Selular.ID – Huawei mengumumkan peningkatan solusi jaringan pusat data Xinghe AI Fabric 2.0 untuk pasar Asia Pasifik dalam ajang Huawei Network Summit 2026 (HNS 2026) Asia Pacific di Bali.
Peluncuran pembaruan teknologi ini ditujukan untuk membangun infrastruktur pusat data yang ultra-tangguh dan efisien dalam mengelola beban kerja komputasi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat di kawasan regional.
Pembaruan pada Xinghe AI Fabric 2.0 mencakup penguatan pada aspek kecerdasan, kinerja throughput, serta tingkat keandalan sistem jaringan.
Colin Cui, Director of Huawei Asia Pacific Enterprise Finance Account Dept menjelaskan bahwa kehadiran solusi ini membawa pendekatan ganda, yaitu NET4AI untuk mempercepat proses pelatihan dan inferensi AI, serta AI4NET guna mengotomatiskan manajemen operasional jaringan secara menyeluruh.
Solusi infrastruktur jaringan terbaru dari Huawei ini telah diadopsi oleh sejumlah entitas bisnis terkemuka di Asia Pasifik, termasuk platform dompet digital DANA dari Indonesia serta konglomerasi teknologi CJ Group dari Korea Selatan.
Huawei menargetkan perluasan kemitraan strategis dengan lebih banyak pelaku industri untuk mempercepat transformasi digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kecerdasan buatan di kawasan regionaL.
Johnny Cheng, Vice President Data Center Network Domain Huawei Data Communication Product Line, menyatakan bahwa komputasi AI saat ini telah bergeser dari sekadar pelatihan model dasar menuju tahap pengoperasian aplikasi inferensi.
Penggunaan agen AI secara masif oleh perusahaan menuntut arsitektur jaringan yang mampu menangani konkurensi data tinggi tanpa mengorbankan stabilitas operasional.
“Saat ini teknologi AI telah memasuki fase aplikasi, dan model multimodal kini mendominasi industri]. Tak ayal, arsitektur dasar ekonomi digital ikut mengalami restrukturisasi Jaringan tradisional saja tidak lagi memadai untuk memenuhi tuntutan akan konkurensi, throughput, dan keandalan tinggi di era AI,” ungkap Johnny Cheng.
Guna menjawab tantangan industri tersebut, Xinghe AI Fabric 2.0 dirancang menggunakan arsitektur tiga lapis.
Terdiri atas Otak AI, Konektivitas AI, dan Elemen Jaringan AI Infrastruktur.
Ini mengintegrasikan fitur inti seperti Rock-Solid Architecture 2.0, StarryWing Digital Map 2.0, Hyper-Converged Fabric (HCF), serta Network Packet Load Balancing (NPLB) untuk mengoptimalkan efisiensi komputasi pusat data secara menyeluruh.
Implementasi Teknologi pada Platform O’Cloud CJ OliveNetworks
Dampak nyata penerapan teknologi jaringan pusat data Huawei dirasakan langsung oleh CJ OliveNetworks melalui pengoperasian platform O’Cloud milik perusahaan.
Kyeongseon Cha, Infra Modernization & Cloud Business Team Leader CJ OliveNetworks, mengonfirmasi bahwa platform O’Cloud berjalan di atas sakelar pusat data Huawei CloudEngine yang terintegrasi langsung dengan platform iMaster NCE.
Integrasi infrastruktur tersebut menghasilkan arsitektur jaringan multi-pusat data yang sangat tangguh dan mudah dikelola.
Fitur orkestrasi drag-and-drop berbasis runbook memungkinkan CJ OliveNetworks melakukan penyediaan layanan secara otomatis dari lapisan jaringan hingga ke lapisan layanan, sekaligus mempercepat waktu komisioning sistem.
Dukungan visualisasi melalui Peta Digital StarryWing memberikan visibilitas waktu nyata terhadap seluruh topologi jaringan multi-situs dan kondisi fungsionalitas jaringan.
Kapabilitas pemantauan komprehensif ini memudahkan tim operasional dalam mengidentifikasi titik gangguan secara presisi sehingga proses pemeliharaan harian (O&M) dapat disederhanakan.
Rangkaian diskusi dalam HNS 2026 menegaskan konsensus para pelaku industri mengenai pentingnya keandalan jaringan global lintas lokasi pusat data.
Para peserta sepakat bahwa fokus pembangunan pusat data modern harus mencakup jaminan keandalan multi-situs, otomatisasi pemeliharaan yang cerdas, serta fleksibilitas penerapan layanan secara cepat dan tepat.
Huawei mengonfirmasi komitmennya untuk terus memajukan teknologi jaringan pusat data melalui kolaborasi terbuka bersama para mitra regional di Asia Pasifik.
Baca Juga:Huawei FreeClip 2 S Usung Desain Airy C-Bridge
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing ekosistem digital perusahaan serta mendukung keberlanjutan ekonomi digital di seluruh kawasan.
















































