Nvidia Perluas Ekosistem Robotaxi Level 4 Bersama Foxconn dan Uber

17 hours ago 7

Selular.ID – Nvidia mengumumkan perluasan global ekosistem kendaraan otonom Level 4 melalui platform Nvidia Drive Hyperion, dengan menggandeng sejumlah mitra industri termasuk Foxconn, Uber, Autobrains, VinFast, dan Humain.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Nvidia GTC Taipei 2026 sebagai bagian dari strategi perusahaan mempercepat implementasi layanan robotaxi di berbagai wilayah dunia.

Berdasarkan pernyataan resmi Nvidia, ekspansi ini mencakup Asia, Eropa, hingga Timur Tengah.

Nvidia menempatkan Drive Hyperion sebagai fondasi teknologi untuk pengembangan armada robotaxi generasi baru.

Platform tersebut menggabungkan komputer kendaraan Nvidia Drive AGX, sistem operasi keselamatan DriveOS, sensor multimodal, serta perangkat lunak kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung kendaraan otonom Level 4.

Pada level ini, kendaraan dapat beroperasi tanpa intervensi pengemudi dalam area dan kondisi operasional tertentu yang telah ditetapkan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pengumuman terbarunya, Foxconn memperluas kolaborasi strategis dengan Nvidia untuk mempercepat pengembangan dan implementasi armada robotaxi berbasis Drive Hyperion.

Taiwan menjadi pasar awal proyek tersebut, dengan Kota Kaohsiung diproyeksikan sebagai lokasi peluncuran pertama sebelum diperluas ke negara-negara lain di Asia.

Foxconn akan menggabungkan kapabilitas manufaktur kendaraan listrik dan integrasi sistem yang dimilikinya dengan teknologi komputasi otonom Nvidia.

Nvidia menyebut layanan robotaxi pertama Foxconn ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dengan fokus awal pada rute bandara ke pusat kota dan koridor yang terhubung dengan jaringan kereta cepat Taiwan.

Di sisi lain, Uber terus memperluas strategi kendaraan otonomnya melalui integrasi berbagai armada robotaxi yang menggunakan platform DRIVE Hyperion ke dalam jaringan ride-hailing global miliknya.

Salah satu proyek yang telah diumumkan adalah kerja sama dengan perusahaan teknologi otonom Autobrains untuk menghadirkan layanan robotaxi di Munich, Jerman, pada akhir tahun ini, menunggu persetujuan regulator setempat.

Sistem tersebut akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan Autobrains yang berjalan di atas arsitektur Nvidia Drive Hyperion.

Kolaborasi Nvidia dan Uber sebenarnya telah berkembang sejak 2025. Saat itu kedua perusahaan mengumumkan rencana membangun jaringan mobilitas Level 4 berskala global yang didukung kendaraan berbasis Nvidia Drive AGX Hyperion 10.

Uber menargetkan perluasan armada kendaraan otonom secara bertahap mulai 2027 dengan sasaran jangka panjang hingga 100.000 kendaraan.

Nvidia dan Uber juga mengembangkan infrastruktur data berbasis platform Nvidia Cosmos untuk mendukung pelatihan dan pengolahan data kendaraan otonom.

Pada Maret 2026, Nvidia dan Uber kembali memperluas kemitraan tersebut dengan rencana menghadirkan layanan robotaxi di 28 kota global hingga 2028.

Peluncuran awal dijadwalkan berlangsung di Los Angeles dan San Francisco pada 2027 sebelum diperluas ke Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia.

Langkah ini memperlihatkan posisi Uber yang semakin mengarah sebagai platform agregator kendaraan otonom dari berbagai pengembang teknologi, bukan hanya mengandalkan satu penyedia sistem self-driving.

Selain Foxconn dan Uber, Nvidia juga memperluas jaringan mitra otomotifnya melalui kolaborasi dengan BYD, Geely, Nissan, Isuzu, serta sejumlah perusahaan mobilitas seperti Grab, Lyft, dan TIER IV.

Sejumlah produsen tersebut akan mengembangkan kendaraan yang kompatibel dengan Drive Hyperion untuk mendukung layanan robotaxi maupun transportasi otonom lainnya.

Nvidia juga memperkenalkan Halos OS sebagai fondasi keselamatan terpadu untuk kendaraan berbasis AI, termasuk sistem sertifikasi keselamatan fisik yang ditujukan bagi kendaraan otonom dan robotika.

Ekspansi terbaru ini menunjukkan bahwa persaingan industri robotaxi tidak lagi terbatas pada pengembangan perangkat lunak kendaraan otonom, tetapi juga melibatkan kolaborasi antara perusahaan semikonduktor, produsen kendaraan, operator transportasi, hingga penyedia infrastruktur AI.

Nvidia menempatkan DRIVE Hyperion sebagai platform standar yang dapat digunakan berbagai produsen dan operator mobilitas untuk mempercepat implementasi kendaraan otonom Level 4 dalam skala komersial.

Baca Juga: Nvidia Temukan Sumber Tambang Cuan Baru Senilai Rp3.500 Triliun

Read Entire Article
Global Food