Selular.ID – PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) kini memasuki tahap transisi dan sinergi setelah proses merger yang efektif berjalan sejak 22 April 2025.
Fokus utama kedua perusahaan saat ini adalah menyatukan jaringan, proses operasional, dan sumber daya perusahaan guna menciptakan organisasi yang lebih efisien dan mampu melayani pelanggan dengan cakupan yang lebih luas.
Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic, mengatakan proses merger sejauh ini berjalan lancar.
Setelah tahapan penggabungan formal dilakukan, perusahaan kini berfokus pada integrasi di berbagai departemen untuk memastikan sinergi dapat berjalan secara optimal.
Menurut Hendra, penyelesaian proses integrasi menjadi prioritas utama perusahaan dalam periode transisi.
Langkah tersebut mencakup penyelarasan jaringan, proses bisnis, serta mekanisme operasional yang selama ini dijalankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.
Merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia dilakukan dengan mempertimbangkan kekuatan yang dimiliki kedua entitas.
MyRepublic Indonesia dikenal memiliki posisi yang kuat di segmen ritel dan pelanggan residensial, sementara Moratelindo memiliki infrastruktur telekomunikasi dan backbone jaringan yang luas.
Kombinasi keduanya diharapkan dapat menghasilkan model bisnis yang saling melengkapi.
“Kami sekarang masuk ke tahap menciptakan sinergi dan kolaborasi. Jaringan, proses, dan berbagai fungsi perusahaan sedang diselaraskan,” ujar Hendra, dalam Bincang Eksekutif di Jakarta (02/06/26).
Ia menambahkan bahwa target perusahaan saat ini adalah menuntaskan integrasi secara menyeluruh, baik dari sisi network maupun proses bisnis.
Setelah tahap tersebut selesai, perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan bisnis.
Dari sisi infrastruktur, Hendra menilai penggabungan Moratelindo dan MyRepublic Indonesia menciptakan struktur yang lebih ideal.
Kedua perusahaan memiliki aset jaringan yang dapat saling melengkapi, mulai dari backbone nasional hingga jaringan yang langsung menjangkau pelanggan akhir.
Melalui integrasi, perusahaan dapat mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Ia mengibaratkan proses merger tersebut sebagai menyatukan potongan puzzle yang selama ini berdiri sendiri. Ketika digabungkan, masing-masing bagian dapat saling mengisi kekuatan yang belum dimiliki pihak lainnya.
Tren merger di industri telekomunikasi dan layanan internet sendiri dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak diarahkan untuk menciptakan skala ekonomi yang lebih besar.
Di tengah kebutuhan investasi jaringan yang terus meningkat, perusahaan berupaya memperkuat posisi bisnis melalui konsolidasi, kolaborasi, dan optimalisasi aset.
Bagi Moratelindo dan MyRepublic Indonesia, fokus utama saat ini adalah memastikan integrasi dapat menghasilkan manfaat nyata bagi operasional perusahaan maupun pelanggan.
Karena itu, berbagai proses internal, mulai dari sistem pendukung, layanan pelanggan, hingga pengelolaan jaringan, menjadi bagian dari agenda sinergi yang sedang dijalankan.
Hendra menegaskan bahwa perusahaan saat ini terus mengembangkan kolaborasi lintas fungsi untuk memastikan proses integrasi berjalan sesuai rencana.
Dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki masing-masing entitas, Moratelindo dan MyRepublic Indonesia berharap dapat membangun organisasi yang lebih solid serta mampu mendukung pertumbuhan bisnis pada tahap berikutnya.
Seiring berjalannya fase transisi, keberhasilan integrasi jaringan, proses bisnis, dan operasional akan menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas merger kedua perusahaan.
Baca Juga:MoraRepublic Resmi Berdiri, Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Tahapan tersebut menjadi fondasi bagi Moratelindo dan MyRepublic Indonesia untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar layanan internet dan infrastruktur telekomunikasi Indonesia.


















































