Selular.ID – OpenAI resmi memperkenalkan Codex Micro, produk perangkat keras pertamanya, berupa keypad mekanis yang dirancang khusus untuk mempermudah interaksi dengan agen kecerdasan buatan (AI) pada platform coding Codex.
Perangkat ini dikembangkan bersama produsen keyboard Work Louder dan mulai dibuka untuk pre-order pada 16 Juli 2026.
Kehadiran Codex Micro cukup mengejutkan karena berbeda dari ekspektasi pasar sebelumnya.
Sejumlah laporan sempat memperkirakan bahwa produk perangkat keras perdana OpenAI akan berupa AI companion tanpa layar untuk konsumen umum.
Namun, OpenAI justru lebih dulu menyasar segmen developer yang menggunakan Codex sebagai alat bantu pemrograman berbasis AI.
Codex Micro merupakan keypad makro yang dapat diprogram untuk mempercepat kendali terhadap agen Codex.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Perangkat ini dilengkapi 13 tombol mekanis, termasuk enam Agent Keys yang menyala dengan warna berbeda untuk menampilkan status agen AI yang sedang aktif.
Pengguna juga dapat mengatur Command Keys untuk berbagai aksi, seperti menerima atau menolak saran kode, memulai obrolan baru, input suara, hingga berpindah antar-tugas.
Selain tombol, Codex Micro dilengkapi dial putar untuk mengatur tingkat reasoning effort atau intensitas penalaran Codex, serta joystick yang dapat dipetakan untuk alur kerja yang sering digunakan, seperti debugging atau refactoring kode.
Perangkat ini turut menyertakan 32 keycap yang dapat ditukar, sehingga pengguna dapat menyesuaikan pintasan sesuai kebutuhan kerja masing-masing.
Dari sisi konektivitas, Codex Micro mendukung koneksi Bluetooth maupun USB-C, dan kompatibel dengan sistem operasi Windows serta macOS.
OpenAI menyebut keypad ini ditujukan bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu bekerja dengan Codex.
Terutama setelah perusahaan memperluas fungsi platform tersebut dari sekadar alat coding menjadi alat produktivitas AI yang lebih luas.
Codex Micro dibanderol seharga 230 dolar AS dan saat ini dijual dalam jumlah terbatas melalui OpenAI dan Work Louder.
Harga dan ketersediaan yang terbatas ini menunjukkan bahwa produk tersebut lebih diposisikan sebagai aksesori khusus bagi pengguna intensif Codex, bukan produk massal untuk konsumen umum.
Meski menjadi produk komersial perangkat keras pertama OpenAI, Codex Micro terpisah dari proyek AI companion konsumen yang sempat ramai dibicarakan dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan media tekno global, OpenAI disebut masih mengembangkan perangkat AI portabel tanpa layar bersama io Products, startup yang didirikan mantan kepala desain Apple, Jony Ive.
Produk tersebut diperkirakan hadir belakangan dan berpotensi menawarkan fitur percakapan AI, kendali perangkat smart home, hingga pemutaran media.
Langkah OpenAI merilis Codex Micro terlebih dahulu memperlihatkan strategi bertahap dalam memasuki industri perangkat keras.
Alih-alih langsung menyasar pasar konsumen luas dengan perangkat AI companion, perusahaan lebih dulu menghadirkan aksesori yang terikat erat dengan basis pengguna Codex yang sudah ada.
Pendekatan ini juga sejalan dengan ekspansi Codex dari alat bantu coding menjadi bagian dari ekosistem produktivitas AI yang lebih luas milik OpenAI.
Belum ada pernyataan resmi dari OpenAI mengenai rencana peluncuran Codex Micro secara global di luar Amerika Serikat, maupun jadwal pasti peluncuran AI companion yang dikembangkan bersama io Products.
Baca Juga:Muncul Open AI Frontier dan GPT-5-Codex, Apa Fungsinya?
Perkembangan lebih lanjut mengenai kedua proyek perangkat keras tersebut akan bergantung pada pengumuman resmi berikutnya dari OpenAI dan mitra terkait.

















































