Di Tengah Aksi Massa, Brebes Gelar Salat Gaib untuk Almarhum Affan Kurniawan

9 hours ago 4
Di Tengah Aksi Massa, Brebes Gelar Salat Gaib untuk Almarhum Affan Kurniawan K.H. Labib Shodik memimpin salat ghaib di pendopo rumah dinas bupati Brebes bagi Alm. Afan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas Rantis Brimob.(MI/SUPARDJI RASBAN)

Di tengah ketegangan nasional dan aksi demonstrasi yang meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, menggelar sala ghaib dan doa bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas rantis Brimob. Salat ghaib dan doa, sebagai bentuk solidaritas dan penegasan sikap damai ini, digelar di rumah dinas bupati Brebes, Sabtu (30/8) sore.

Salat ghaib dan doa bersama digelkar bersamaaan saat massa mulai memadati Gedung DPRD dan Mapolres Brebes, yang melakukan unjuk rasa dengan anarkis. Mereka melempari Mako Polres Brebes dan juga gedung DPRD Brebes. Bahkan, aksi mereka menutp jalur Pantura utama Brebes, dengan juga membakar ban di tengah jalan. 

Salat ghaib dan doa yang dipimpin K.H. Labib Shodiq Suhaimi dari Ponpes Al-Hikmah I Benda, Sirampog, berlangsung khidmat dan penuh haru. Di tengah suara sirene dan kabar kerusuhan di luar, lantunan doa menggema sebagai bentuk perlawanan tanpa kekerasan. Ikut serta slat ghaib Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, jajaran pejabat daerah, tokoh agama, dan masyarakat lintas usia.

K.H. Labib menyampaikan bahwa doa bukan hanya bentuk belasungkawa, tetapi juga pernyataan sikap kolektif masyarakat Brebes. Ia menegaskan bahwa ketenangan bukan kelemahan, melainkan kekuatan spiritual yang mampu meredam amarah kolektif.

“Kalau kita cinta Brebes, ya harus bagaimana menjaga iklim kondusif dan saling menghormati,” ujar K.H. Labib 

K.H. Labib juga menyampaikan pesan kebersamaan yang menyentuh, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga keharmonisan sosial. “Pejabat harus menghormati ulama, begitu pula sebaliknya. Pejabat juga harus menghormati masyarakat, dan masyarakat pun menghormati pejabat. Ulama pun wajib saling menghormati masyarakat,” ajak K.H. Labib.

Ketua MUI Brebes, K.H. Sholahudin Masruri atau Gus Sholah, menyampaikan pesan kebangsaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bergandengan tangan menjaga kerukunan.  “Sehingga bisa mengamalkan peri kemanusiaan sesuai yang diajarkan agama kita,” ujar Gus Sholah.

Gus Sholah juga menyerukan pentingnya introspeksi dan musyawarah di tengah situasi yang memanas. Menurutnya, negara yang aman akan dilimpahi keberkahan, dan masyarakat yang saling menjaga akan menjadi benteng utama dari segala bentuk kekacauan.

“Ayo para pemimpin juga saling muhasabah. Saling bermusyawarah, dan hasilnya serahkan kepada Allah SWT,” ajaak Gus Sholah.

Sementara itu, pantauan dilapangan, demonstrasi yang diduga dilakukan oleh massa dari luar daerah berlangsung ricuh. Gedung DPRD Brebes menjadi sasaran amuk, dengan aksi pengerusakan dan pembakaran di empat titik. Massa juga sempat merangsek ke Mapolres Brebes dan merusak pagar, sebelum akhirnya dihalau dengan gas air mata oleh aparat.

Dukungan terhadap gerakan damai ini juga meluas di media sosial. Warga Brebes dan komunitas lokal ramai-ramai membagikan unggahan bertema "Bersatu Menjaga Brebes" dan "Brebes Aman Beres" dengan visual tangan saling menggenggam, latar merah-putih, dan pesan-pesan empati. Tagar seperti #DoaUntukAffan, #BrebesDamai, dan #SolidaritasTanpaKekerasan menjadi ruang digital untuk menyuarakan harapan, belasungkawa, dan komitmen menjaga ketenangan di tengah situasi nasional yang memanas.

Di tengah demonstrasi dan gejolak, Brebes menunjukkan bahwa doa bisa menjadi bentuk keberanian. Salat ghaib bukan hanya ritual, tetapi pernyataan bahwa kedamaian adalah jalan yang dipilih dengan sadar serta penuh tanggung jawab. (H-2)

Read Entire Article
Global Food