4 Amalan Rasulullah Jelang Lebaran yang Bisa Diteladani

1 week ago 17
Web Liputan Live Siang Jitu Terpercaya

Abstract Eid Mubarak Islamic banner design vector 4 Amalan Rasulullah Jelang Lebaran yang Bisa Diteladani (Foto: Creative-Hat)

Jakarta, Insertlive -

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang dinantikan umat muslim setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.

Selain salat Ied dan berkumpul dengan keluarga, terdapat amalan-amalan yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW untuk menyambut hari lebaran yang dapat dicontoh sebagai bentuk ibadah dan mendatangkan pahala. Berikut contohnya.

1. Menghidupkan Malam Idul Fitri

Umat muslim dianjurkan untuk mengisi dan menghidupkan malam Idul Fitri dengan banyak beribadah dan berdoa karena pada saat itu adalah waktu yang mustajab (manjur) untuk berdoa.


Ibadah-ibadah sunah yang dapat dilakukan seperti memperbanyak salat, tadarus Al-Qur'an, salawat, serta amalan-amalan yang lain.

Terdapat hadis riwayat al-Daruquthni mengenai malam Idul Fitri:

"Barangsiapa menghidupi dua malam hari raya, hatinya tidak mati di hari matinya beberapa hati". (HR. al-Daruquthni).

2. Mengucap Takbir

Malam Idul Fitri biasanya diramaikan dengan takbiran keliling oleh anak-anak dan remaja dengan dilanjutkan bermalam di masjid untuk beribadah.

Seruan takbir yang mengisi malam Idulfitri tersebut ternyata merupakan anjuran Rasulullah dan sesuai dengan firman Al-Qur'an, yaitu QS. Al-Baqarah ayat 185 yang artinya, "Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah".


Sunnah takbir Idul Fitri dimulai sejak tenggelamnya matahari pada malam 1 Syawal sampai takbiratul ihram mushalli sendiri bagi yang shalat sendiri, atau takbiratul ihramnya imam salat Ied bagi yang berjamaah.

Takbir Idul Fitri dapat diserukan di mana saja, seperti: di jalan, di masjid, di rumah, di pasar, serta tempat-tempat lain.

Dua jenis takbir:

Pertama, muqayyad (dibatasi), yaitu takbir yang dilakukan setelah salat fardhu atau sunnah.

Kedua, mursal (dibebaskan), yaitu takbir yang dapat dilakukan di setiap kondisi.

3. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik

Mandi sebelum salat Idul Fitri adalah sunnah yang dapat dilakukan untuk mendapat pahala. Sunnah ini juga dianjurkan untuk golongan yang sedang tidak salat, seperti perempuan haid, nifas, dan yang sedang sakit.

Waktu disunnahkannya mandi dimulai dari tengah malam Idul Fitri sampai tenggelamnya matahari pada keesokannya. Saat yang paling utama adalah setelah terbitnya fajar.

Selain mandi, terdapat sunnah untuk berdandan atau berhias dan memakai pakaian terbaik yang juga berlaku bagi mereka yang sedang tidak menjalakan salat Idul Fitri. Berhias yang dimaksudkan adalah memotong kuku dan memakai wewangian.

Khusus bagi perempuan, sunnah berhias diharapkan tetap memperhatikan aturan-aturan syariat, seperti tidak memperlihatkan aurat, tidak berpenampilan yang memikat laki-laki lain yang bukan mahramnya, dan sebagainya (Syekh Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 281).

4. Makan Sebelum Salat Ied

Rasulullah SAW biasanya memakan kurma dalam hitungan ganjil sebelum berangkat salat Idul Fitri.

Sebuah hadist menyebutkan bahwa: "Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil" (HR. Ahmad dan Bukhari).

Makan sebelum mulainya salat Ied menjadi tanda bahwa bulan Ramadan telah usai.

Di hari raya Idul Fitri, diharamkan untuk melakukan ibadah puasa.

(yoa/yoa)

Tonton juga video berikut:

ARTIKEL TERKAIT

Loading Loading

BACA JUGA

detikNetwork

Read Entire Article
Global Food