Pengiriman Smartphone Lipat Justru Bertumbuh di Tengah Krisis Chip Memori

11 hours ago 5

Selular.ID – Di tengah tekanan krisis chip memori secara global, pengiriman smartphone lipat justru tumbuh di semester pertama tahun 2026 dibandingkan semester pertama tahun lalu.

Samsung diproyeksikan tetap menjadi raja HP lipat di tahun ini, apalagi setelah pabrikan asal Korea Selatan itu meluncurkan Galaxy Z Flip8, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Fold8 Ultra.

Namun, berdasarkan laporan dari Counterpoint, posisi Samsung akan ‘diganggu’ oleh Apple yang juga akan masuk ke segmen foldable di tahun ini.

Dalam laporan Foldable Smartphone Market Forecast terbarunya, Counterpoint memperkirakan pengiriman smartphone lipat secara global tumbuh 21 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga:

Pertumbuhan tersebut didorong permintaan terhadap smartphone lipat kelas premium bergaya buku, persaingan yang makin ketat antar abrikan, serta masuknya Apple ke segmen ini lewat iPhone Ultra yang kabarnya akan meluncur tahun ini.

Samsung masih diproyeksikan menguasai pasar dengan pangsa 32 persen.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Counterpoint memperkirakan bahwa peta persaingan di segmen smartphone lipat bakal berbeda jauh dibandingkan tahun lalu.

Alasannya, karena Apple masuk ke segmen ini dan akan langsung mengambil pangsa pasar sebesar 25 persen secara global pada tahun 2026.

Disampaikan Associate Director Counterpoint Research, Liz Lee, kehadiran iPhone lipat dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kategori foldable, sekaligus menaikkan standar smartphone lipat premium.

Meski Samsung ditempel ketat Apple, Samsung masih punya sejumlah keuntungan.

Perusahaan tersebut lebih dulu mengembangkan smartphone lipat selama beberapa generasi, memiliki jaringan penjualan yang luas, dan sudah membangun ekosistem perangkat lunak untuk layar fleksibel.

“Masuknya Apple diperkirakan akan meningkatkan perhatian konsumen secara keseluruhan dan menaikkan standar untuk foldable premium,” jelas Lee, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).

“Namun, Samsung masih memiliki keunggulan yang jelas dalam kematangan produk, jangkauan kanal, dan pengalaman pengguna perangkat lipat,” sambungnya.

Mengekor di posisi ketiga, ada Huawei dengan pangsa pasar 24 persen. Pangsa terbesarnya tetap di pasar China, di mana Huawei masih menjadi salah satu pemain utama di kategori smartphone lipat.

Sementara Motorola diperkirakan menguasai 8 persen pasar smartphone lipat global, disusul Honor sebesar 3 persen.

Sisanya akan diperebutkan oleh sejumlah merek lain yang juga bermain di kategori ini.

Galaxy Z Fold8 jadi senjata baru Samsung

Salah satu perangkat yang diandalkan Samsung untuk mempertahankan posisinya adalah Galaxy Z Fold8.

Berbeda dari Galaxy Z Fold7 yang punya bentuk lebih memanjang, model ini membawa desain bergaya buku dengan bodi lebih lebar.

Menurut Counterpoint, pendekatan tersebut membuat layar luar terasa lebih natural saat digunakan seperti smartphone biasa.

Ketika dibuka, layar utamanya juga memberikan ruang lebih besar untuk multitasking, menikmati konten, dan menggunakan berbagai fitur berbasis AI.

Desain yang lebih lebar dinilai semakin relevan karena penggunaan AI di smartphone kini bukan sekadar percakapan dengan chatbot, tapi mulai bergerak ke tugas-tugas seperti meringkas dokumen, mengedit konten, mengelola jadwal, dan memindahkan informasi antar aplikasi.

Berbagai aktivitas tersebut membutuhkan ruang layar yang luas, di mana pengguna bisa mempertahankan dua aplikasi atau lebih tetap terbuka dalam satu layar.

“Dengan desain yang lebih lebar, perangkat terbaru Samsung dapat membuat pengalaman foldable terasa lebih natural, khususnya bagi pengguna yang ingin mempertahankan beberapa tugas tetap terlihat dalam satu layar, memantau progres, dan menggunakan fitur AI di berbagai aplikasi,” pungkas Lee.

Read Entire Article
Global Food