Google Tambahkan Login Akun Menggunakan Video Selfie

3 hours ago 3

Selular.ID – Google memperkenalkan Selfie Video, metode baru untuk masuk (sign-in) dan memulihkan akses ke Google Account menggunakan video selfie.

Fitur ini menjadi opsi tambahan bagi pengguna yang kehilangan akses ke kata sandi, ponsel utama, atau metode autentikasi lain.

Peluncuran dilakukan secara bertahap untuk akun yang memenuhi syarat dan menjadi bagian dari upaya Google memperluas pilihan autentikasi yang aman sekaligus fleksibel.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat merekam video pendek yang menampilkan wajah dari beberapa sudut dengan mengikuti instruksi gerakan kepala di layar.

Video ini disimpan setelah pengguna memberikan persetujuan dan nantinya digunakan sebagai referensi ketika proses verifikasi identitas diperlukan untuk mengakses kembali akun Google.

Google menjelaskan bahwa Selfie Video tidak menggantikan metode keamanan yang sudah ada, seperti passkey, nomor telepon pemulihan, email pemulihan, maupun recovery contacts.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Sebaliknya, fitur ini melengkapi lapisan keamanan yang telah tersedia sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan jika tidak dapat menggunakan metode autentikasi utama.

Google menyebut akun digital kini menyimpan berbagai informasi penting, mulai dari email, dokumen, foto hingga data layanan lainnya.

Karena itu, perusahaan terus mengembangkan mekanisme autentikasi yang tidak hanya memudahkan pengguna mendapatkan kembali akses ke akun, tetapi juga mampu menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Untuk mengaktifkan Selfie Video, pengguna harus terlebih dahulu membuka pengaturan Google Account, kemudian masuk ke menu Security & sign-in dan memilih opsi Selfie video apabila fitur tersebut sudah tersedia pada akun mereka.

Proses perekaman dilakukan melalui kamera perangkat dengan mengikuti serangkaian instruksi sederhana agar sistem memperoleh beberapa sudut wajah pengguna.

Saat pengguna mengalami kendala masuk ke akun di kemudian hari, Google akan meminta perekaman video selfie baru.

Sistem kemudian membandingkan video terbaru dengan video referensi yang telah disimpan sebelumnya untuk memastikan identitas pengguna sesuai.

Google menyatakan proses tersebut dilengkapi teknologi liveness detection, yaitu mekanisme yang bertujuan memastikan video diambil secara langsung oleh manusia, bukan menggunakan foto statis, rekaman lama, maupun video hasil manipulasi.

Pengguna juga diminta melakukan gerakan kepala tertentu selama proses verifikasi sebagai bagian dari pemeriksaan keaslian.

Selain pemeriksaan liveness, Google menggabungkan berbagai lapisan keamanan lain untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mengurangi risiko penyalahgunaan teknologi seperti deepfake, yakni video sintetis yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan untuk menyerupai wajah seseorang.

Perusahaan menyatakan sistem autentikasi tidak hanya mengandalkan pencocokan wajah, tetapi juga mengombinasikannya dengan mekanisme keamanan yang telah digunakan pada layanan Google selama ini.

Dari sisi privasi, Google menegaskan video selfie disimpan dalam kondisi terenkripsi (encrypted at rest) dan hanya digunakan untuk membantu proses masuk ke akun, kecuali apabila pengguna secara sukarela memberikan izin tambahan untuk tujuan lain.

Pengguna juga dapat menghapus video tersebut kapan saja melalui pengaturan akun Google.

Google juga memberikan batasan terkait ketersediaan fitur. Berdasarkan dokumentasi resminya, Selfie Video belum tersedia untuk seluruh wilayah, jenis akun, maupun perangkat.

Selain itu, akun Google Workspace, akun anak (Child Account), serta akun yang mengikuti program Advanced Protection Program belum dapat menggunakan metode autentikasi ini.

Peluncuran Selfie Video mencerminkan arah pengembangan sistem keamanan digital yang semakin mengandalkan biometrik sebagai pelengkap kata sandi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Google telah memperkenalkan passkey, recovery contacts, dan berbagai teknologi autentikasi modern untuk mengurangi ketergantungan pada kata sandi tradisional yang lebih rentan terhadap pencurian maupun serangan phishing.

Bagi pengguna, keberadaan metode baru ini dapat menjadi cadangan apabila perangkat utama hilang atau akses ke metode verifikasi lain tidak lagi tersedia.

Namun, fitur tersebut harus diaktifkan lebih dahulu sebelum pengguna kehilangan akses ke akun. Google menegaskan Selfie Video tidak dapat ditambahkan ketika proses pemulihan akun sudah berlangsung.

Melalui penambahan Selfie Video, Google memperluas portofolio metode autentikasi untuk Google Account dengan menggabungkan verifikasi biometrik, enkripsi data, serta teknologi pendeteksi keaslian video.

Fitur ini diluncurkan secara bertahap kepada pengguna yang memenuhi persyaratan dan melengkapi strategi perusahaan dalam meningkatkan keamanan akses akun di tengah meningkatnya ancaman siber dan penyalahgunaan identitas digital.

Baca Juga: Venice Film Festival Jadi Ajang Peluncuran Infinix Zero 30 Series, Unggulkan 50 MP Selfie Camera dan Video 40K

Read Entire Article
Global Food