Selular.ID – Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, terdapat beberapa negara yang paling maju dalam perlombaan AI saat ini.
Persaingan ini tidak lagi sekadar soal teknologi, tetapi juga menyangkut ekonomi dan geopolitik dunia.
Sebuah laporan terbaru yang dirilis TRG Datacenters mengungkap fakta menarik.
Hasilnya ternyata tidak sepenuhnya sesuai prediksi banyak orang.
Baca juga:
- Apple Mulai Naikkan Harga Mac dan iPad di Asia
- Pasar Game Indonesia Raup Rp34 Triliun Pertahun, Namun Pengembang Lokal Tak Sampai 1%
Anda mungkin akan terkejut melihat negara mana yang justru unggul.
Penasaran Negara yang Paling Maju dalam Perlombaan AI? Selular telah merangkum 10 negara dengan teknologi AI yang paling maju.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat tetap menjadi negara paling dominan di dunia AI tahun ini.
Negara ini memiliki kapasitas komputasi setara hampir 39,7 juta chip H100 dan kapasitas energi tertinggi mencapai 19,8 ribu megawatt.
Kombinasi daya komputasi dan energi inilah yang membuat AS sulit dikejar.
Keunggulan ini bukan kebetulan. Infrastruktur data center raksasa dan investasi swasta yang masif menjadi fondasi utamanya.
Wajar jika banyak pihak masih menjadikan AS sebagai patokan utama kemajuan AI global.
2. Uni Emirat Arab
Fakta ini adalah bagian paling menarik dari laporan tersebut.
Uni Emirat Arab menempati posisi kedua dengan kapasitas komputasi sekitar 23,1 juta setara H100, mengalahkan banyak negara yang lebih dikenal sebagai pusat teknologi.
3. Arab Saudi
Sementara itu, Arab Saudi menyusul di posisi ketiga dengan sekitar 7,2 juta setara H100.
Selain Uni Emirat Arab, Arab Saudi juga menggelontorkan kekayaan minyaknya untuk membangun infrastruktur AI raksasa.
4. Korea Selatan
Korea Selatan berada di posisi keempat dengan kapasitas sekitar 5,1 juta setara H100.
Tingkat keterlibatan tenaga kerjanya terhadap AI juga tergolong tinggi.
5. Prancis
Kemudian Prancis menempati posisi kelima berkat 18 klaster data dan sumber daya chip yang kuat.
Bahkan kemampuan kecerdasan buatan milik Prancis disebut unggul dalam jumlah chip AI dibanding China hingga India.
6. India
Sementara itu, India melengkapi posisi keenam dengan delapan klaster dan ekosistem AI yang tumbuh pesat.
Pertumbuhan ini sejalan dengan derasnya investasi teknologi di negara tersebut belakangan ini.
7. China
Meski China punya klaster AI terbanyak di dunia dengan 230 klaster, tetapi kenyataannya bukan penguasa komputasi
Sayangnya, dari sisi kapasitas komputasi, China hanya menempati posisi ketujuh akibat efisiensi energi dan perangkat keras yang masih tertinggal.
Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya infrastruktur tidak otomatis berarti unggul.
Kuantitas klaster saja belum cukup tanpa dukungan energi dan efisiensi chip yang memadai.
Inilah mengapa peringkat AI dunia bisa sangat berbeda dari yang dibayangkan banyak orang.
Posisi Kedelapan hingga Sepuluh
Inggris, Finlandia, dan Jerman melengkapi posisi delapan hingga sepuluh dalam daftar ini.
Ketiganya tetap diperhitungkan lewat kebijakan AI nasional dan ekosistem industri yang matang, meski kapasitas komputasinya tergolong sedang.
Jerman sendiri cukup mengejutkan karena hanya menempati posisi kesepuluh, padahal negara ini dikenal sebagai kekuatan industri tradisional Eropa.
Bukan Sekadar Soal Komputer dan Chip
Penting untuk Anda pahami bahwa kekuatan komputasi bukan satu-satunya penentu kemajuan AI sebuah negara.
Talenta AI, adopsi industri, regulasi pemerintah yang mendukung, dan ekosistem startup juga berperan besar.


















































