Rupiah Melemah Sentuh Rp17.845 Terhadap Dolar AS, Netizen: Merdeka!

14 hours ago 6

Selular.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada hari Selasa (26/5/2026).

Bahkan angkanya sempat menyentuh Rp17.845 terhadap satu dolar Amerika Serikat.

Angka 17.845 ini serupa dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yakni tanggal 17 Agustus 1945.

Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan menyentuh angka Rp17.845 tersebut tentu menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial.

Beragam komentar membahas pelemahan rupiah yang terjadi selama beberapa pekan ini.

[adrotate banner="10"]

Baca juga:

“MERDEKA 🔥✊🏻,” tulis najeeb.albany.

“Reflek “hormat, gerak” 🫡,” komentar m.a.tofari.

“merdeka tapi bukan untuk rakyat,” tulis fajarkurnia.789.

“bahkan kurs aja cinta banget sama tanah air😂😂,” komentar rannxyza.

“Udah tembus nomer cantik nih 17.845😂😂😂,” tulis tiakaryanti1990.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Selasa (26/5/2026).

Ramai Bahas Meme

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah yang berada di level terlemahnya terhadap dolar AS sepanjang sejarah dan mendekati 17.700 per dolar AS pada Senin (18/5/2026).

Salah satu anggota DPR bahkan menyinggung meme kurs rupiah Rp 17.845 per dolar AS yang ramai dibahas di media sosial.

“Kita tahu kurs sudah Rp 17.600 per dolar AS. Bahkan muncul ejekan kalau Rp 17.845 per dolar AS maka Indonesia merdeka katanya, 17.8.45,” ujar Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Harris Turino dalam rapat antara DPR dengan BI pada Senin (18/5/2026).

Harris pun mempertanyakan pernyataan BI yang menyebut rupiah masih relatif stabil dibandingkan negara lain.

Menurutnya persepsi masyarakat justru menunjukkan bahwa kondisi rupiah saat ini menunjukkan ekonomi yang melemah.

Menurut Harris, BI memang telah mengeluarkan banyak instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah.

Cadangan devisa turun dari US$ 156 miliar menjadi US$ 146 miliar seiring intervensi BI di pasar.

Selain itu, BI juga telah menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 6,41%, membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 332 triliun sepanjang 2025 dan tambahan Rp 133 triliun, serta memperketat pembelian dolar AS dari US$ 50 ribu menjadi US$ 25 ribu.

“Pertanyaan kritisnya adalah semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan. Tetapi kenapa rupiah tetap mengalami depreciate?” katanya.

Rupiah Hari Ini

Meski ada tekanan global, ia menilai ada persoalan serius di dalam negeri yang harus diakui secara terbuka.

“Ada masalah serius di domestik. Ini harus jujur diakui. Ada masalah di fiskal, ada masalah di defisit current account, ada arus modal keluar dalam jumlah besar, dan ada masalah kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai tukar rupiah kerap menjadi indikator penting kondisi ekonomi nasional, sebagaimana yang terjadi pada krisis 1998 ketika rupiah terdepresiasi tajam.

Meski kondisi saat ini berbeda karena struktur utang lebih banyak didominasi utang domestik, Harris menegaskan BI tetap memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar.

Pada hari Rabu (27/5/2026) ini, pergerakan rupiah masih fluktuatif.

Meski sempat menguat, tetapi rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.800-an terhadap satu dolar Amerika Serikat.

Read Entire Article
Global Food