Lintasarta Luncurkan LAMPU, Marketspace AI Percepat Transformasi Digital

2 hours ago 1

Selular.ID – Lintasarta, perusahaan ICT dan AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, resmi memperkenalkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU) di Jakarta, 27 Januari 2026.

Platform marketspace berbasis AI ini dirancang sebagai ekosistem digital terpadu untuk membantu perusahaan mempercepat transformasi digital melalui satu pintu pengadaan dan adopsi solusi teknologi.

Peluncuran LAMPU menandai langkah strategis Lintasarta dalam menghadirkan cara baru bagi pelaku usaha untuk menemukan, mencoba, hingga mengimplementasikan berbagai solusi digital secara instan.

Platform ini dapat diakses melalui lampu.ai dan menyatukan beragam layanan, mulai dari Software as a Service (SaaS), compute services, API services, data services, cybersecurity, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan analytics, dalam satu lingkungan terintegrasi.

President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, menyampaikan bahwa LAMPU dirancang untuk mengubah cara perusahaan mengadopsi teknologi digital. Menurutnya, kekuatan utama platform ini terletak pada fondasi infrastruktur Lintasarta yang berdaulat, mencakup konektivitas, cloud, dan keamanan siber kelas enterprise.

“LAMPU menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku usaha, penyedia solusi, dan developer lokal untuk mempercepat inovasi serta memperluas skala bisnis secara efisien,” ujar Bayu dalam keterangan resminya.

Marketspace Digital Terpadu Berbasis AI

Sebagai platform marketspace digital generasi baru, LAMPU mengusung konsep one-stop solution bagi perusahaan dari berbagai skala dan industri. Melalui satu ekosistem, pelanggan dapat mengakses dan mengadopsi solusi digital dengan proses yang lebih sederhana, cepat, dan terstandarisasi.

Berbeda dengan marketplace konvensional, LAMPU dibangun sepenuhnya di atas infrastruktur milik Lintasarta. Pendekatan ini memberikan jaminan keamanan data, kedaulatan digital, serta performa jaringan yang stabil dan rendah latensi. Bagi perusahaan yang mengandalkan aplikasi kritikal atau pengolahan data berskala besar, aspek ini menjadi nilai tambah yang signifikan.

LAMPU juga menghadirkan fleksibilitas dalam model konsumsi layanan. Perusahaan dapat memilih skema pay-as-you-go, subscription, hingga enterprise licensing sesuai kebutuhan bisnis. Dengan mekanisme ini, pelanggan dapat mengoptimalkan biaya sekaligus mempercepat time-to-value dari investasi teknologi digital.

Menyederhanakan Adopsi Teknologi di Berbagai Sektor

Salah satu tantangan utama transformasi digital di Indonesia adalah kompleksitas pengadaan dan integrasi solusi teknologi. LAMPU hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyederhanakan proses adopsi teknologi, mulai dari pencarian solusi hingga implementasi.

Melalui platform ini, pelanggan dapat:

  • Menemukan solusi digital yang telah terkurasi dan terstandardisasi
  • Mencoba layanan secara instan tanpa proses integrasi yang rumit
  • Melakukan deployment langsung melalui lingkungan cloud-native
  • Mengelola layanan dalam satu dashboard terintegrasi

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada pengembangan bisnis, tanpa terbebani proses teknis yang berlapis. Lintasarta menekankan bahwa seluruh solusi di dalam LAMPU dirancang untuk memberikan kinerja tinggi, latensi rendah, dan mekanisme keamanan yang kuat.

Open Ecosystem untuk Startup dan Developer Lokal

Dalam semangat membangun ekosistem digital yang inklusif, LAMPU mengusung prinsip open ecosystem. Platform ini membuka peluang bagi mitra teknologi, startup, dan penyedia software lokal untuk membawa solusi mereka ke pasar yang lebih luas.

Dengan dukungan konektor API, integrasi cloud-native, serta kemampuan direct-deployment, LAMPU memberikan ruang bagi developer untuk berfokus pada inovasi. Penyedia solusi dapat memanfaatkan infrastruktur Lintasarta untuk menghadirkan layanan berbasis AI, data analytics, dan digital services yang siap digunakan oleh pelanggan enterprise.

Bayu menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital nasional yang berdaya saing. “Ekosistem digital yang kuat membutuhkan konektivitas andal, cloud yang aman, dan cybersecurity yang matang. Semua itu kami padukan dalam LAMPU agar perusahaan dapat mengadopsi teknologi dengan kepercayaan penuh,” katanya.

Fondasi 4C: Strategi Digital Lintasarta

Kehadiran LAMPU tidak terlepas dari strategi 4C Lintasarta, yang menjadi fondasi utama transformasi digital perusahaan. Empat pilar tersebut meliputi:

  • Connectivity: Jaringan dengan jangkauan luas, andal, dan aman untuk mendukung performa aplikasi dan data
  • Cloud: Kapabilitas cloud berdaulat untuk aplikasi modern dan workload AI
  • Cybersecurity: Proteksi menyeluruh terhadap risiko dan ancaman siber
  • Collaboration: Kemitraan lintas sektor untuk memperluas dampak digitalisasi

Keempat pilar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan digitalisasi nasional yang semakin kompleks, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung adopsi teknologi berbasis AI dan data.

Memperkuat AI Ecosystem Nasional

Melalui LAMPU, Lintasarta juga memperkuat pembangunan AI Ecosystem Indonesia. Platform ini menyediakan akses ke model AI, dataset lokal, serta solusi AI yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri. Pendekatan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi akademik, startup AI, dan pelaku industri nasional.

Dengan menghadirkan solusi AI yang industry-ready, Lintasarta berharap dapat mempercepat kesiapan ekosistem AI nasional, sekaligus memperluas partisipasi pelaku lokal dalam pengembangan teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan.

Arah Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

Peluncuran LAMPU menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Lintasarta dalam mendorong ekonomi digital yang inklusif dan berdaulat. Platform ini diposisikan sebagai enabler pertumbuhan, dengan membuka akses teknologi yang lebih luas bagi perusahaan di Indonesia.

Melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan infrastruktur, ekosistem terbuka, dan solusi berbasis AI, Lintasarta menegaskan perannya dalam mendukung transformasi digital nasional. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana teknologi diharapkan menjadi fondasi utama bagi daya saing dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Baca Juga: 5 Vendor Custom Software Development dengan Portofolio Lintas Industri di Indonesia

Read Entire Article
Global Food