Selular.id – NVIDIA kembali mengejutkan dunia komputasi AI dengan kehadiran GPU GB300 berbasis arsitektur Blackwell. Hasil benchmark dari CoreWeave mengungkapkan bahwa empat unit GB300 mampu menyamai performa 16 GPU H100 dalam menjalankan model DeepSeek R1. Lompatan efisiensi ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah NVIDIA.
CoreWeave, penyedia layanan komputasi cloud, menjadi yang pertama mempublikasikan hasil tes performa GB300. Dalam pengujian terhadap model bahasa besar DeepSeek R1, kuartet GB300 menunjukkan throughput yang setara dengan 16 unit H100. Artinya, setiap kartu GB300 menawarkan peningkatan performa sekitar enam kali lipat dibandingkan pendahulunya.
Pencapaian ini bukan sekadar klaim marketing, melainkan bukti nyata bagaimana inovasi hardware dapat mengubah landscape industri AI. NVIDIA tidak hanya fokus pada peningkatan raw performance, tetapi juga efisiensi arsitektur yang signifikan.
Platform GB300 NVL72 mampu diskalakan hingga 37TB memori dengan bandwidth 130TB/s, memungkinkan penanganan model AI sangat besar tanpa bottleneck. Teknologi 4-way tensor parallelism (TP4) yang diusungnya lebih efisien dibanding pendahulunya yang memerlukan 16-way splits (TP16) untuk mencapai skala serupa.
Sedikit split berarti lebih sedikit overhead komunikasi, dan dukungan NVLink serta NVSwitch generasi kelima dari NVIDIA menjaga latensi tetap rendah. Bagi bisnis yang menjalankan layanan AI berskala besar, efisiensi semacam ini langsung diterjemahkan menjadi manfaat praktis untuk workload seperti model reasoning.
Performa-per-watt dan latensi menjadi faktor kritis dalam komputasi AI modern. CoreWeave mencatat bahwa peningkatan efisiensi GB300 memberikan dampak langsung pada pengurangan biaya operasional dan peningkatan kecepatan inference.
Namun, teknologi secanggih ini datang dengan harga premium. Sistem berbasis GB300 NVL72 diperkirakan dibanderol mulai dari $300.000, menempatkannya firmly di territory enterprise. Pertanyaan yang muncul adalah apakah harganya sebanding dengan performanya?
Bagi perusahaan yang sudah berinvestasi besar dalam infrastruktur AI, lompatan performa sebesar ini bisa saja justify the cost. Apalagi mengingat betapa ketatnya persaingan di industri AI saat ini. Memiliki hardware yang lebih efisien bisa menjadi pembeda signifikan dalam persaingan pasar.
NVIDIA bukan pemain baru dalam hal inovasi komputasi high-end. Sebelumnya mereka telah memperkenalkan superkomputer AI berukuran mini bernama DGX Spark, menunjukkan komitmen mereka dalam mendemokratisasikan akses ke komputasi canggih. Namun dengan GB300, mereka sepertinya sedang menaikkan level permainan ke strata yang benar-benar berbeda.
Perkembangan ini juga menarik untuk diamati dari sisi pesaing. Sementara NVIDIA terus memimpin dengan inovasi hardware-nya, perusahaan seperti MediaTek juga tidak tinggal diam dengan meluncurkan chipset flagship dengan AI dan gaming mumpuni. Persaingan yang sehat ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen dan mendorong percepatan inovasi lebih lanjut.
Jika angka-angka awal ini terbukti konsisten seiring dengan ekspansi deployment, GB300 berpotensi menjadi salah satu lompatan generasi terbesar yang pernah dihadirkan NVIDIA. Teknologi ini menetapkan baseline baru untuk komputasi AI high-end dan membuktikan bahwa NVIDIA masih yang terdepan dalam perlombaan AI hardware.
Dalam industri yang bergerak secepat ini, memiliki akses ke hardware paling mutakhir menjadi keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif. GB300 tidak hanya menawarkan performa yang lebih baik, tetapi juga efisiensi yang dapat mengubah ekonomi bisnis AI secara keseluruhan.