Bedol Desa Apple Berlanjut, Giliran Pentolan Pemasaran Stan Ng Mundur Setelah 31 Tahun Berkarir

6 hours ago 4

Selular.ID – Eksekutif pemasaran Apple, Stan Ng, yang mengawasi berbagai perangkat unggulan seperti Apple Watch, AirPods, inisiatif kesehatan dan rumah pintar, mengumumkan pengunduran dirinya di LinkedIn.

Kepergian Ng menandai kepergian sejumlah tokoh kunci lainnya yang memilih cabut dari raksasa Cupertino itu, dengan berbagai alasan.

Ng membagikan berita tersebut di LinkedIn pada Kamis (16/4/2026) dengan menulis: “Setelah 31 tahun di Apple, hari ini adalah hari terakhir saya”.

“Sungguh menyenangkan bekerja di Apple dan saya benar-benar menyukai apa yang saya lakukan, Terima kasih banyak kepada semua orang yang bekerja dengan saya, baik di dalam maupun di luar Apple!” , katanya.

Menurut profil LinkedIn-nya, Ng bergabung dengan Apple pada 1995 sebagai insinyur sistem senior, sebelum Steve Jobs kembali memimpin perusahaan dua tahun kemudian.

Ia kemudian beralih ke peran produk untuk Mac sebelum menjadi salah satu eksekutif pemasaran kunci di balik peluncuran iPod generasi pertama.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Stan Ng, VP produk untuk Apple Watch, AirPods, kesehatan, dan rumah, kemudian mengawasi pemasaran untuk iPhone dan Apple Watch sebelum pemasaran inisiatif rumah ditambahkan ke tanggung jawabnya pada 2021.

Kepergian Ng menambah spekulasi apa yang sesungguhnya tengah terjadi dalam tubuh Apple. Pasalnya, mundurnya Ng terjadi di tengah pertumbuhan Apple yang gilang gemilang.

Di tengah kerasnya kompetisi dengan para raksasa teknologi lainnya, Apple mencapai hasil keuangan rekor pada tahun fiskal 2025 (berakhir 27 September 2025).

Perusahaan yang didirikan oleh legenda teknologi Steve Jibs itu, melaporkan total pendapatan sebesar $416 miliar, yang mewakili pertumbuhan sekitar 6% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan iPhone yang kuat (sekitar $209 miliar) dan divisi layanan yang berkembang pesat, dengan instalasi perangkat aktif mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga: Apple Siapkan Desain Baru iPhone Air 2 dan iPhone 18e

Ilustrasi terkait Apple

Apple Tengah Dilanda Bedol Desa

Tak dapat dipungkiri, saat ini Apple sedang menjalani perombakan eksekutif paling ekstensif dalam sejarah. Memberikan tekanan yang tak ringan bagi CEO Apple Tim Cook yang sudah memimpin perusahaan sejak 24 Agustus 2011.

Perusahaan mengalami gelombang kepergian para pemimpin senior yang menandai penataan ulang manajemen paling signifikan perusahaan sejak pendiri dan CEO visionernya, Steve Jobs, wafat pada 5 Oktober 2011.

Eksodus kepemimpinan ini mencakup divisi-divisi penting mulai dari kecerdasan buatan hingga desain, urusan hukum, kebijakan lingkungan, dan operasional, yang akan berdampak besar pada arah Apple di masa mendatang.

Pada Kamis (4/12/2025), Apple mengumumkan bahwa Lisa Jackson, Wakil Presiden bidang lingkungan, kebijakan, dan inisiatif sosial, serta Kate Adams, penasihat umum perusahaan, akan pensiun pada 2026.

Sebelumnya, Kepala AI John Giannandrea mengumumkan pengunduran dirinya pada awal Desember. Posisi Giannandrea  digantikan oleh Amar Subramanya, yang memimpin strategi dan upaya pengembangan AI di Google selama sekitar 16 tahun sebelum sempat bekerja sebentar di Microsoft.

Pemimpin desainnya, Alan Dye, yang mengambil alih desain antarmuka pengguna Apple yang sangat penting setelah Jony Ive meninggalkan perusahaan pada 2019, telah direkrut oleh Meta milik Mark Zuckerberg pada akhir November 2025.

Skala pergantian personel ini belum pernah terjadi sebelumnya di era Tim Cook.

Pada Juli tahun lalu, Jeff Williams, COO Apple, yang telah lama dianggap sebagai penerus Cook sebagai CEO, memutuskan untuk pensiun setelah 27 tahun bersama perusahaan.

Sebulan kemudian, CFO Apple, Luca Maestri, juga memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Dan divisi desain, yang baru saja kehilangan Dye, juga kehilangan Billy Sorrentino, seorang direktur desain senior, yang pindah ke Meta bersama Dye.

Situasi semakin bergejolak bagi tim AI Apple, pasalnya Ruoming Pang, yang memimpin tim model dasar AI, memutuskan pindah ke Meta pada Juli dan membawa sekitar 100 insinyur bersamanya.

Seperti halnya Pang, Ke Yang, yang memimpin pencarian web berbasis AI untuk Siri, dan Jian Zhang, pemimpin robotika AI Apple, juga pindah ke Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram.

Di sisi lain, Tim Cook juga dihadapkan pada spekulasi menyangkut kelanjutan karirnya sebagai orang nomor satu di Apple.

Meski demikian, Cook menegaskan ia tidak berencana untuk meninggalkan pucuk pimpinan perusahaan dalam waktu dekat.

Dalam sebuah sesi wawancara di Good Morning America pada Maret lalu, Cook menanggapi spekulasi tentang pensiunnya, dan menyebut laporan bahwa ia sedang bersiap untuk mundur sebagai “hanya rumor.”

Komentar tersebut muncul setelah Financial Times melaporkan tahun lalu bahwa Apple mungkin sedang mempersiapkan kepergian Cook paling cepat pada 2026.

Namun, seiring berjalannya tahun, sikap dan pernyataan Cook menunjukkan tidak ada transisi kepemimpinan yang akan segera terjadi.

Ketika ditanya langsung tentang apakah ia berencana untuk “mundur sedikit,” Cook dengan cepat mengklarifikasi bahwa klaim tersebut tidak akurat.

“Saya tidak mengatakan itu. Itu hanya rumor”, tegasnya kepada pewawancara Michael Strahan.

Baca Juga: Ini 4 Fitur Baru Apple Intelligence di iOS 27

Read Entire Article
Global Food