Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatra mencapai 1.182 jiwa, Jumat (19/1).
Sementara 145 orang masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdullah Muhari mengatakan dalam dua hari terakhir terdapat penambahan korban meninggal dunia dari beberapa daerah terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa, sehingga ini menambah jumlah total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," ujar Abdullah dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (9/1).
Selain korban meninggal, BNPB juga memutakhirkan data korban hilang dan pengungsi. Hingga saat ini, jumlah korban hilang tercatat 145 jiwa, sementara jumlah pengungsi mencapai 238.627 jiwa.
BNPB mencatat di Provinsi Aceh sebagian wilayah telah beralih dari status tanggap darurat ke masa transisi. Namun, masih terdapat empat kabupaten yang memperpanjang status tanggap darurat, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
"Daerah-daerah kabupaten ini masih kita fokuskan pemulihan akses jalan darat dan juga distribusi logistik di titik-titik masyarakat yang masih cukup jauh dari posko kabupaten dan kota," jelas Abdullah.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat tingkat provinsi selama 14 hari, terhitung sejak 8 hingga 22 Januari, guna mendukung proses pencarian korban serta percepatan distribusi bantuan.
"Di Provinsi Aceh, pencarian korban masih terus dilakukan karena diperpanjangnya status tanggap darurat," tutup Abdullah.
Berdasarkan paparan BNPB, dampak banjir terbesar tercatat di Provinsi Aceh dengan 544 korban meninggal, 31 orang hilang, dan 214.084 jiwa mengungsi.
Wilayah dengan korban jiwa tertinggi berada di Aceh Utara, disusul Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Bireuen. Sejumlah kabupaten lain seperti Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, hingga Gayo Lues juga masih mencatat jumlah pengungsi yang signifikan.
Di Sumatra Utara, total korban meninggal tercatat 374 jiwa, dengan 42 orang masih dinyatakan hilang, dan 13.689 jiwa mengungsi. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban jiwa dan orang hilang terbanyak, diikuti Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.
Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Langkat, Humbang Hasundutan, dan Kota Medan juga terdampak meski dengan jumlah pengungsi yang lebih kecil.
Adapun di Sumatra Barat, BNPB mencatat 264 korban meninggal, 72 orang hilang, serta 10.854 jiwa mengungsi. Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban jiwa tertinggi, disusul Padang Pariaman dan Padang Panjang.
Sejumlah wilayah lain seperti Kota Padang, Pasaman Barat, Tanah Datar, hingga Kepulauan Mentawai juga masih mencatat pengungsian akibat dampak banjir.
(del/isn)

20 hours ago
16














































