Selular.ID –XLSmart mengalokasikan investasi sebesar Rp1,29 triliun untuk pengembangan jaringan 4G dan 5G sepanjang tahun 2026.
Dana tersebut dialokasikan secara spesifik untuk memperkuat infrastruktur jaringan serta membeli tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Shurish Subbramaniam, Direktur dan Chief Technology Officer (CTO) XLSmart, , menjelaskan bahwa alokasi modal ini dirancang untuk menjawab lonjakan kebutuhan trafik data sekaligus menjamin keandalan sinyal.
Integrasi menara dan penambahan spektrum frekuensi baru menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas konektivitas secara merata di berbagai wilayah operasional.
“Integrasi jaringan berjalan bersamaan dengan pembangunan menara baru, ekspansi 4G, dan pengembangan 5G. Target awal kami adalah 50 kota, namun kini kami membidik perluasan hingga lebih dari 88 hingga 100 kota,” ujar Shurish, di Jakarta, (03/08/26).
Langkah strategis ini diambil guna mendukung ekspansi layanan Ultra 5G+ serta meningkatkan pengalaman konektivitas digital bagi para pengguna di berbagai daerah.
Investasi bernilai triliunan rupiah tersebut mencakup tiga pilar pengembangan infrastruktur yang berjalan secara paralel.
Perusahaan memfokuskan integrasi jaringan menara, pembangunan menara baru, perluasan jangkauan 4G, serta penggelaran BTS 5G secara agresif.
Melalui alokasi dana ini, XLSmart merevisi target perluasan jaringan 5G dari yang semula 50 kota menjadi lebih dari 88 hingga 100 kota di seluruh Indonesia.
Keunggulan Teknis dan Spesifikasi Layanan Ultra 5G+
Pengembangan layanan generasi kelima milik XLSmart ini ditopang oleh pengoperasian hampir 13.000 Base Transceiver Station (BTS) 5G aktif di seluruh Indonesia.
Berbeda dari koneksi 5G standar yang hanya meningkatkan kecepatan secara umum, layanan Ultra 5G+ menerapkan alokasi lebar pita khusus (dedicated bandwidth).
Mekanisme ini memungkinkan sistem memberikan garansi kecepatan akses data hingga 500 Mbps kepada pengguna.
Faisal Farrid, Head Retail Propositions XLSmart menyampaikan bahwa diferensiasi utama Ultra 5G+ terletak pada ketersediaan alokasi pita frekuensi yang tidak terbagi dengan trafik lain.
Hal ini memberikan kestabilan jaringan yang tinggi saat digunakan untuk menjalankan aplikasi berat, pemrosesan kecerdasan artifisial (AI), hingga game daring berlatensi rendah.
“Selain peningkatan kecepatan, ekosistem Ultra 5G+ juga dilengkapi dengan fitur Auto 5G. Fitur ini memungkinkan perangkat pelanggan langsung terhubung ke kecepatan maksimal tanpa perlu melewati konfigurasi paket yang rumit,”terang Faisal.
Paket ini turut dibundel dengan nilai tambah seperti Kuota Ganda 5G (Double 5G Quota), layanan bebas jelajah (free roaming) di sembilan negara, akses Google Gemini selama enam bulan, serta pusat hiburan digital (Entertainment Hub).
Prospek Pertumbuhan
Pengemasan seluruh keunggulan teknis ke dalam satu portofolio produk Ultra 5G+ menjadi bagian dari strategi monetisasi XLSmart.
Perusahaan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mendapatkan seluruh kebutuhan konektivitas dalam satu paket terpadu tanpa perlu berlangganan banyak layanan secara terpisah.
Secara statistik internal, adopsi layanan Ultra 5G+ terbukti mendorong peningkatan konsumsi data serta pertumbuhan jumlah pengguna aktif.
Peningkatan kualitas pengalaman konektivitas yang dirasakan pengguna secara langsung memicu pertumbuhan bisnis perusahaan secara alami.
Nilai investasi Rp1,29 triliun ini diproyeksikan masih dapat terus bertambah sesuai dengan dinamika pertumbuhan bisnis, penambahan jumlah pelanggan, serta tuntutan kapasitas jaringan di masa depan.
Baca Juga:Tinggalkan Para Pesaing, XLSmart Unggul Jadi Pemilik Jaringan Terbaik Indonesia 2026
Penguatan infrastruktur secara berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung percepatan ekosistem digital nasional secara inklusif.

















































