Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menanggapi soal fenomena kedatangan pendatang baru di Ibu Kota seusai Lebaran. Ia berpesan, pendatang baru harus memiliki keahlian.
"Pendatang baru harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Bekal utama yang harus dimiliki adalah keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas," ujar Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (21/3), melansir Detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kenneth, bertambahnya pendatang baru di DKI Jakarta setelah arus balik mudik Lebaran, merupakan fenomena yang tak dapat dihindari. Jakarta selama ini menjadi magnet peluang sekaligus harapan bagi masyarakat dari berbagai daerah lain.
Namun ia mengingatkan, keterbukaan Jakarta bukan berarti tanpa batas dan tanpa arah. Para pendatang baru minimal memiliki keahlian atau kompetensi tertentu jika ingin mengadu nasib di Jakarta.
Menurut Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu, modal nekat tidak cukup untuk datang ke Jakarta. Para pendatang baru harus punya rencana matang serta niat berkontribusi secara produktif, tak sekadar mencoba peruntungan.
Lebih jauh, Kenneth mendorong para pendatang baru untuk membawa semangat investasi, sekecil apa pun bentuknya. Menurutnya, langkah tersebut akan sangat membantu perekonomian sekaligus mendukung program Pemerintah Jakarta.
"Kalau bisa, datang ke Jakarta itu sekaligus membawa semangat untuk berusaha. Misalnya dengan membuka usaha mandiri, memberdayakan UMKM, atau bahkan menciptakan lapangan kerja," tutur Kenneth.
Selain itu, Kenneth menyoroti pula potensi timbulnya masalah sosial apabila urbanisasi tidak diiringi dengan kesiapan. Ia berharap, para pendatang baru ini tidak menjadi beban bagi Jakarta.
"Saya tidak ingin melihat pendatang yang akhirnya menjadi Pak Ogah, manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal. Hal ini harus menjadi perhatian bersama," ucap Kenneth.
Selain merugikan individu, kata Kenneth, kondisi tersebut juga akan berdampak pada ketertiban umum serta citra Jakarta sebagai kota metropolitan.
Namun Kenneth menegaskan, Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan berjuang. Selama para pendatang ini memiliki kesiapan, tanggung jawab, dan tujuan jelas.
Kenneth melanjutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama jajaran DPRD akan terus mendorong kebijakan penataan urbanisasi yang lebih terarah.
Hal ini dilakukan melalui penguatan ekonomi di daerah asal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga pengawasan sosial di wilayah DKI.
"Kami percaya, dengan niat baik dan kerja keras, para pendatang bisa menjadi bagian dari solusi, bukan beban. Kota Jakarta bukan hanya tempat mencari penghidupan, tapi juga ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama," ujar Kenneth.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2














































