Waterdrop Notch dan Bodi Plastik Siap Comeback di 2026

15 hours ago 7

Selular.ID – Sejumlah ponsel kelas menengah dan entry-level yang akan dirilis pada 2026 dikabarkan berpotensi kembali menggunakan desain waterdrop notch.

Pendekatan yang sempat ditinggalkan industri smartphone dalam beberapa tahun terakhir.

Informasi ini muncul dari bocoran yang dibagikan tipster Digital Chat Station melalui platform Weibo dan kemudian dikutip sejumlah media teknologi internasional.

Bocoran tersebut menyebut bahwa beberapa produsen smartphone tengah mengevaluasi kembali penggunaan komponen dan desain lama untuk menjaga harga perangkat tetap kompetitif.

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya biaya komponen utama, khususnya memori DRAM dan penyimpanan NAND Flash, yang menjadi bagian penting dalam produksi smartphone modern.

Jika tren tersebut benar terjadi, pasar smartphone 2026 dapat menghadirkan perubahan menarik.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Di satu sisi produsen berupaya menekan biaya produksi, sementara di sisi lain konsumen mungkin akan melihat kembalinya sejumlah fitur yang sebelumnya identik dengan ponsel kelas menengah beberapa tahun lalu.

Menurut bocoran yang beredar, sejumlah perangkat baru berpotensi hadir dengan layar refresh rate 90Hz yang menggunakan desain waterdrop notch untuk kamera depan.

Selain itu, beberapa model juga disebut akan kembali mengadopsi slot hybrid SIM dan microSD, bingkai berbahan plastik, serta sensor sidik jari optik dengan desain yang lebih sederhana dibanding generasi terbaru saat ini.

Perubahan tersebut cukup kontras dengan tren industri smartphone dalam beberapa tahun terakhir.

Mayoritas ponsel kelas menengah saat ini telah menggunakan layar 120Hz, desain punch-hole untuk kamera depan, material premium seperti kaca atau logam, serta mulai meninggalkan dukungan kartu microSD.

Laporan yang beredar mengaitkan potensi perubahan ini dengan kenaikan harga komponen memori global.

Permintaan tinggi terhadap DRAM dan NAND Flash, termasuk untuk kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI), disebut berdampak pada rantai pasok industri elektronik konsumen.

Akibatnya, produsen smartphone perlu mencari cara untuk menjaga harga jual tetap berada pada level yang dapat diterima pasar.

Sejumlah merek smartphone di pasar Asia sebelumnya juga telah melakukan penyesuaian harga pada beberapa lini produknya.

Kenaikan biaya produksi membuat persaingan di segmen menengah dan entry-level menjadi semakin ketat, terutama karena kelompok konsumen pada segmen ini relatif sensitif terhadap harga perangkat. (

Meski demikian, tidak semua perubahan dianggap sebagai langkah mundur. Dukungan microSD.

Misalnya, masih menjadi fitur yang diinginkan sebagian pengguna karena memberikan fleksibilitas untuk menambah kapasitas penyimpanan tanpa harus membeli varian memori internal yang lebih mahal.

Slot hybrid SIM dan microSD yang sempat menghilang dari banyak perangkat juga berpotensi kembali digunakan apabila strategi efisiensi biaya ini benar-benar diterapkan.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari produsen smartphone mengenai penerapan spesifikasi tersebut pada model tertentu.

Informasi yang beredar masih bersumber dari laporan rantai pasok dan bocoran industri yang mengindikasikan adanya pengujian desain baru untuk perangkat yang akan meluncur pada 2026.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri smartphone tengah menghadapi tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan efisiensi biaya produksi.

Baca Juga:Rekomendasi Hp Infinix Terbaru Rp2 Jutaan Andalkan Durabilitas dan AI

Jika tren tersebut terealisasi, pasar smartphone 2026 kemungkinan akan menghadirkan kombinasi unik antara fitur modern dan sejumlah elemen desain yang pernah populer pada generasi perangkat sebelumnya.

Read Entire Article
Global Food