Qualcomm Picu Harga Hp Flagship Android Kian Melambung di 2027

3 hours ago 4

Selular.ID – Qualcomm disebut tengah menyiapkan strategi baru untuk lini chipset flagship generasi berikutnya yang berpotensi membuat harga ponsel premium Android naik pada 2027.

Informasi ini muncul dari bocoran terbaru yang menyebut penerus Snapdragon 8 Elite akan hadir dalam dua varian dengan biaya produksi yang lebih tinggi karena penggunaan teknologi manufaktur 2 nanometer (nm) dari TSMC.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak langsung pada harga perangkat flagship yang dirilis mulai akhir 2026 hingga 2027.

Laporan yang beredar pada Juni 2026 mengungkap bahwa Qualcomm sedang mengembangkan chipset dengan kode SM8950 dan SM8945 yang diyakini sebagai generasi penerus Snapdragon 8 Elite.

Bocoran tersebut berasal dari tipster Digital Chat Station yang selama ini dikenal kerap membocorkan roadmap industri semikonduktor dan smartphone di China.

Menurut informasi tersebut, Qualcomm akan mengadopsi pendekatan serupa Apple dengan membedakan chipset flagship menjadi versi standar dan versi yang lebih premium.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Strategi tersebut muncul ketika biaya pengembangan dan produksi chipset kelas atas terus meningkat.

Industri semikonduktor saat ini sedang memasuki era manufaktur 2nm yang menjanjikan peningkatan performa dan efisiensi daya, tetapi membutuhkan investasi produksi yang jauh lebih besar dibanding generasi 3nm yang digunakan saat ini.

Akibatnya, vendor smartphone harus menghadapi kenaikan biaya komponen inti yang menjadi otak perangkat.

Bocoran menyebutkan bahwa Snapdragon flagship generasi baru akan diproduksi menggunakan proses TSMC 2nm.

Teknologi ini memungkinkan lebih banyak transistor ditempatkan dalam area yang sama sehingga meningkatkan performa komputasi dan efisiensi energi.

Namun, biaya wafer 2nm juga dilaporkan jauh lebih mahal dibanding proses sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa harga chipset premium diperkirakan meningkat.

Jika skenario tersebut terwujud, Qualcomm berpotensi membagi pasar flagship Android menjadi dua segmen.

Model flagship standar kemungkinan menggunakan chipset versi yang lebih rendah, sementara model Ultra, Pro, atau Max akan memperoleh versi penuh dengan performa tertinggi.

Pendekatan ini mirip dengan strategi Apple yang membedakan chip seri A reguler dan A Pro pada lini iPhone premium.

Dampaknya tidak hanya pada performa perangkat, tetapi juga pada harga jual. Beberapa laporan industri menyebut biaya chipset flagship Qualcomm terus meningkat dalam beberapa generasi terakhir.

Bahkan bocoran lain yang beredar sebelumnya memperkirakan harga chipset Snapdragon premium generasi mendatang bisa melampaui US$300 per unit untuk produsen smartphone.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding biaya chipset flagship beberapa tahun lalu.
Kenaikan biaya komponen inti berpotensi memengaruhi strategi sejumlah merek besar seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, vivo, Honor, dan OnePlus.

Vendor kemungkinan harus memilih antara menaikkan harga perangkat atau melakukan diferensiasi fitur yang lebih agresif antarseri.

Dalam skenario ini, model Ultra dapat menjadi satu-satunya perangkat yang menggunakan chipset paling bertenaga, sementara model reguler mengandalkan versi yang lebih ekonomis.

Tren segmentasi chipset sebenarnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Qualcomm, produsen lain juga mulai menawarkan konfigurasi perangkat yang semakin beragam untuk menjaga keseimbangan antara performa dan harga.

Di saat yang sama, konsumen premium semakin menuntut kemampuan AI generatif di perangkat, fotografi komputasional yang lebih canggih, serta performa gaming yang lebih tinggi.

Kebutuhan tersebut mendorong penggunaan silikon yang lebih kompleks dan mahal.
Bagi industri smartphone, transisi menuju teknologi 2nm menjadi langkah penting karena dapat membuka kemampuan pemrosesan AI yang lebih cepat langsung di perangkat tanpa bergantung pada komputasi awan.

Qualcomm diperkirakan akan memanfaatkan peningkatan tersebut untuk menghadirkan fitur AI generasi berikutnya yang membutuhkan daya komputasi lebih besar.

Namun, peningkatan kemampuan tersebut datang bersama konsekuensi biaya produksi yang lebih tinggi.

Hingga saat ini Qualcomm belum mengumumkan secara resmi chipset yang disebut dalam bocoran tersebut.

Perusahaan juga belum memberikan informasi terkait struktur produk maupun harga untuk generasi chipset flagship berikutnya.

Baca Juga:Counterpoint: Pengiriman Chipset MediaTek dan Qualcomm Menurun

Meski demikian, berbagai laporan dari rantai pasok dan analis industri menunjukkan bahwa biaya manufaktur semikonduktor canggih terus meningkat.

Sehingga harga ponsel flagship Android pada 2027 berpotensi mengikuti tren yang sama apabila strategi tersebut benar-benar diterapkan.

Read Entire Article
Global Food