Kapal dari 44 Negara Berangkat ke Gaza, Greta Thunberg Kembali

6 hours ago 3
Kapal dari 44 Negara Berangkat ke Gaza, Greta Thunberg Kembali Konferensi pers Armada Sumud Global.(Al Jazeera)

ARMADA pembawa bantuan kemanusiaan yang melibatkan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, dijadwalkan berangkat dari Barcelona pada Minggu (31/8). Penyelenggara menyebut misi ini bertujuan mematahkan pengepungan ilegal Gaza.

Kapal-kapal tersebut akan bergerak dari pelabuhan Spanyol dengan misi membuka jalur kemanusiaan dan menekan penghentian genosida terhadap rakyat Palestina

Armada Sumud Global tidak merinci jumlah kapal maupun jam keberangkatan. Namun perjalanan diperkirakan mencapai Gaza pada pertengahan September.

"Ini akan menjadi misi solidaritas terbesar dalam sejarah dengan lebih banyak orang dan lebih banyak kapal daripada gabungan semua upaya sebelumnya," kata aktivis asal Brasil, Thiago Avila, di Barcelona pekan lalu.

Selain itu, puluhan kapal tambahan juga direncanakan berangkat dari Tunisia dan sejumlah pelabuhan Mediterania lain pada 4 September.

Dukungan Global dan Tokoh Publik

Aksi ini akan dibarengi demonstrasi serentak di 44 negara. Greta Thunberg, yang juga duduk di komite pengarah armada, menuliskan ajakan solidaritas tersebut di Instagram.

Selain Thunberg, armada akan membawa aktivis dari berbagai negara, anggota parlemen Eropa, serta tokoh publik seperti mantan wali kota Barcelona, Ada Colau.

"Kami memahami bahwa ini adalah misi yang sah menurut hukum internasional," sebut Mariana Mortagua, anggota parlemen sayap kiri Portugal yang ikut serta dalam misi dalam pernyataannya di Lisbon seperti dilansir AFP, Minggu (31/8).

Armada Sumud Global menyatakan dirinya sebagai gerakan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun partai politik. Kata Sumud sendiri berarti kegigihan dalam bahasa Arab.

Israel sebelumnya menggagalkan dua upaya serupa. Pada Juni, kapal layar Madleen yang membawa 12 aktivis dari beberapa negara, termasuk Greta Thunberg, dicegat 185 kilometer di barat Gaza. Penumpangnya ditahan lalu dideportasi. 

Sebulan kemudian, kapal Handala dengan 21 aktivis dari 10 negara juga dihentikan sebelum mencapai Gaza.

Krisis Kemanusiaan Gaza

Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. PBB bulan ini menyatakan wilayah tersebut berada dalam kondisi kelaparan dengan sekitar 500.000 orang menghadapi situasi bencana.

Perang di Gaza bermula setelah serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang, mayoritas warga sipil, demikian menurut data resmi yang dihimpun AFP.

Sebagai balasan, serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 63.371 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas. PBB menilai angka tersebut dapat dipercaya. (I-2)

Read Entire Article
Global Food