Jastip BBW Books Bandung, Ladang Bisnis di Tengah Lautan Diskon

5 hours ago 4
Jastip BBW Books Bandung, Ladang Bisnis di Tengah Lautan Diskon Sejumlah warga mengunjungi BBW Books, bazar buku yang digelar di Kota Baru Parahyangan.(MI/DEPI GUNAWAN)

BANDUNG kembali jadi magnet pecinta buku. Bazar internasional Big Bad Wolf (BBW) Books dibuka pada Kamis (28/8) lalu di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah rela meluangkan waktu hanya untuk berburu buku impian. Yang membuat bazar ini berbeda adalah jumlah koleksi yang mencapai lebih dari satu juta buku.

Selain itu, hal yang menarik lainnya adalah harga yang ditawarkan. Buku-buku impor yang biasanya mahal dan jarang mendapat diskon besar, kali ini bisa dibawa pulang dengan harga miring.

Tak sedikit yang memanfaatkan momen ini sebagai peluang bisnis. Salah satunya Fey, 30, warga asal Jakarta dengan menjadi pelaku jasa titip (jastip).

Tak tanggung-tanggung, ia mengangkut puluhan buku titipan dalam keranjang troli dari konsumen luar kota yang tak sempat datang dengan nilai puluhan juta rupiah.

"Sekali belanja bisa lebih dari Rp50 juta. Kirimnya bisa pakai layanan kargo, kalau cukup ya diangkut mobil," kata Fey, Minggu (31/8).

Pemasaran dilakukan sederhana. Dia mengunggah foto sampul buku di media sosial. Cara itu terbukti efektif, buku yang difoto biasanya langsung ada peminatnya.

"Kebetulan saya punya 3 grup yang anggotanya kurang lebih 2.000. Buku-buku yang ada aku foto, terus pajang di medsos. Kebanyakan yang titip buku anak," ujarnya.

Menurut Fey BBW Books terasa spesial karena menjual buku-buku internasional namun dengan harga terjangkau. "Kalau di toko buku normal, buku internasional bisa ratusan ribu. Di sini, bisa dapat setengahnya," ucap Fey.

Selain berburu diskon, banyak pengunjung menjadikan bazar ini sebagai ajang rekreasi keluarga di akhir pekan. Anak-anak sibuk memilih buku cerita, sementara orang tua antusias berburu buku edukasi.


Gerakan literasi

Direktur Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto mengatakan, BBW bukan sekadar bazar dengan diskon besar, namun merupakan gerakan literasi yang ingin menumbuhkan budaya membaca.

"Membaca bukan hanya membuka pintu ilmu, tapi menanamkan benih impian dan nilai-nilai yang membentuk pemimpin masa depan," kata Marthius.

Pendiri BBW, Andrew Yap menambahkan, bahwa Bandung adalah kota inspiratif untuk gerakan literasi dunia. Daerah ini dianggap memiliki jiwa budaya, kreativitas, dan pendidikan yang kuat.

"Bandung mengajarkan bahwa membaca bukan sekadar kebiasaan, melainkan gaya hidup. Membaca menjadi sumber kekuatan, empati, dan inspirasi bagi generasi mendatang," kata Andrew.

BBW Books 2025 menghadirkan lebih dari satu juta buku baru berbahasa Indonesia dan Inggris. Koleksi yang disediakan sangat beragam, mulai sastra, fiksi ilmiah, cerita remaja, bisnis, hingga buku anak-anak.

"Daya tariknya juga kami ada diskon besar hingga 90 persen. Itu tadi tujuannya agar buku lebih mudah dijangkau oleh setiap anak, keluarga, dan individu," ungkapnya.

Read Entire Article
Global Food