Gaya Paris Bisa Diadopsi dalam Ritme Kehidupan Sehari-hari

8 hours ago 4
Gaya Paris Bisa Diadopsi dalam Ritme Kehidupan Sehari-hari Kolaborasi Uniqlo x CDC.(Dok. Uniqlo)

ADA kalanya dua dunia bertemu dan melahirkan sesuatu yang lebih besar dari keduanya. Itulah yang terasa dari kolaborasi antara Uniqlo dan label asal Paris, Comptoir des Cotonniers (CDC), untuk koleksi Fall/Winter 2025. Dari satu sisi, CDC menawarkan pesona effortless chic khas Prancis, gaya yang tampak anggun tanpa terlihat dibuat-buat.

Dari sisi lain, Uniqlo membawa filosofi LifeWear: pakaian sederhana dan nyaman, yang dirancang untuk menyesuaikan ritme hidup sehari-hari. Saat keduanya bertemu, hasilnya adalah koleksi dengan sentuhan modern, elegan, tapi tetap terasa dekat dan mudah dikenakan.

Kunci koleksi ini ada pada bagaimana potongan klasik bisa tampil baru tanpa kehilangan kesederhanaannya. Corduroy, bahan yang identik dengan nuansa hangat musim dingin, kembali tampil lewat jaket pendek, celana berpotongan curve, hingga rok mini yang bisa dipadukan menjadi satu set.

Ada juga knitwear dengan detail tekstur yang unik, seperti sweater katun popcorn atau cardigan wol campuran, yang memberi kesan kasual namun tetap sophisticated.

Yang menarik, koleksi ini tidak hanya soal model pakaian, tapi juga soal pilihan warna. Palet yang disajikan terasa natural namun kuat: merah klasik yang berani, hijau forest yang dalam, cokelat hangat, navy elegan, dan putih gading yang bersih.

Warna-warna ini bukan hanya mengikuti tren, tapi juga memudahkan pemakainya untuk memadukan pakaian sehari-hari menjadi sesuatu yang tampak chic tanpa usaha.

Paris Bertemu Jepang

Cerita di balik kolaborasi ini membuat koleksi semakin menarik. CDC, sejak didirikan pada 1995 di Paris, dikenal dengan gaya yang merayakan “chic yang alami”,pakaian yang tidak ribet tapi tetap anggun. Sementara Uniqlo, lewat konsep LifeWear, punya misi menghadirkan busana yang fungsional, sederhana, dan terjangkau, tapi tetap penuh detail bijaksana.

Dengan menyatukan keduanya, koleksi ini bukan hanya menghadirkan busana, tapi juga menyatukan dua filosofi mode yang berbeda budaya: satu berakar pada elegansi Eropa, satu lagi pada kesederhanaan Jepang.

Eksklusif, Tapi Tetap Terjangkau

Bagi pencinta mode di Indonesia, kabar baiknya adalah koleksi ini hadir secara terbatas di Jakarta mulai 19 September 2025. Hanya dua toko yang menawarkannya secara offline, Uniqlo Pondok Indah Mall 3 dan Uniqlo Senayan City, sementara sisanya bisa diakses lewat uniqlo.com.

Dengan tujuh item womenswear dan harga berkisar Rp399 ribu hingga Rp899 ribu, kolaborasi ini terasa eksklusif tapi tetap ramah di kantong, terutama bagi mereka yang ingin tampil sophisticated tanpa harus berinvestasi pada luxury brand yang mahal.

Lebih dari Sekadar Kolaborasi

Pada akhirnya, kolaborasi ini bukan hanya tentang menghadirkan koleksi musiman, tetapi juga tentang bagaimana dua pendekatan mode lintas budaya bisa bertemu dalam satu narasi yang timeless. Uniqlo dengan semangat inovasi LifeWear, dan CDC dengan warisan Parisian chic, sama-sama ingin menghadirkan busana yang relevan secara global.

Koleksi Fall/Winter 2025 ini seolah jadi bukti bahwa mode tidak lagi hanya milik satu budaya, tapi bisa menjadi ruang pertemuan ide dan filosofi yang berbeda.

Bagi mereka yang mencari busana sederhana tapi anggun, atau ingin menyelipkan nuansa Paris dalam gaya sehari-hari, kolaborasi ini mungkin jawabannya. Seperti kata CDC lewat DNA brand-nya: effortless chic bukan tentang berusaha keras untuk terlihat modis, melainkan tentang bagaimana pakaian bisa membuat pemakainya merasa nyaman, natural, sekaligus percaya diri. Dan kini, lewat sentuhan Uniqlo, filosofi itu hadir dengan cara yang lebih praktis, terjangkau, dan bisa diakses siapa saja. (Z-10)

Read Entire Article
Global Food