Selular.ID – Nuon, anak usaha Telkom, mempertegas strategi pengembangan ekosistem digital lifestyle nasional melalui optimalisasi distribusi dan monetisasi konten digital.
Langkah ini disampaikan dalam agenda Nuon Media Update 2026 di Jakarta, 30 Maret 2026, sebagai respons atas potensi besar industri hiburan digital Indonesia yang terus tumbuh.
Nuon memosisikan diri sebagai penghubung antara pencipta konten, platform distribusi, dan sistem monetisasi dalam satu ekosistem terintegrasi.
Perusahaan melihat masih adanya peluang besar dalam mengoptimalkan nilai ekonomi domestik, terutama karena sebagian monetisasi konten digital saat ini masih terpusat pada platform global.
CEO Nuon, Aris Sudewo, menyatakan bahwa perusahaan berada di titik strategis dalam rantai nilai digital, khususnya pada sisi distribusi dan monetisasi.
Ia menekankan bahwa dukungan infrastruktur TelkomGroup memungkinkan Nuon menghubungkan konten, pengguna, dan aliran pendapatan dalam satu sistem yang terintegrasi.
Menurutnya, pendekatan ini juga menjadi upaya untuk menekan fenomena value leakage, yaitu keluarnya potensi nilai ekonomi digital ke luar negeri.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, sektor media online Indonesia diproyeksikan mencapai nilai antara USD 10 hingga USD 12 miliar pada periode 2026–2027.
Dengan basis lebih dari 190 juta konsumen digital dan sekitar 175 juta pemain gim aktif, Indonesia menjadi salah satu pasar digital terbesar di kawasan.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan secara domestik.
Nuon mengembangkan keunggulan kompetitif melalui integrasi berbagai komponen ekosistem digital, mulai dari pengembangan intellectual property (IP), distribusi platform, sistem pembayaran, hingga pemanfaatan data perilaku pengguna.
Dengan dukungan ekosistem TelkomGroup yang mencakup lebih dari 158 juta pengguna seluler dan sekitar 11 juta pelanggan broadband rumah tangga, Nuon berupaya meningkatkan konversi pengguna, retensi, serta monetisasi secara menyeluruh.
Model bisnis yang diterapkan mengarah pada konsep ecosystem flywheel, yaitu siklus pertumbuhan berkelanjutan yang memanfaatkan keterkaitan antar layanan untuk meningkatkan nilai pengguna sepanjang waktu.
Pendekatan ini memungkinkan optimalisasi pendapatan tidak hanya dari sisi distribusi, tetapi juga dari interaksi pengguna di dalam ekosistem.
Salah satu strategi utama yang dikembangkan adalah integrasi Direct Carrier Billing (DCB), yaitu metode pembayaran yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi digital melalui pemotongan pulsa operator.
Skema ini dinilai efektif untuk menjangkau segmen masyarakat yang belum memiliki akses perbankan (unbanked) maupun yang terbatas aksesnya (underbanked), sehingga memperluas basis pengguna layanan digital berbayar.
Dalam implementasinya, Nuon mengelola sejumlah platform dan layanan digital di berbagai segmen.
Pada lini gim, Nuon menghadirkan UPOINT.ID untuk distribusi gim dan top-up digital.
Di sektor musik, perusahaan mengoperasikan Langit Musik dan Langitku, serta layanan PlayUp untuk penyediaan musik latar di ruang komersial.
CEO Nuon, Aris SudewoNuon juga mengembangkan layanan Gaming-on-Demand melalui platform HELD yang saat ini masih dalam tahap playtest.
Di sisi lain, perusahaan memperkuat lini live experience melalui layanan ticketing Tiketapasaja.com untuk distribusi tiket acara dan hiburan.
Pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis Nuon pada 2026, dengan tujuan meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat global.
Integrasi lintas layanan ini dirancang untuk meningkatkan user lifetime value, yaitu total nilai ekonomi yang dihasilkan dari satu pengguna sepanjang siklus interaksinya dengan platform.
Dalam konteks TelkomGroup, Nuon diposisikan sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis di luar layanan konektivitas.
Pendekatan ini bertujuan memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat kendali atas ekosistem digital nasional.
Nuon menyatakan bahwa penguatan integrasi dari penciptaan konten hingga monetisasi akan terus menjadi fokus ke depan.
Dengan struktur bisnis yang terhubung dan berbasis data, perusahaan menargetkan peningkatan kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional serta ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Baca Juga: Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Program Thrift & Give















































