan GPS presisi tinggi hingga analisis biomekanik dan program latihan adaptif.
Masing-masing produsen mengembangkan pendekatan berbeda untuk memenuhi kebutuhan pelari, baik pemula maupun atlet yang tengah mempersiapkan lomba maraton.
Selain mencatat jarak, kecepatan, dan detak jantung, smartwatch generasi terbaru juga mampu mengukur metrik lanjutan seperti cadence (langkah per menit), stride length (panjang langkah), running power, hingga ground contact time atau lama kaki menyentuh permukaan saat berlari.
Perkembangan ini juga didukung integrasi dengan platform kebugaran populer seperti Strava, Runna, maupun aplikasi kesehatan milik masing-masing ekosistem.
Integrasi tersebut memungkinkan pengguna menyimpan riwayat latihan, membandingkan performa dari waktu ke waktu, hingga mengikuti program latihan yang disesuaikan dengan target pribadi.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Apple Watch Series 11 unggulkan integrasi dan analisis lari
Bagi pengguna iPhone, Apple Watch Series 11 menjadi salah satu pilihan utama berkat integrasi erat dengan ekosistem Apple dan dukungan watchOS 27.
Selain pelacakan GPS dan metrik dasar seperti kecepatan serta detak jantung, perangkat ini mampu mengukur vertical oscillation (gerakan vertikal tubuh saat berlari), stride length, running power, hingga ground contact time.
Data tersebut membantu pelari memahami efisiensi teknik berlari.
Apple Watch Series 11Apple juga menghadirkan fitur Race Route yang membandingkan performa pengguna dengan catatan sebelumnya pada rute yang sama, serta Pacer untuk membantu menjaga target kecepatan selama latihan.
Pada watchOS 27, Apple meningkatkan akurasi penghitungan jarak untuk lari indoor dan memperbarui fitur Workout Buddy yang memberikan motivasi serta informasi selama sesi latihan.
Garmin Forerunner 970 fokus pada pelari serius
Garmin selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu produsen smartwatch olahraga, dan Garmin Forerunner 970 menjadi model yang ditujukan bagi pelari dengan intensitas latihan tinggi.
Jam tangan ini menawarkan daya tahan baterai hingga sekitar 15 hari dalam penggunaan normal serta mendukung peta berwarna lengkap langsung di layar.
Garmin juga melengkapi perangkat dengan lampu LED internal untuk meningkatkan visibilitas saat berlari pada malam hari.
Dari sisi analisis performa, Forerunner 970 mendukung metrik seperti running economy, yaitu indikator efisiensi tubuh dalam mengubah energi menjadi performa lari ketika dipadukan dengan sensor detak jantung Garmin HRM 600.
Selain itu terdapat fitur running tolerance untuk membantu pengguna menghindari overtraining.
Garmin Forerunner 970 menawarkan fitur canggih untuk pelari profesionalGarmin turut menyediakan Garmin Coach, program latihan adaptif yang menyesuaikan target pengguna berdasarkan kondisi kebugaran dan perkembangan latihan.
Fitur course planner juga memungkinkan pelari membuat titik istirahat maupun checkpoint saat mengikuti lomba jarak jauh.
Amazfit Cheetah 2 Ultra dirancang untuk trail running
Bagi pelari lintas alam atau trail running, Amazfit Cheetah 2 Ultra menawarkan sejumlah fitur yang difokuskan untuk aktivitas di medan terbuka.
Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga sekitar 33 jam dalam mode trail running dan mencapai 30 hari untuk penggunaan harian.
Layar AMOLED 1,5 inci dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits memudahkan navigasi peta meski berada di bawah sinar matahari.
Amazfit melengkapi smartwatch ini dengan GPS dual-band yang didukung enam sistem satelit sehingga tetap mampu menjaga akurasi posisi di area dengan pepohonan lebat.
Fitur reroute otomatis akan menghitung ulang jalur apabila pengguna keluar dari rute yang direncanakan.
Amazfit Cheetah 2 UltraUntuk analisis latihan, Cheetah 2 Ultra menyediakan data seperti endurance, vertical effort, threshold run, hingga muscular endurance. Pengguna juga dapat mengimpor program latihan dari aplikasi pihak ketiga seperti Runna.
Sebagai fitur keselamatan tambahan, tersedia mode SOS dan lampu LED untuk meningkatkan visibilitas saat berlari.
Samsung Galaxy Watch Ultra hadir dengan dukungan Galaxy AI
Samsung menghadirkan Galaxy Watch Ultra sebagai smartwatch paling tangguh di lini Galaxy Watch yang juga ditujukan bagi pengguna dengan aktivitas luar ruang.
Perangkat ini mendukung navigasi lengkap beserta petunjuk arah belokan demi belokan dan informasi elevasi selama berlari.
Samsung juga menyematkan fitur Track Back untuk membantu pengguna kembali ke titik awal apabila berlari di lokasi yang belum dikenal.
Aspek keselamatan menjadi salah satu fokus Galaxy Watch Ultra melalui fitur deteksi jatuh, Emergency SOS, sirene darurat, hingga tampilan malam yang meningkatkan visibilitas layar pada kondisi minim cahaya.
GPS dual-frequency juga membantu meningkatkan akurasi pelacakan lokasi.
Samsung Galaxy Watch UltraSamsung memanfaatkan Galaxy AI untuk memberikan analisis latihan secara real-time.
Fitur Running Coach mampu mengevaluasi kemampuan pengguna, memberikan panduan mengenai pacing, serta menyusun program latihan beberapa minggu sesuai tingkat kebugaran masing-masing.
Google Pixel Watch 4 manfaatkan AI untuk analisis latihan
Pilihan lain bagi pengguna Android adalah Google Pixel Watch 4 yang kini terintegrasi dengan aplikasi Google Health, menggantikan aplikasi Fitbit sebagai pusat pengelolaan data kesehatan.
Melalui layanan Google Health Premium, pengguna memperoleh akses ke fitur berbasis AI dan Gemini untuk menganalisis hasil latihan maupun menjawab pertanyaan terkait kebugaran melalui fitur Ask Coach.
Pixel Watch 4 juga mendukung GPS dual-frequency sehingga pelacakan rute tetap akurat di kawasan perkotaan maupun area dengan hambatan sinyal. Fitur auto-tracking akan mendeteksi aktivitas lari secara otomatis apabila pengguna lupa memulai sesi latihan.
Untuk kebutuhan pelari, perangkat ini mampu mencatat cadence, stride length, vertical oscillation, ground contact time, elevation gain, split pace, hingga segment pace.
Google juga menyediakan kemampuan membandingkan data latihan terbaru dengan sesi sebelumnya sehingga pengguna dapat memantau perkembangan kecepatan, daya tahan, dan konsistensi latihan dari waktu ke waktu.
Google Pixel Watch 4 2026Selain fitur kebugaran, varian LTE Pixel Watch 4 mendukung komunikasi darurat berbasis satelit sehingga pengguna tetap dapat menghubungi layanan darurat ketika berada di area tanpa jaringan seluler.
Kehadiran lima smartwatch tersebut menunjukkan bagaimana teknologi wearable terus berkembang dari sekadar alat pelacak aktivitas menjadi perangkat pendukung latihan yang mampu memberikan analisis performa, navigasi, serta fitur keselamatan.
Pemilihan perangkat pada akhirnya bergantung pada ekosistem smartphone yang digunakan, jenis latihan yang dijalani, dan kebutuhan analisis data masing-masing pelari.
Baca Juga: Infinix Membawa Chip Cheetah X1 di Smartphone Terbaru

















































