Indosat dan Safaricom Kembangkan Ekosistem Digital Berbasis AI

5 hours ago 2

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison menjalin kemitraan strategis dengan Safaricom PLC untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama yang diumumkan pada 14 Maret 2026 ini bertujuan menghadirkan layanan digital yang lebih personal, aman, serta meningkatkan efisiensi investasi jaringan melalui pemanfaatan teknologi AI.

Kemitraan tersebut menggabungkan transformasi Indosat menuju perusahaan telekomunikasi berbasis AI dengan pengalaman Safaricom dalam membangun ekosistem layanan keuangan seluler melalui platform M-PESA.

Kedua perusahaan menargetkan kolaborasi ini dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelanggan, mulai dari peningkatan pengalaman layanan, penguatan kepercayaan digital, hingga pengembangan jaringan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat realisasi strategi transformasi perusahaan menjadi AI-Native TechCo.

“Kemitraan dengan Safaricom ini adalah langkah nyata untuk bergerak dari aspirasi menuju aksi. Dengan menggabungkan ambisi Indosat menjadi AI-Native TechCo dan keahlian Safaricom dalam membangun ekosistem fintech, kami ingin menghadirkan inovasi yang dapat dirasakan langsung pelanggan—mulai dari jaringan yang lebih cerdas, transaksi digital yang lebih aman, hingga pengalaman digital yang lebih personal,” ujar Vikram.

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengembangkan sistem pengambilan keputusan berbasis AI yang memungkinkan layanan lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan interaksi pelanggan yang lebih personal dan proaktif, termasuk melalui pendekatan predictive care yang memungkinkan operator mengidentifikasi potensi gangguan jaringan sebelum berdampak pada pelanggan.

Selain itu, Indosat juga akan mengeksplorasi pengembangan sistem rekomendasi produk berbasis AI bagi pelanggan prabayar. Pendekatan ini memungkinkan operator memberikan penawaran layanan yang lebih relevan berdasarkan pola penggunaan pelanggan.

Di sisi lain, pengembangan conversational AI akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan dengan respons yang lebih cepat dan pengalaman yang lebih sederhana dalam berinteraksi dengan layanan digital.

Kolaborasi ini juga memperluas fokus pada sektor layanan keuangan digital. Safaricom dikenal sebagai operator yang mengembangkan M-PESA, platform uang seluler yang telah menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital di Afrika.

Melalui kerja sama ini, Indosat akan memanfaatkan pengalaman operasional Safaricom dalam mengelola layanan keuangan digital untuk meningkatkan keamanan transaksi serta ketahanan sistem pembayaran digital.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai aspek yang semakin penting bagi pengguna layanan digital saat ini, seperti pengelolaan risiko berbasis AI, pencegahan penipuan digital, serta peningkatan keandalan transaksi pada saat volume pembayaran meningkat.

Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan ekosistem merchant yang lebih luas dan layanan keuangan digital yang lebih personal berdasarkan perilaku pengguna.

Di luar inovasi layanan pelanggan dan finansial digital, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan akurasi perencanaan investasi jaringan.

Kedua perusahaan akan mengeksplorasi pendekatan CNX-based Smart CAPEX, yaitu metode perencanaan investasi jaringan yang memanfaatkan analisis data dan insight berbasis AI untuk menentukan prioritas pembangunan infrastruktur secara lebih presisi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu operator memastikan bahwa investasi jaringan dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual pengguna dan potensi pertumbuhan wilayah.

Strategi ini menjadi penting terutama untuk memperluas konektivitas di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi maupun daerah yang masih memiliki keterbatasan akses jaringan digital.

Transformasi berbasis AI juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, Indosat dan Safaricom akan menjalankan berbagai program pengembangan talenta untuk memperkuat kompetensi di bidang AI.

Inisiatif tersebut mencakup pengembangan kepemimpinan yang memiliki literasi AI, pembentukan peran Business–AI Translator yang menjembatani kebutuhan bisnis dan teknologi, serta program pembelajaran lintas organisasi.

Program kolaboratif ini juga melibatkan penugasan jangka pendek antar organisasi untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kemampuan institusional kedua perusahaan dalam mengimplementasikan teknologi AI di berbagai lini bisnis.

Chief Executive Officer Safaricom PLC, Peter Ndegwa, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Indosat dibangun atas kekuatan yang saling melengkapi.

Menurutnya, transformasi AI-native yang dijalankan Indosat dipadukan dengan pengalaman Safaricom dalam membangun ekosistem digital dan keuangan yang luas di Afrika.

“Kolaborasi ini bertujuan mentransformasi cara masyarakat hidup, bekerja, dan terhubung melalui teknologi yang lebih cerdas. Dari jaringan yang lebih adaptif hingga transaksi yang lebih aman, kami ingin membantu membentuk ekonomi digital yang inklusif bagi individu, pelaku usaha, dan komunitas,” kata Peter.

Seiring meningkatnya adopsi layanan digital di berbagai pasar berkembang, Indosat dan Safaricom menilai bahwa tahap pertumbuhan berikutnya tidak lagi hanya bergantung pada ketersediaan konektivitas.

Integrasi antara jaringan telekomunikasi, platform digital, dan layanan keuangan yang didukung teknologi AI dinilai akan menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan berkelanjutan bagi pengguna.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Targetkan Pemulihan Jaringan di Aceh Capai 90%

Read Entire Article
Global Food