Xiaomi Siapkan Privacy Display, Layar Bisa Sembunyikan Isi Chat

6 hours ago 3

Selular.ID – Xiaomi dikabarkan tengah mengembangkan fitur privacy display berbasis software yang dirancang untuk melindungi tampilan layar smartphone dari pandangan orang di sekitar pengguna.

Teknologi tersebut disebut tidak memerlukan lapisan hardware tambahan seperti privacy screen konvensional dan kemungkinan akan diintegrasikan langsung melalui sistem operasi HyperOS.

Berdasarkan bocoran tersebut, Xiaomi disebut sedang menguji sistem perlindungan layar yang dapat membatasi sudut pandang tampilan agar konten di layar lebih sulit dilihat dari samping.

Pendekatan software-based privacy display menjadi menarik karena berbeda dengan teknologi privacy filter tradisional yang biasanya menggunakan lapisan fisik tambahan pada panel layar.

Pada metode konvensional, layar akan terlihat lebih gelap atau menyempit sudut pandangnya secara permanen, yang kerap berdampak pada kualitas visual dan tingkat kecerahan.

Jika dikembangkan sepenuhnya melalui software, Xiaomi berpotensi menghadirkan fitur privasi yang lebih fleksibel dan dapat diaktifkan sesuai kebutuhan pengguna.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Teknologi seperti ini juga memungkinkan sistem bekerja secara dinamis berdasarkan kondisi tertentu, misalnya ketika aplikasi perbankan, pesan pribadi, atau dokumen sensitif sedang dibuka.

Laporan Android Central menyebut fitur tersebut ditemukan dalam kode pengembangan software Xiaomi.

Meski belum diumumkan resmi, indikasi tersebut memperlihatkan perusahaan mulai memperluas fokus HyperOS ke aspek keamanan visual dan perlindungan privasi pengguna.

Privasi digital memang menjadi salah satu fokus utama industri smartphone dalam beberapa tahun terakhir.

Selain perlindungan data cloud dan enkripsi perangkat, vendor mulai memperhatikan keamanan visual atau visual privacy, terutama di ruang publik seperti transportasi umum, kantor terbuka, dan area publik lainnya.

Fenomena “shoulder surfing” atau pencurian informasi dengan mengintip layar pengguna menjadi salah satu alasan meningkatnya kebutuhan privacy display.

Risiko ini semakin relevan karena smartphone kini digunakan untuk aktivitas sensitif seperti mobile banking, autentikasi digital, dokumen kerja, hingga komunikasi pribadi.

Xiaomi bukan satu-satunya perusahaan yang mengeksplorasi teknologi perlindungan layar.

Sejumlah vendor laptop dan smartphone sebelumnya telah menghadirkan privacy mode berbasis hardware maupun software, namun implementasinya masih terbatas dan belum menjadi fitur standar di perangkat mobile.

Pendekatan berbasis software dinilai memiliki beberapa keuntungan dari sisi biaya produksi dan fleksibilitas pembaruan.

Vendor dapat mengembangkan fitur melalui update sistem operasi tanpa harus mengubah desain panel layar atau komponen hardware utama.

HyperOS sendiri menjadi platform penting bagi strategi software Xiaomi sejak mulai menggantikan MIUI.

Sistem operasi tersebut dirancang untuk menyatukan ekosistem smartphone, tablet, wearable, kendaraan listrik, hingga perangkat Internet of Things (IoT) dalam satu platform terintegrasi.

Dalam pengembangan HyperOS, Xiaomi juga mulai memperkuat integrasi AI dan keamanan sistem.

Tren ini sejalan dengan arah industri teknologi global yang semakin fokus pada AI on-device, keamanan data personal, serta perlindungan privasi pengguna di perangkat mobile.

Jika privacy display berbasis software berhasil diterapkan secara efektif,

Xiaomi berpotensi menghadirkan solusi berbeda dibanding privacy filter tradisional yang sering mengurangi kualitas tampilan layar.

Teknologi software memungkinkan pengaturan dilakukan lebih adaptif berdasarkan sudut pandang, aktivitas aplikasi, maupun perilaku pengguna.

Meski demikian, hingga akhir Mei 2026 Xiaomi belum memberikan konfirmasi resmi terkait fitur tersebut.

Belum diketahui pula apakah teknologi privacy display nantinya akan hadir eksklusif di perangkat flagship atau tersedia lebih luas melalui pembaruan HyperOS.

Kemunculan fitur ini memperlihatkan bahwa persaingan smartphone modern tidak lagi hanya berfokus pada kamera, chipset, dan baterai.

Aspek privasi visual dan keamanan penggunaan sehari-hari mulai menjadi bagian penting dari pengembangan pengalaman pengguna di perangkat mobile premium.

Baca Juga:Redmi K100 Pro Bocor, Xiaomi Siapkan Layar 2K Flat OLED 

Perubahan tersebut juga menunjukkan bagaimana vendor smartphone kini mencoba merespons meningkatnya kesadaran pengguna terhadap keamanan digital.

Terutama ketika perangkat mobile semakin sering digunakan untuk aktivitas personal dan profesional yang bersifat sensitif.

Read Entire Article
Global Food