Kian Masif, AI Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Data Center Nasional

3 hours ago 3

Selular.ID – MoraRepublic menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan kebutuhan kapasitas data center di Indonesia.

Seiring semakin luasnya penggunaan AI generatif oleh masyarakat dan pelaku bisnis, kebutuhan akan infrastruktur digital, mulai dari jaringan internet hingga pusat data, diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic, mengatakan bahwa AI kini mulai memiliki posisi yang serupa dengan internet ketika pertama kali berkembang.

Teknologi tersebut tidak lagi dipandang sebagai fitur tambahan, melainkan menjadi bagian penting yang membantu aktivitas sehari-hari dan menciptakan kebutuhan digital baru di berbagai sektor.

Menurut Hendra, pemanfaatan model AI saat ini semakin luas karena mampu mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih mudah.

Kondisi tersebut pada akhirnya menciptakan permintaan baru terhadap kapasitas komputasi, jaringan, serta layanan data center yang menjadi fondasi utama operasional AI.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“AI digunakan untuk mempermudah keseharian. Teknologi ini membantu mempercepat dan mempermudah berbagai aktivitas sehingga menciptakan demand baru terhadap infrastruktur digital,” ujar Hendra Gunawan, Dalam Bincang Eksekutif bersama Selular, baru-baru ini.

Perkembangan AI generatif menjadi salah satu faktor yang mengubah lanskap industri data center global.

Berbeda dengan aplikasi digital konvensional, model AI membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar karena harus memproses data dalam jumlah masif secara real-time.

Kebutuhan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi listrik, kapasitas server, sistem pendingin, hingga konektivitas jaringan berkecepatan tinggi.

Di Indonesia, tantangan pengembangan data center tidak hanya berkaitan dengan kapasitas penyimpanan data.

Operator infrastruktur juga harus memastikan ketersediaan listrik yang stabil, efisiensi energi, sistem pendingin yang optimal, keamanan data, serta konektivitas jaringan yang mampu mendukung lalu lintas data yang terus bertambah.

Sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi dan jaringan, Moratelindo melalui berbagai lini bisnisnya melihat kebutuhan tersebut semakin nyata.

Pertumbuhan layanan cloud, platform digital, streaming, e-commerce, hingga AI generatif membuat permintaan terhadap kapasitas pusat data terus meningkat.

Hendra menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar pemrosesan AI masih dilakukan di data center.

Namun ke depan, arsitektur AI diperkirakan akan semakin terdistribusi melalui pendekatan edge computing, yakni pemrosesan data yang dilakukan lebih dekat ke pengguna atau perangkat akhir.

Model tersebut memungkinkan respons yang lebih cepat karena data tidak selalu harus dikirim ke pusat data utama.

Dalam praktiknya, teknologi edge computing dapat diterapkan pada berbagai layanan seperti kendaraan pintar, sistem industri otomatis, layanan kesehatan digital, hingga aplikasi AI yang membutuhkan latensi rendah.

“AI saat ini masih banyak dipusatkan di data center, tetapi ke depan akan semakin terdistribusi. Use case akan semakin banyak dan kebutuhan infrastrukturnya juga berkembang,” kata Hendra.

Perubahan pola pemrosesan data tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi operator jaringan dan penyedia data center.

Mereka tidak hanya dituntut menyediakan kapasitas yang lebih besar, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang lebih dekat dengan pengguna untuk mendukung layanan berbasis AI secara real-time.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar data center yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

Pertumbuhan ekonomi digital nasional, meningkatnya penggunaan layanan cloud, serta kebijakan penempatan data di dalam negeri mendorong investasi baru di sektor pusat data.

Sejumlah operator global maupun lokal terus memperluas kapasitas fasilitas mereka di berbagai wilayah, terutama di Jakarta dan kawasan penyangga.

Selain kapasitas, efisiensi operasional juga menjadi fokus utama. Penggunaan AI mulai diterapkan untuk membantu pengelolaan jaringan dan operasional infrastruktur.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau performa jaringan, mendeteksi gangguan lebih cepat, serta membantu proses pengecekan teknis yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Bagi MoraRepublic, perkembangan AI tidak hanya menciptakan kebutuhan baru terhadap data center, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Baca Juga:Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, Telkom Percepat Ekspansi NeutraDC Batam

Seiring bertambahnya jumlah aplikasi dan layanan berbasis AI, kebutuhan akan jaringan berkecepatan tinggi dan pusat data yang andal diperkirakan akan menjadi salah satu fondasi utama transformasi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Read Entire Article
Global Food