Selular.ID – Modena Group memperingati Hari Bumi 2026 dengan memperkuat komitmen keberlanjutan melalui transformasi operasional, termasuk peralihan armada logistik ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV), perluasan akses air bersih, serta kolaborasi pengelolaan limbah.
Langkah ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi jejak karbon sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan di masyarakat.
Transformasi utama dilakukan melalui anak usaha logistiknya, Mologiz, yang mulai beralih dari kendaraan berbasis diesel ke EV sejak Desember 2025.
Perubahan ini menargetkan efisiensi operasional sekaligus penurunan emisi dari sektor logistik yang selama ini menjadi salah satu kontributor signifikan dalam rantai nilai industri elektronik.
Executive Vice President dan Chief Sustainability Advisor Modena, Nicole Jizhar, menyampaikan bahwa keberlanjutan menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui inovasi produk, tetapi juga melalui transformasi operasional dan kolaborasi lintas ekosistem, mulai dari logistik, akses kebutuhan dasar, hingga perubahan perilaku konsumen.
Seiring berkembangnya industri, sektor logistik menjadi area yang mendapat perhatian khusus karena berperan penting dalam distribusi produk sekaligus memiliki dampak lingkungan yang besar.
Dengan menghadirkan Mologiz, Modena berupaya mengelola operasional logistik secara lebih efisien dan bertanggung jawab. Hingga saat ini, lebih dari 20% armada logistik perusahaan telah dialihkan ke kendaraan listrik.
Transisi tersebut menghasilkan pengurangan emisi logistik hingga 50%, setara dengan sekitar 2,3 ton CO2 ekuivalen sejak implementasi dimulai.
Langkah ini menunjukkan bagaimana elektrifikasi armada dapat menjadi strategi konkret dalam menekan emisi operasional, sekaligus menjadi fondasi untuk membangun sistem logistik rendah karbon di masa depan.
Selain fokus pada pengurangan emisi, Modena juga memperluas akses air bersih melalui inisiatif MODENA Pure Hub.
Hingga 2026, perusahaan telah menghadirkan 15 titik akses air minum gratis di berbagai ruang publik di Jakarta dan sekitarnya.
Program ini dirancang untuk menyediakan akses air bersih yang lebih inklusif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada air minum dalam kemasan yang berpotensi menambah limbah plastik.
Pengembangan terbaru mencakup penambahan sembilan titik baru yang dilengkapi teknologi Modena Reverse Osmosis Water Purifier, yaitu sistem penyaringan air berbasis reverse osmosis yang mampu menghasilkan air minum layak konsumsi.
Salah satu lokasi terbaru berada di JPM Lebak Bulus, yang menghubungkan Stasiun MRT Lebak Bulus dengan pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, sementara titik lainnya tersebar di sejumlah lokasi publik termasuk area masjid.
Hingga April 2026, Modena Pure Hub telah menyalurkan lebih dari 1 juta liter air minum kepada masyarakat.
Selain meningkatkan akses terhadap kebutuhan dasar, inisiatif ini juga berkontribusi dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, sejalan dengan upaya pengurangan limbah.
Di sisi lain, Modena memperkuat pendekatan ekonomi sirkular melalui kolaborasi dengan platform pengelolaan limbah Duitin.
Sejak Januari 2026, lebih dari 1.017 kilogram limbah telah dikumpulkan dan dikelola secara bertanggung jawab melalui program ini.
Jenis limbah yang dikelola mencakup kardus dan karton bekas produk, plastik, kaca, hingga minyak jelantah.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan limbah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumen agar lebih aktif dalam mendaur ulang.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Modena dalam membangun ekosistem yang mendukung konsumsi bertanggung jawab.
Sebagai perusahaan yang selama ini dikenal di industri peralatan rumah tangga, Modena memperluas perannya dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam berbagai lini bisnis.
Upaya ini mencakup efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, serta pengurangan dampak lingkungan dari aktivitas operasional.
Melalui kombinasi transformasi logistik berbasis EV, penyediaan akses air bersih, dan pengelolaan limbah berbasis kolaborasi, Modena memperlihatkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menjalankan agenda keberlanjutan.
Integrasi antara teknologi, operasional, dan perubahan perilaku konsumen menjadi elemen utama dalam strategi tersebut.
Ke depan, inisiatif yang menggabungkan inovasi teknologi dengan tanggung jawab lingkungan diperkirakan akan semakin menjadi fokus dalam industri.
Pendekatan ini tidak hanya relevan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga untuk menjawab tuntutan terhadap praktik operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Alasan Modena Fokus Garap Seamless Service Ketimbang Kembangkan AI
















































