Google Rogoh Rp15 Triliun per Bulan Demi Gemini AI

11 hours ago 7

Selular.id – Google dikabarkan menandatangani kesepakatan bernilai fantastis dengan SpaceX untuk mendapatkan kapasitas pusat data (data center) yang dibutuhkan guna mendukung pertumbuhan layanan kecerdasan buatan Gemini. Nilai kontrak tersebut mencapai US$920 juta atau sekitar Rp15 triliun per bulan, menjadikannya salah satu perjanjian infrastruktur AI terbesar yang pernah dilakukan perusahaan teknologi.

Kesepakatan tersebut terungkap melalui dokumen regulasi yang diajukan menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX. Dalam perjanjian itu, Google akan memperoleh akses ke sekitar 110.000 unit GPU Nvidia, beserta sumber daya komputasi lain seperti CPU, memori, dan infrastruktur pendukung yang digunakan untuk melatih serta menjalankan model AI skala besar.

Langkah ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan komputasi yang kini dibutuhkan perusahaan teknologi untuk mengembangkan layanan AI generatif. Google menyebut kerja sama tersebut sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi lonjakan permintaan pelanggan terhadap layanan Gemini Enterprise, platform AI yang saat ini menjadi salah satu fokus utama bisnis perusahaan.

Ledakan kebutuhan AI dalam dua tahun terakhir telah mengubah lanskap industri pusat data global. Jika sebelumnya perusahaan teknologi membangun dan mengoperasikan pusat data sendiri, kini banyak pemain besar mulai mencari sumber daya komputasi tambahan dari pihak ketiga karena kapasitas yang tersedia semakin terbatas.

Dalam kesepakatan terbaru ini, pembayaran penuh akan dimulai pada Oktober 2026 dan berlangsung hingga Juni 2029. Sebelum periode tersebut, Google akan melalui tahap peningkatan kapasitas secara bertahap. Kontrak juga memberikan hak kepada Google untuk mengakhiri kerja sama apabila target penyediaan GPU tidak terpenuhi sesuai jadwal yang telah disepakati.

Bagi SpaceX, kontrak bernilai puluhan miliar dolar ini menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan. Selain Google, perusahaan milik Elon Musk tersebut juga telah menjalin kerja sama serupa dengan perusahaan AI Anthropic. Dua kontrak raksasa tersebut diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$26 miliar bagi SpaceX.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Menariknya, kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan AI saat ini. Google dan SpaceX juga diketahui tengah menjajaki sejumlah proyek jangka panjang yang berkaitan dengan komputasi generasi berikutnya. Salah satunya adalah pengembangan pusat data berbasis luar angkasa yang memanfaatkan tenaga surya untuk mengurangi kebutuhan energi di Bumi. Konsep tersebut masih berada pada tahap awal, namun menjadi bagian dari visi besar industri AI di masa depan.

Kebutuhan daya komputasi yang terus meningkat memang menjadi tantangan utama dalam perlombaan AI global. Model AI terbaru membutuhkan ribuan hingga ratusan ribu chip grafis berperforma tinggi untuk proses pelatihan maupun inferensi. Akibatnya, perusahaan seperti Google, Microsoft, OpenAI, Amazon, hingga Meta terus menggelontorkan investasi besar untuk memperluas infrastruktur mereka.

Kesepakatan Google dan SpaceX menjadi gambaran bagaimana persaingan AI kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas model atau fitur yang ditawarkan kepada pengguna. Kepemilikan dan akses terhadap sumber daya komputasi dalam jumlah besar mulai menjadi faktor penentu keberhasilan di industri AI.

Dalam beberapa tahun ke depan, investasi pada pusat data, chip AI, dan infrastruktur komputasi diperkirakan akan terus meningkat seiring semakin luasnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor bisnis maupun layanan konsumen.

Baca juga : Google Perluas Gemini untuk Otomasi Android Musim Panas Ini

Read Entire Article
Global Food