Selular.ID – TransTRACK bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan untuk mengimplementasikan teknologi Global Positioning System (GPS) pada 244 armada Angkutan Trans Siswa di Bali.
Implementasi yang diumumkan di Tabanan pada 25 Juli 2026 ini menjadi bagian dari Program Ayo Selamat Sekolah, yang memadukan pemanfaatan teknologi pemantauan kendaraan dengan peningkatan kesiapan pengemudi guna mendukung layanan transportasi pelajar yang lebih aman, transparan, dan akuntabel.
Melalui implementasi tersebut, seluruh armada Trans Siswa yang melayani 103 trayek di 10 kecamatan kini dapat dipantau secara real-time oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan.
Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memonitor posisi kendaraan, riwayat perjalanan, serta kepatuhan terhadap rute resmi sebagai bagian dari pengawasan operasional angkutan sekolah gratis bagi pelajar SD dan SMP.
Program ini juga melibatkan sejumlah instansi lain, di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Selain pemasangan perangkat GPS, sebanyak 244 pengemudi mengikuti pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari persiapan operasional menjelang tahun ajaran baru.
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus dalam penguatan sistem transportasi pelajar di Kabupaten Tabanan.
Perangkat GPS yang dipasang TransTRACK terhubung langsung dengan pusat kendali Dinas Perhubungan sehingga setiap kendaraan dapat dipantau dari jarak jauh.
Melalui sistem tersebut, petugas dapat mengetahui lokasi armada secara langsung, merekam histori perjalanan, serta memastikan kendaraan tetap beroperasi sesuai trayek yang telah ditetapkan.
Data perjalanan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan disiplin pengemudi, mencegah penyimpangan rute, sekaligus memperkuat transparansi layanan kepada masyarakat.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi telematika menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi, khususnya bagi pelajar.
“Keselamatan transportasi, khususnya bagi pelajar, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu didukung melalui pemanfaatan teknologi. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mengadopsi solusi telematika sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi sekolah yang lebih aman, transparan, dan modern. Dengan visibilitas armada secara real-time, pengelolaan operasional dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anggia Meisesari.
Ia menambahkan bahwa data yang dihasilkan perangkat GPS tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan lokasi kendaraan, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam melakukan pengawasan berbasis data.
“GPS memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas kendaraan di lapangan sehingga pengawasan dapat dilakukan berdasarkan data perjalanan yang akurat. Ketika teknologi ini dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, dan edukasi keselamatan, kita dapat membangun perlindungan yang lebih menyeluruh bagi pelajar maupun pengemudi,” katanya.
Menurut TransTRACK, implementasi di Kabupaten Tabanan merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam mendorong digitalisasi operasional transportasi melalui teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
Selain menyediakan solusi GPS untuk pemantauan kendaraan, perusahaan juga memiliki Driver Monitoring System berbasis AI.
Sistem ini dirancang untuk membantu mendeteksi perilaku berkendara yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, seperti indikasi kelelahan, hilangnya konsentrasi, maupun distraksi saat mengemudi.

Teknologi tersebut melengkapi fungsi GPS yang berfokus pada pelacakan posisi kendaraan dan kepatuhan terhadap rute.
Kombinasi keduanya diharapkan dapat membantu operator maupun pemerintah daerah meningkatkan kualitas pengawasan operasional armada secara lebih menyeluruh.
Implementasi teknologi ini juga dilakukan di tengah masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, sepanjang 2025 terjadi 8.498 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 261 korban meninggal dunia, 67 korban luka berat, dan 8.649 korban luka ringan.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyebut faktor manusia atau human error, seperti kelalaian pengemudi dan pelanggaran lalu lintas, masih menjadi penyebab utama kecelakaan di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya penerapan sistem pemantauan kendaraan yang mampu mendukung pengawasan operasional secara lebih efektif.
Anggia Meisesari menilai pemanfaatan data GPS harus menghasilkan langkah pengawasan yang nyata sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan keselamatan transportasi.
“Data GPS perlu diterjemahkan menjadi langkah pengawasan dan evaluasi yang konkret. Tujuan akhirnya adalah membantu pengemudi bekerja dengan lebih disiplin, mendukung pemerintah mengambil keputusan berbasis data, serta memastikan setiap pelajar dapat mencapai tujuannya dengan selamat,” ujarnya.
Ke depan, TransTRACK menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan solusi telematika yang mendukung sistem transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Implementasi teknologi GPS pada armada Trans Siswa di Kabupaten Tabanan menjadi salah satu contoh penerapan digitalisasi transportasi berbasis data yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat keselamatan operasional angkutan pelajar di Indonesia.
Baca Juga: Peran Logistik Kian Diandalkan, Fox Logger Sediakan Tracking System Berbasis IoT
















































