Selular.id – Laptop terbaru Apple, MacBook Neo, mencatat awal penjualan yang cukup impresif. Dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak peluncurannya, perangkat ini dikabarkan telah mencapai sekitar 10 persen dari total estimasi pengiriman NVIDIA RTX Spark, sebuah pencapaian yang menunjukkan tingginya minat pasar terhadap laptop Mac paling terjangkau saat ini.
Laporan yang dikutip Wccftech menyebutkan bahwa MacBook Neo menjadi salah satu produk Apple yang berhasil menarik perhatian konsumen baru, terutama pengguna yang sebelumnya menganggap ekosistem Mac memiliki harga terlalu tinggi. Kehadiran perangkat ini memperluas jangkauan Apple ke segmen pasar yang selama ini lebih banyak dihuni laptop Windows kelas menengah.
Apple sendiri memasarkan MacBook Neo sebagai laptop yang menawarkan “keajaiban Mac dengan harga mengejutkan”. Di Indonesia, perangkat tersebut mulai tersedia melalui sejumlah distributor resmi dengan harga mulai sekitar Rp10 jutaan, menjadikannya laptop Mac termurah dalam lini produk Apple saat ini.
MacBook Neo hadir dengan layar 13 inci dan ditenagai chipset A18 Pro yang sebelumnya dikenal sebagai prosesor kelas premium untuk perangkat mobile Apple. Berbekal konfigurasi CPU enam inti dan GPU lima inti, perangkat ini dirancang untuk kebutuhan produktivitas harian, pembelajaran, hingga pekerjaan kreatif ringan.
Strategi harga menjadi faktor penting di balik tingginya permintaan awal tersebut. Selama bertahun-tahun, Apple mengandalkan MacBook Air sebagai pintu masuk ke ekosistem Mac. Namun harga perangkat tersebut masih berada di kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah, sehingga belum sepenuhnya menjangkau segmen pengguna yang lebih luas. Kehadiran MacBook Neo mengubah situasi tersebut dengan menawarkan pengalaman macOS pada harga yang jauh lebih terjangkau.
Di sisi lain, laporan yang beredar menyebutkan bahwa performa penjualan MacBook Neo dalam beberapa bulan pertama cukup mengejutkan. Jika dibandingkan dengan estimasi pengiriman NVIDIA RTX Spark, volume pengiriman MacBook Neo disebut telah mencapai sekitar 10 persen hanya dalam kurun tiga bulan. Angka tersebut menunjukkan bahwa strategi Apple menghadirkan produk dengan harga lebih rendah berhasil menarik perhatian pasar.
Meski demikian, posisi MacBook Neo tidak secara langsung menggantikan MacBook Air maupun MacBook Pro. Apple tetap mempertahankan segmentasi produknya. MacBook Air menyasar pengguna yang membutuhkan keseimbangan antara mobilitas dan performa, sementara MacBook Pro ditujukan untuk kalangan profesional yang memerlukan tenaga komputasi lebih besar untuk pekerjaan berat seperti pengeditan video, pengembangan aplikasi, hingga pemrosesan AI.
Kehadiran MacBook Neo juga dinilai penting bagi strategi jangka panjang Apple. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan semakin agresif memperluas basis pengguna perangkat Mac melalui integrasi erat antara macOS, iPhone, iPad, dan layanan berbasis Apple Intelligence. Semakin banyak pengguna yang masuk ke ekosistem tersebut, semakin besar pula peluang Apple meningkatkan pendapatan dari layanan digital dan perangkat lain di masa depan.
Jika tren permintaan ini berlanjut, MacBook Neo berpotensi menjadi salah satu produk Apple paling sukses di segmen entry-level sejak era MacBook Air generasi awal. Selain memperluas pasar Mac secara global, perangkat ini juga dapat menjadi pintu masuk baru bagi pengguna yang ingin beralih dari laptop Windows ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar model MacBook premium.
Baca juga : Bukan Karena Murah, Ini Alasan Pembeli Terpincut Dengan MacBook Neo


















































