Selular.id – Pasar smartphone murah diperkirakan menghadapi tantangan besar mulai 2027. Bukan karena minimnya permintaan, melainkan akibat pasokan chip memori DRAM yang semakin banyak dialihkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Sejumlah analis industri memperkirakan lebih dari 60 persen produksi DRAM global akan diserap oleh server AI, sehingga produsen smartphone harus bersaing mendapatkan pasokan yang tersisa.
Laporan yang dikutip Wccftech dari MyDrivers menyebut kondisi tersebut berpotensi membuat smartphone kelas terjangkau dengan kisaran harga 1.500 yuan atau sekitar US$220 semakin sulit dipertahankan pada 2027. Alasannya sederhana, biaya komponen memori terus meningkat hingga memangkas margin keuntungan produsen.
Fenomena ini sebenarnya bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak 2025, industri semikonduktor mulai mengalihkan kapasitas produksi ke memori berperforma tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan untuk GPU AI di pusat data. Pergeseran tersebut membuat pasokan DRAM untuk perangkat konsumen, termasuk smartphone dan PC, menjadi semakin terbatas.
Kondisi tersebut diperparah oleh struktur industri DRAM yang sangat terkonsentrasi. Saat ini sekitar 90 persen pasokan DRAM dunia masih dikuasai tiga perusahaan besar, yakni Samsung, SK hynix, dan Micron.
Ketika ketiga produsen tersebut lebih memprioritaskan produksi memori untuk server AI yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi, sektor elektronik konsumen otomatis harus menghadapi kenaikan harga komponen.
Akibatnya, biaya produksi smartphone diperkirakan terus meningkat sepanjang 2026 hingga 2027. Dalam laporan sebelumnya, harga mobile DRAM telah melonjak lebih dari 70 persen, sementara NAND Flash naik lebih dari 100 persen dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan biaya memori kini menyumbang lebih dari 20 persen dari total biaya produksi sebuah smartphone.
Jika tren tersebut berlanjut, analis memperkirakan porsi biaya memori terhadap harga jual smartphone bisa meningkat drastis. Pada perangkat entry-level, kondisi ini akan menjadi tantangan tersendiri karena ruang keuntungan produsen relatif tipis.
Alih-alih mempertahankan harga murah, perusahaan kemungkinan harus menaikkan harga atau mengurangi spesifikasi agar tetap memperoleh margin bisnis yang sehat.
Dampaknya diperkirakan paling terasa pada smartphone Android kelas bawah yang selama ini menjadi pilihan utama di negara berkembang. IDC sebelumnya memproyeksikan pengiriman smartphone global akan turun ke level terendah sejak 2013 akibat lonjakan harga komponen memori.
Rata-rata harga jual smartphone juga diperkirakan meningkat karena produsen mulai mengalihkan fokus ke perangkat dengan margin lebih tinggi.
Tidak hanya smartphone, tekanan serupa juga dirasakan industri PC, laptop hingga konsol gim. Permintaan AI yang terus meningkat membuat produsen memori lebih memilih memenuhi kontrak untuk pusat data dibandingkan pasar elektronik konsumen.
Situasi ini diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa tahun ke depan karena pembangunan fasilitas produksi baru membutuhkan waktu yang panjang.
Beberapa perusahaan asal China seperti CXMT dan YMTC mulai meningkatkan kapasitas produksi sebagai alternatif pasokan. Namun kontribusi keduanya diperkirakan belum cukup untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar global dalam waktu dekat.
Selain kapasitas produksi yang masih terbatas, pemanfaatan chip dari produsen China juga dipengaruhi berbagai faktor geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional.
Di sisi lain, produsen smartphone diperkirakan akan mengubah strategi produknya. Beberapa merek kemungkinan lebih mengutamakan pengamanan pasokan komponen dibandingkan melakukan negosiasi harga. Langkah tersebut dinilai lebih realistis di tengah persaingan mendapatkan DRAM yang semakin ketat.
Apabila kapasitas produksi memori baru belum mampu mengejar lonjakan permintaan AI, tekanan terhadap harga smartphone diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2027.
Artinya, segmen smartphone murah yang selama ini menjadi tulang punggung pasar global berpotensi mengalami perubahan besar, baik melalui kenaikan harga maupun penyesuaian spesifikasi perangkat.
Baca juga: Pasar Smartphone Indonesia Tumbuh 12%, HP Murah Jadi Primadona


















































