Awas! Kebiasaan Sepele di HP Bisa Buka Jalan Pembobolan Rekening

3 hours ago 5

Selular.ID – Keamanan smartphone atau handphone (HP) kini tidak lagi sekadar melindungi foto, pesan, dan akun media sosial.

Kebiasaan sederhana seperti memakai WiFi publik, membiarkan Bluetooth aktif hingga sembarangan mengisi daya ponsel bisa memperbesar risiko keamanan perangkat yang kini menjadi pintu utama menuju rekening bank.

Smartphone telah berubah menjadi “dompet” sekaligus kantor perbankan pribadi.

Transfer uang, pembayaran tagihan hingga belanja online dilakukan hanya dalam beberapa sentuhan, sehingga ketika keamanan ponsel ditembus, aset finansial pengguna juga berpotensi ikut terancam.

Baca juga:

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melalui panduan Mobile Device Best Practices memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperkecil risiko serangan terhadap perangkat seluler.

Di Indonesia, masyarakat juga perlu mewaspadai pencurian PIN, password dan OTP yang kerap menjadi pintu masuk pengambilalihan akun finansial.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

WiFi Publik dan Bluetooth Jangan Dianggap Sepele

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah penggunaan WiFi publik, terutama ketika melakukan transaksi keuangan.

Pengguna sebaiknya menghindari jaringan yang tidak dipercaya di mal, kafe, bandara maupun stasiun ketika membuka mobile banking atau layanan finansial.

Bluetooth juga sebaiknya dimatikan ketika tidak digunakan. Prinsipnya sederhana: semakin sedikit koneksi yang terbuka, semakin kecil pula permukaan serangan yang tersedia terhadap perangkat.

Pengguna juga perlu berhati-hati ketika mengisi daya HP di fasilitas umum.

Lebih aman membawa adaptor dan kabel sendiri serta menggunakan sumber listrik yang dipercaya dibandingkan sembarangan menghubungkan smartphone ke port USB publik.

9 Cara Lindungi HP dari Serangan Siber

Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan pengguna Android maupun iPhone untuk meningkatkan keamanan perangkat:

  1. Gunakan PIN minimal enam digit dan hindari tanggal lahir atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
  2. Matikan Bluetooth setelah selesai digunakan.
  3. Hindari WiFi publik untuk transaksi keuangan dan hapus jaringan asing yang tersimpan.
  4. Gunakan adaptor serta kabel pengisi daya sendiri di tempat umum.
  5. Unduh aplikasi hanya dari Google Play Store atau App Store dan hapus aplikasi yang tidak digunakan.
  6. Segera pasang pembaruan sistem operasi dan aplikasi untuk menutup celah keamanan yang telah diperbaiki pengembang.
  7. Jangan sembarangan membuka lampiran, tautan, pop-up atau file dari sumber tidak dikenal.
  8. Hindari melakukan root atau jailbreak apabila tidak memahami konsekuensi keamanannya.
  9. NSA juga merekomendasikan mematikan dan menyalakan kembali perangkat secara berkala sebagai salah satu praktik keamanan tambahan.

Namun, restart HP bukan jaminan menghapus seluruh spyware atau malware.

Langkah tersebut harus tetap dibarengi pembaruan perangkat, kehati-hatian memasang aplikasi dan perlindungan akun.

Rekening Bank Bisa Jadi Sasaran Berikutnya

Pengamanan HP menjadi semakin penting karena penjahat siber tidak selalu mengejar perangkat.

Target akhirnya bisa berupa akun mobile banking dan uang di rekening.

Jangan pernah memberikan PIN, password maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk seseorang yang mengaku sebagai petugas bank.

Pengguna juga sebaiknya tidak menyimpan PIN dalam bentuk foto, catatan terbuka atau percakapan di smartphone.

Sebelum transfer, periksa kembali nama penerima dan nominal transaksi.

Setelah transaksi selesai, perhatikan notifikasi dari bank dan selalu log out dari aplikasi jika layanan menyediakan opsi tersebut.

Jika kartu SIM hilang atau nomor berpindah tangan, segera hubungi operator dan bank terkait.

Nomor telepon yang terhubung dengan layanan finansial merupakan salah satu bagian penting dari sistem autentikasi pengguna.

Ketika menjual atau memberikan HP lama kepada orang lain, pastikan akun telah dikeluarkan dan data pribadi dihapus dengan benar sebelum perangkat berpindah tangan.

Nomor Pengaduan Bank

Apabila menemukan transaksi mencurigakan, nasabah dapat segera menghubungi kanal resmi bank.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam materi ini, nomor layanan yang dapat dihubungi antara lain Bank Mandiri 14000, BRI 14017, BNI 17000, dan BCA 1500888.

Hindari menghubungi nomor “customer service” yang dikirim melalui WhatsApp, SMS atau ditemukan dari sumber tidak jelas.

Gunakan kanal resmi bank untuk memastikan pengguna tidak justru terhubung dengan pelaku penipuan.

Pada akhirnya, keamanan HP dan rekening bank tidak hanya bergantung pada mahalnya smartphone atau canggihnya aplikasi perbankan.

Disiplin mematikan koneksi yang tidak diperlukan, menjaga OTP, memperbarui perangkat dan menghindari jaringan tidak terpercaya bisa menjadi pertahanan pertama agar smartphone tidak berubah menjadi pintu masuk penjahat menuju rekening.

Read Entire Article
Global Food