Selular.ID – Xiaomi mencatat respons pasar yang kuat terhadap dua mobil listrik extended-range electric vehicle (EREV) terbarunya, Xiaomi N7 dan Xiaomi N9.
Perusahaan mengumumkan bahwa total reservasi untuk kedua model tersebut telah melampaui 100.000 unit hanya dalam waktu singkat setelah pemesanan dibuka di China.
Pencapaian ini menjadi indikator awal tingginya minat konsumen terhadap strategi ekspansi Xiaomi di industri kendaraan listrik.
Data yang disampaikan Xiaomi menunjukkan model SUV Xiaomi N7 menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 80.000 reservasi, sementara Xiaomi N9 telah mengumpulkan lebih dari 20.000 reservasi.
Reservasi tersebut merupakan pemesanan awal yang dilakukan pelanggan sebelum proses pembelian final dan bukan angka pengiriman kendaraan.
Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Xiaomi sebagai pemain baru yang mampu menarik perhatian pasar otomotif China.
Setelah sukses meluncurkan sedan listrik SU7, perusahaan kini memperluas portofolio kendaraan melalui lini N Series yang mengusung teknologi EREV atau Extended-Range Electric Vehicle.
Teknologi ini mengombinasikan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin pembakaran internal yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai ketika kapasitas mulai menurun.
Pendekatan EREV semakin populer di pasar China karena mampu mengatasi kekhawatiran konsumen mengenai jarak tempuh kendaraan listrik murni.
Dalam sistem ini, roda tetap digerakkan motor listrik, sedangkan mesin bensin tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan menghasilkan listrik untuk memperpanjang jangkauan perjalanan.
Xiaomi sebelumnya telah membangun reputasi di pasar kendaraan listrik melalui SU7 yang mencatat penjualan kuat sejak diperkenalkan pada 2024.
Keberhasilan tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas lini produk ke segmen SUV, yang saat ini merupakan salah satu kategori dengan permintaan tertinggi di China.
Xiaomi N7 diposisikan sebagai SUV lima penumpang dengan fokus pada penggunaan harian sekaligus perjalanan jarak jauh.
Sementara itu, Xiaomi N9 hadir sebagai SUV berukuran lebih besar yang menyasar konsumen keluarga dan pasar premium.
Kedua kendaraan tersebut memanfaatkan arsitektur kendaraan pintar Xiaomi yang mengintegrasikan sistem operasi HyperOS, ekosistem perangkat pintar, serta berbagai fitur bantuan pengemudi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ekosistem menjadi salah satu pembeda strategi Xiaomi dibanding sebagian produsen otomotif tradisional.
Perusahaan memanfaatkan pengalaman panjang dalam membangun perangkat elektronik dan Internet of Things (IoT) sehingga kendaraan dapat terhubung dengan smartphone, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar dalam satu platform.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi “Human x Car x Home” yang diperkenalkan Xiaomi.
Melalui konsep ini, kendaraan menjadi bagian dari ekosistem digital yang memungkinkan pengguna mengendalikan berbagai perangkat menggunakan satu akun Xiaomi.
Pertumbuhan bisnis kendaraan listrik juga menjadi salah satu pilar baru perusahaan di luar smartphone dan perangkat pintar.
Dalam beberapa laporan keuangan terakhir, Xiaomi menyebut divisi kendaraan listrik terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.
Persaingan di pasar kendaraan listrik China sendiri semakin ketat. Produsen seperti BYD, Li Auto, Aito, XPeng, Zeekr, hingga Tesla terus menghadirkan model baru di berbagai segmen.
Dalam kondisi tersebut, Xiaomi berupaya membedakan produknya melalui integrasi perangkat lunak, pengalaman pengguna, serta ekosistem digital yang telah dimiliki perusahaan.
Model EREV juga menjadi segmen yang berkembang pesat di China dalam dua tahun terakhir.
Sejumlah produsen memilih teknologi tersebut karena menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dibanding kendaraan listrik murni, terutama bagi pengguna yang masih membutuhkan jangkauan perjalanan panjang tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.
Meski demikian, angka lebih dari 100.000 reservasi yang diumumkan Xiaomi belum dapat disamakan dengan penjualan final.
Reservasi menunjukkan minat awal konsumen dan masih harus dikonversi menjadi pesanan yang telah dikonfirmasi serta pengiriman kendaraan kepada pelanggan.
Xiaomi juga belum merinci jadwal distribusi seluruh unit maupun tingkat konversi reservasi menjadi pembelian.

Pencapaian tersebut tetap memberikan sinyal positif terhadap penerimaan pasar atas strategi otomotif Xiaomi.
Setelah membuktikan kemampuan memproduksi sedan listrik melalui SU7, perusahaan kini berupaya memperluas jangkauan ke segmen SUV dengan menawarkan pilihan kendaraan EREV yang memadukan efisiensi motor listrik, jangkauan perjalanan lebih panjang, serta integrasi ekosistem HyperOS yang menjadi ciri khas Xiaomi.
Ke depan, realisasi produksi dan pengiriman kendaraan akan menjadi indikator utama untuk mengukur keberhasilan ekspansi Xiaomi di industri otomotif yang semakin kompetitif.
Baca Juga: GIIAS Didominasi Mobil Listrik, Brand EV Belum Berani Janjikan Autonomous Driver AI

















































