Selular.id – Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) kembali mencuri perhatian meski posisinya telah digantikan oleh Counter-Strike 2 (CS2). Setelah kembali hadir sebagai aplikasi mandiri (standalone) di Steam pada awal 2026, game FPS legendaris besutan Valve itu justru mencatat rekor jumlah pemain tertinggi sejak dirilis ulang.
Berdasarkan data SteamDB yang dikutip PC Gamer, CS:GO mencetak puncak pemain bersamaan (concurrent players) lebih dari 68.000 orang pada awal Juli 2026. Angka tersebut menjadi rekor baru sejak Valve memisahkan kembali CS:GO dari Counter-Strike 2 beberapa bulan lalu.
Meski demikian, pencapaian tersebut belum menggeser dominasi Counter-Strike 2. Hingga kini, CS2 masih menjadi salah satu game paling ramai di Steam dengan jumlah pemain aktif yang secara rutin menembus satu juta pemain secara bersamaan. Namun, kebangkitan CS:GO menunjukkan bahwa komunitas pemain lama masih memiliki basis yang sangat kuat.
Keputusan Valve menghadirkan kembali CS:GO sebagai aplikasi terpisah diumumkan secara diam-diam pada Maret 2026. Sebelumnya, sejak peluncuran Counter-Strike 2 pada 2023, pemain yang ingin mengakses versi lawas harus melalui menu “Legacy” di dalam CS2.
Kini proses tersebut menjadi jauh lebih sederhana karena CS:GO memiliki halaman Steam sendiri, meski tidak muncul melalui pencarian biasa dan hanya dapat diakses melalui tautan langsung.
Valve juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan peluncuran ulang secara penuh. Perusahaan menyebut pemisahan aplikasi ini hanya bertujuan mempermudah pemain yang ingin menjalankan klien lama tanpa harus mengakses depot atau versi beta Counter-Strike 2. Dukungan resmi terhadap CS:GO sendiri tetap terbatas dan server matchmaking resmi tidak diaktifkan kembali.
Meski hanya berstatus sebagai versi legacy, antusiasme komunitas ternyata cukup besar. Data SteamDB menunjukkan jumlah pemain terus meningkat sejak aplikasi mandiri tersebut tersedia kembali. Bahkan, CS:GO kini mampu bersaing dengan sejumlah game populer lain di Steam.
Menurut PC Gamer, CS:GO saat ini masuk dalam jajaran sekitar 30 game paling banyak dimainkan di Steam. Jumlah pemainnya bahkan melampaui sejumlah judul besar seperti Baldur’s Gate 3, Rainbow Six Siege, hingga Battlefield 6. Capaian tersebut terbilang impresif mengingat usia game ini telah mencapai sekitar 14 tahun.
Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa pasar game tactical shooter masih sangat besar. Counter-Strike 2 memang menjadi pilihan utama bagi mayoritas pemain kompetitif, tetapi sebagian komunitas tetap memilih CS:GO karena alasan nostalgia, performa yang lebih ringan, atau preferensi terhadap mekanisme permainan versi lama.
Di sisi lain, Valve juga diuntungkan karena kini memiliki dua ekosistem Counter-Strike yang sama-sama aktif. Counter-Strike 2 tetap menjadi pusat kompetisi esports dan pembaruan konten, sementara CS:GO berfungsi sebagai wadah bagi pemain yang ingin kembali merasakan pengalaman klasik tanpa perubahan besar yang hadir pada engine Source 2.
Kondisi tersebut turut memperlihatkan umur panjang franchise Counter-Strike. Bahkan seri terdahulu seperti Counter-Strike original maupun Counter-Strike: Source masih memiliki komunitas pemain yang aktif hingga saat ini. Hal tersebut menjadi bukti bahwa basis penggemar franchise FPS besutan Valve tetap bertahan meski telah melewati berbagai generasi gim.
Rekor terbaru CS:GO juga menjadi sinyal bahwa sebuah game tidak selalu kehilangan pemain setelah mendapatkan penerus. Selama pengembang masih menyediakan akses yang mudah dan komunitas tetap aktif, versi klasik dapat terus hidup berdampingan dengan generasi terbaru. Dalam waktu dekat, menarik untuk melihat apakah tren kenaikan jumlah pemain CS:GO akan terus berlanjut atau kembali stabil setelah euforia kembalinya versi standalone mulai mereda.
Baca juga; Pasar Game Indonesia Raup Rp34 Triliun Pertahun, Namun Pengembang Lokal Tak Sampai 1%


















































