
IDULFITRI adalah salah satu hari raya besar umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah.
Perayaan ini menandai berakhirnya bulan Ramadan, bulan penuh ibadah dan puasa.
Asal-usul dan Sejarah Idulfitri
Idulfitri pertama kali dirayakan oleh umat Islam pada tahun 2 Hijriyah, setelah diwajibkannya puasa Ramadan bagi umat Muslim.
Saat itu, Nabi Muhammad SAW menetapkan dua hari raya besar dalam Islam, yaitu Idulfitri dan Iduladha.
Sebelum Islam datang, masyarakat Arab memiliki berbagai perayaan yang diwarisi dari tradisi nenek moyang mereka.
Namun, setelah Islam berkembang, Nabi Muhammad SAW menggantikan perayaan-perayaan tersebut dengan Idulfitri dan Iduladha, yang memiliki makna spiritual dan sosial lebih mendalam.
Makna dan Filosofi Idulfitri
- "Id" (عيد) berarti perayaan atau kembali.
- "Fitri" (فطر) berarti berbuka atau suci.
Dengan demikian, Idulfitri memiliki arti "kembali suci", yaitu kembali kepada fitrah manusia yang bersih dari dosa setelah menjalani ibadah Ramadan.
Makna utama Idulfitri meliputi
- Kemenangan atas hawa nafsu setelah sebulan berpuasa.
- Pembersihan diri dari dosa melalui ibadah, doa, dan zakat fitrah.
- Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan sesama Muslim.
Tradisi Perayaan Idulfitri di Zaman Nabi Muhammad SAW
- Salat Idulfitri: Nabi Muhammad SAW memimpin Salat Id di tanah lapang bersama kaum Muslimin.
- Membayar Zakat Fitrah: Sebelum Salat Id, umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
- Saling Memaafkan: Setelah salat, Rasulullah dan para sahabat saling bermaafan dan memberikan doa kebaikan.
- Berpakaian Bersih dan Rapi: Rasulullah menganjurkan untuk memakai pakaian terbaik di hari Idulfitri.
- Berjalan Kaki ke Tempat Salat: Sunnah yang diajarkan Nabi adalah berjalan kaki ke tempat salat dan melewati jalan yang berbeda saat pulang.
Perayaan Idulfitri di Berbagai Negara
- Arab Saudi: Idulfitri diawali dengan Salat Id dan dilanjutkan dengan pertemuan keluarga besar serta pemberian sedekah.
- Indonesia: Dikenal dengan tradisi mudik, takbiran keliling, dan halal bihalal.
- Turki: Disebut sebagai Bayram, di mana orang-orang berziarah ke makam keluarga dan mengunjungi kerabat.
- Mesir: Masyarakat menikmati makanan khas seperti kahk (kue khas Idulfitri) dan berkumpul bersama keluarga.
- India & Pakistan: Disebut "Meethi Eid", di mana makanan manis seperti Sheer Khurma (puding susu dengan kurma) menjadi hidangan utama.
Idulfitri adalah hari raya yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Islam. Perayaannya bukan hanya sekadar berakhirnya Ramadan, tetapi juga simbol kemenangan, pembersihan diri, dan mempererat tali persaudaraan. (Z-4)