Perang Mobil Listrik di GIIAS 2026, Sejumlah Vendor Fokus Hal Ini

11 hours ago 5

Selular.ID – Meski autonomous drive berdasar kecerdasan buatan (AI) belum bisa diterapkan di Indonesia, namun sejumlah vendor mobil listrik kini tengah fokus ke faktor yang dibutuhkan masyarakat tanah air.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, meskipun sejumlah mobil listrik dari berbagai vendor telah memiliki teknologi autonomous drive AI, namun ada berbagai alasan yang membuat hal tersebut tidak bisa diterapkan di Indonesia.

Tantangan utama tentu saja perilaku penggendara di Indonesia, kondisi jalan, hingga regulasi terkait penggunaanya.

Meski demikian, para vendor mobil listrik tengah berlomba-lomba untuk menerapkan teknologi yang memang tengah dibutuhkan para pelanggannya.

Fokus Utama

Saat Selular berada di GIIAS, Rabu (29/7/2026), terlihat sejumlah produk mobil listrik atau electric vehicle (EV) lebih dominan bahkan hampir menguasai setiap sudut.

Hal tersebut tentu saja seiring dengan penjualan mobil listrik yang memang terus meningkat tajam dari tahun ke tahun, baik di pasar global maupun di Indonesia.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 33.150 unit atau melonjak sekitar 95,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Teknologi yang para vendor tingkatkan tentu saja kini adalah faktor utama yakni baterai yang berada dalam prouk mobil listrik mereka.

Hal tersebut terlihat dalam produk-produk yang ditawarkan GAC AION Indomobile di mana mobil listrik mereka telah menggunakan magazine battery.

“Magazine battery ini adalah teknologi baterai kendaraan listrik yang dikembangkan oleh GAC dengan desain sel terisolasi mirip magazin peluru pada senapan,” ujar ujar Product Planning and Strategy GAC AION Indomobil, Iqbal Taufiqurrahman kepada Selular, Rabu (29/7/2026).

Iqbal menjelaskan struktur magazine battery ini mencegah penjalaran panas berlebih (thermal runaway) antar-sel, sehingga baterai lebih aman dari risiko kebakaran.

“Baterai ini sudah teruji dan sangat cocok di negara tropis seperti Indonesia. Apalagi di beberapa negara juga mengalami gelombang panas,” jelasnya.

Di dalam baterai ini, sambung Iqbal, karakter utamanya yakni isolasi sel karena tiap sel baterai dipisahkan oleh bahan tahan panas dan isolasi khusus.

“Keamanan juga tinggi karena Mampu meredam panas ekstrem dan mencegah api menyebar meskipun salah satu sel rusak,” ungkapnya.

“Untuk desain juga efisien karena bentuk modul pipih dan ringan yang menghemat ruang kabin atau lantai kendaraan,” lanjutnya menerangkan baterai yang hanya ada di produk GAC AION.

Pabrikan Jepang Turut Berperang

Tidak hanya itu, di GIIAS 2026, juga terlihat sejumlah pabrikan mobil asal Jepang yang terkenal dengan mobil berbahan bakar fosil juga turut memperkenalkan mobil listrik.

Misalnya saja Honda yang memperkenalkan mobil listrik mereka di Indonesia yakni Super-ONE.

Baca juga:

Tidak hanya kendaraan listrik, mobil hybrid hingga mobil REV atau REEV (Range Extended Electric Vehicle) juga banyak terlihat.

Toyota misalnya memperkenalkan Land Cruiser 300 Hybrid pertama mereka di GIIAS.

Sementara itu, Nissan NX8 juga dipasarkan dalam dua varian elektrifikasi, yakni range-extended electric vehicle (REV) dan electric vehicle (EV) murni.

REV atau REEV (Range Extended Electric Vehicle) adalah mobil listrik yang menggunakan baterai dan motor listrik sebagai penggerak utama roda, tetapi dilengkapi dengan mesin bensin tambahan yang murni berfungsi sebagai generator atau pengisi daya baterai saat melemah.

Read Entire Article
Global Food