Selular.ID – XLSMART bersama ZTE Corporation secara resmi meluncurkan layanan komersial XL Ultra 5G+ di Surabaya pada 12 Maret 2026.
Peluncuran ini menandai implementasi jaringan 5G dengan pendekatan blanket coverage berskala nasional pertama di Indonesia, yang dirancang untuk menghadirkan konektivitas 5G berkecepatan tinggi secara lebih merata di berbagai wilayah.
Jaringan tersebut juga memperoleh pengakuan dari Ookla sebagai “The Fastest 5G Network in Indonesia, H2 2025”, berdasarkan analisis performa jaringan pada paruh kedua 2025.
Sertifikasi tersebut mengacu pada pengujian kecepatan jaringan yang dilakukan melalui platform pengukuran global milik Ookla.
Dalam kemitraan ini, ZTE berperan sebagai mitra teknologi strategis yang menyediakan solusi infrastruktur jaringan, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga optimalisasi performa jaringan.
Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat kapabilitas jaringan XLSMART sekaligus mendukung komersialisasi layanan 5G yang lebih luas di Indonesia.
Layanan XL Ultra 5G+ mengadopsi strategi blanket coverage, yaitu pendekatan pembangunan jaringan yang berupaya menghadirkan cakupan 5G secara menyeluruh dalam suatu area layanan.
Model ini berbeda dari pendekatan awal 5G di banyak negara yang biasanya dimulai dari titik-titik hotspot tertentu. Melalui strategi tersebut, pelanggan di berbagai wilayah diharapkan dapat mengakses jaringan 5G dengan kualitas yang lebih konsisten.
Pada acara peluncuran komersial di Surabaya, pengujian jaringan menunjukkan kecepatan unduh (downlink) puncak hingga 769 Mbps, dengan rata-rata pengalaman pengguna melampaui 500 Mbps.
Kecepatan tersebut memungkinkan berbagai layanan digital berkapasitas tinggi, termasuk streaming video resolusi 4K hingga 8K, cloud gaming, serta aplikasi berbasis augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).
Pengembangan jaringan 5G XLSMART dilakukan melalui perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dengan jaringan 4G yang sudah ada.
Hingga Januari 2026, kolaborasi antara XLSMART dan ZTE telah menyelesaikan pembangunan jaringan 5G di 24 dari total 33 kota 5G yang menjadi target implementasi awal operator tersebut.
Beberapa kota yang telah menjadi bagian dari implementasi jaringan 5G ini antara lain Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, dan Balikpapan.
Wilayah tersebut mewakili lima kawasan utama di Indonesia yang menjadi prioritas pengembangan jaringan generasi kelima.

Dalam proyek tersebut, kedua perusahaan juga melakukan modernisasi jaringan yang lebih luas.
Lebih dari 20.000 BTS 4G telah diintegrasikan dan ditingkatkan kemampuannya untuk mendukung koordinasi jaringan dengan lebih dari 7.000 BTS 5G baru yang dibangun dalam tahap awal penggelaran.
Integrasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi sekaligus mendukung transisi menuju jaringan konvergensi 4G dan 5G.
Model konvergensi jaringan ini memungkinkan operator memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada secara lebih optimal. Dengan koordinasi antara jaringan 4G dan 5G, operator dapat meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus menjaga stabilitas layanan di area dengan trafik data tinggi.
Implementasi jaringan 5G tersebut juga diuji dalam skenario penggunaan dengan trafik besar. Salah satunya saat penyelenggaraan festival musik XL Ultraverse Festival di Surabaya yang dihadiri puluhan ribu pengunjung.
Dalam acara tersebut, ZTE menerapkan target operasional “Double Beyond and Double Zero”, yaitu standar layanan yang menargetkan kinerja jaringan melampaui ekspektasi pelanggan sekaligus meminimalkan keluhan layanan.

Selama festival berlangsung, lebih dari 10.000 pengguna tercatat terhubung secara bersamaan ke jaringan.
Pengunjung memanfaatkan koneksi tersebut untuk berbagai aktivitas digital seperti live streaming definisi tinggi, komunikasi real-time lintas kota, hingga permainan daring.
Untuk memastikan kualitas layanan tetap stabil, ZTE menggunakan sejumlah perangkat pemantauan jaringan berbasis digital seperti Mongoose dan VMAX.
Sistem tersebut memungkinkan operator memonitor status perangkat, performa jaringan, serta pengalaman pengguna secara real-time.
Teknologi tersebut juga memanfaatkan analitik berbasis kecerdasan buatan untuk melakukan optimalisasi jaringan secara proaktif.
Kolaborasi antara XLSMART dan ZTE menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, khususnya dalam adopsi teknologi 5G.
Selain mendukung layanan komunikasi konsumen, jaringan 5G juga diproyeksikan membuka peluang pemanfaatan baru di sektor industri, termasuk manufaktur, logistik, layanan kesehatan, hingga kota pintar.
Melalui pengembangan jaringan yang lebih luas dan integrasi teknologi cerdas dalam operasionalnya, kedua perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus memperluas implementasi 5G di Indonesia serta meningkatkan kualitas jaringan digital yang mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Baca Juga: 7 HP Murah Setara Samsung A07 5G, Harga Terjangkau dan Jaringan 5G
















































