Selular.ID – Telkom Indonesia melalui TelkomGroup menanam 20.000 bibit mangrove di dua kawasan pesisir, yakni Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan yang diumumkan pada 5 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari program GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Save Our Planet, sekaligus memperingati Hari Konservasi Mangrove Internasional pada 26 Juli dan Hari Konservasi Alam Internasional pada 28 Juli.
Aksi tersebut melibatkan relawan dari Telkom sebagai holding company, Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Telkom Akses (Telkom Akses).
Selain berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir, program ini juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan pantai yang menjadi bagian dari lingkungan operasional perusahaan.
Menurut Telkom, penanaman mangrove menjadi salah satu implementasi nyata strategi keberlanjutan perusahaan yang mengintegrasikan pengembangan infrastruktur digital dengan upaya pelestarian lingkungan.
Mangrove dipilih karena memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami garis pantai, penyerap karbon, serta habitat bagi berbagai jenis biota pesisir.
Program GoZero% merupakan kerangka keberlanjutan Telkom yang mencakup berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui pilar Save Our Planet, perusahaan menjalankan berbagai kegiatan konservasi lingkungan, termasuk rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.
Selain membantu mengurangi risiko abrasi, ekosistem mangrove juga berperan dalam menyerap emisi karbon dalam jumlah besar dibandingkan berbagai jenis vegetasi lainnya.
Karena itu, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu pendekatan yang banyak diterapkan untuk mendukung target pembangunan rendah karbon sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di wilayah pesisir.
Telkom menyatakan berbagai inisiatif lingkungan yang dijalankan perusahaan juga diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai jangka panjang.
Pendekatan tersebut selaras dengan arah pengelolaan bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, termasuk praktik pengelolaan aset yang bertanggung jawab dan penciptaan dampak sosial maupun lingkungan.
Executive Vice President Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan perusahaan memandang setiap aktivitas operasional harus memberikan manfaat bagi wilayah tempat Telkom beroperasi.
“Di Telkom Regional III, kami memandang bahwa setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” ujar Rachmad.
Senada dengan itu, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital perlu berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan teknologi.
Karena itu, TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaat yang dihadirkan dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Gunawan.
Di Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara, TelkomGroup menanam 10.000 bibit mangrove pada kawasan pesisir yang mengalami abrasi.
Lokasi tersebut dipilih karena membutuhkan rehabilitasi ekosistem sebagai perlindungan alami terhadap garis pantai.
Penanaman dilakukan bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan.
Sementara itu, 10.000 bibit mangrove lainnya ditanam di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, wilayah yang memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus berada di sekitar infrastruktur digital TelkomGroup.
Selain penanaman mangrove, perusahaan juga mengaktifkan Rumah Edukasi Mangrove, yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Rumah Edukasi Mangrove dirancang menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan ekosistem pesisir.
Melalui fasilitas tersebut, TelkomGroup mendorong edukasi mengenai manfaat mangrove sekaligus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa program lingkungan Telkom tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Model ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program konservasi karena melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan kawasan dalam jangka panjang.
Program terbaru ini juga memperpanjang rekam jejak TelkomGroup dalam rehabilitasi ekosistem pesisir.
Sepanjang periode 2024 hingga 2026, perusahaan telah merealisasikan penanaman 179.150 bibit mangrove di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim, serta mendukung target pembangunan rendah karbon.
Bagi TelkomGroup, inisiatif lingkungan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan yang berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur digital nasional.
Melalui program GoZero%, perusahaan menempatkan konservasi lingkungan, penguatan masyarakat, dan transformasi digital sebagai elemen yang saling mendukung dalam menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Konservasi Mangrove Lewat Livin’ Planet


















































