Selular.ID – Indodax resmi menjalin kerja sama strategis dengan Chainalysis untuk memperkuat standar keamanan, kepatuhan, dan manajemen risiko di industri aset kripto Indonesia.
Kolaborasi yang diumumkan di Jakarta pada 11 Juni 2026 ini dilakukan di tengah meningkatnya tuntutan terhadap pengawasan transaksi aset digital yang semakin kompleks dan terhubung dengan ekosistem global.
Sebagai salah satu bursa kripto berizin di Indonesia, Indodax mengimplementasikan solusi Chainalysis Crypto Compliance guna meningkatkan kemampuan pemantauan aktivitas on-chain secara real-time.
Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengidentifikasi, menganalisis, serta memitigasi potensi risiko transaksi dengan lebih cepat dan akurat, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap pengguna.
Kerja sama ini mencerminkan perubahan lanskap industri aset digital yang kini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah pengguna dan volume transaksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, kepatuhan regulasi, dan sistem pengawasan risiko yang sejalan dengan standar internasional.
CEO Indodax, William Sutanto, mengatakan bahwa penguatan infrastruktur kepatuhan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun industri aset kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Industri kripto saat ini berkembang sangat pesat sebagai respons terhadap standar global. Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, kami tidak hanya dituntut untuk bertumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga untuk memperkuat sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna. Kolaborasi kami dengan Chainalysis menjadi langkah strategis untuk memastikan Indodax tetap berada di garis depan dalam menerapkan standar keamanan dan kepatuhan di tengah industri kripto yang semakin kompleks,” ujar William.
Menurut William, kepercayaan pengguna menjadi fondasi utama dalam industri aset digital. Oleh karena itu, pertumbuhan industri harus dibangun melalui transparansi, tata kelola yang baik, dan kemampuan mitigasi risiko yang kuat.
“Kepercayaan pengguna merupakan fondasi utama dalam industri ini. Kami percaya pertumbuhan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan harus dibangun di atas transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Melalui implementasi Chainalysis Crypto Compliance, Indodax dapat melakukan pemantauan terhadap transaksi blockchain secara lebih mendalam.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi pola aktivitas mencurigakan, memberikan peringatan dini terhadap potensi risiko, serta mendukung proses investigasi internal apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Chainalysis sendiri dikenal sebagai salah satu penyedia platform data blockchain terbesar di dunia.
Perusahaan tersebut menyediakan solusi investigasi, kepatuhan, dan market intelligence berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh instansi pemerintah, lembaga keuangan, bursa aset digital, hingga perusahaan keamanan siber di lebih dari 70 negara.
Teknologi yang dikembangkan Chainalysis telah dimanfaatkan untuk membantu berbagai institusi global dalam menangani kasus kejahatan siber berskala besar, termasuk pelacakan transaksi aset digital yang terkait dengan aktivitas ilegal.
Kehadiran solusi blockchain intelligence dinilai semakin penting seiring meningkatnya adopsi aset kripto di berbagai negara.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam tingkat adopsi aset kripto.
Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 103 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar potensial, tetapi telah menjadi salah satu pemain utama dalam perkembangan industri aset digital di kawasan Asia.
Pertumbuhan yang cepat ini juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait penguatan sistem pengawasan dan perlindungan investor.
Regional Director ASEAN Chainalysis, Diederik Van Wersch, menilai perkembangan industri yang pesat perlu diimbangi dengan kemampuan pemantauan risiko yang lebih canggih.
“Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin mumpuni. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real-time sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat dan akurat. Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun fondasi tersebut dan bangga dapat mendukungnya melalui teknologi serta keahlian yang kami miliki untuk membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan,” kata Diederik.
Selain memperkuat pengawasan transaksi, Indodax menargetkan peningkatan efisiensi operasional di bidang kepatuhan melalui kolaborasi ini.
Proses investigasi internal diharapkan menjadi lebih cepat, sementara kemampuan perusahaan dalam mendeteksi serta memitigasi aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain dapat ditingkatkan.
Langkah Indodax menggandeng Chainalysis juga mencerminkan arah perkembangan industri kripto global yang semakin menempatkan kepatuhan sebagai elemen strategis.
Di tengah meningkatnya ekspektasi regulator dan pengguna terhadap keamanan aset digital, investasi pada teknologi blockchain intelligence menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga integritas pasar.
Kolaborasi ini sekaligus mempertegas bahwa pertumbuhan industri kripto Indonesia tidak hanya ditentukan oleh tingginya adopsi masyarakat, tetapi juga oleh kesiapan pelaku industri dalam membangun ekosistem yang aman, transparan, dan selaras dengan standar regulasi internasional yang terus berkembang.

















































