Selular.ID – Ezviz mengonfirmasi adanya penyesuaian harga produk di Indonesia akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga tersebut disebut mencapai sekitar 18 hingga 20 persen dan mulai diterapkan pada April 2026.
Hal tersebut dikonfrirmasi Oktavia Mega Wati, Marketing Manager Ezviz Indonesia, Menurut Oktavia, penyesuaian harga dilakukan sebagai respons terhadap perubahan kurs yang berdampak langsung pada biaya impor perangkat teknologi.
“Kenaikan harga terakhir itu di bulan April baru saja,” ujar Oktavia, kepada Selular, di Jakarta, (26/05/26).
Meski terjadi penyesuaian harga, Ezviz menyebut perusahaan masih memantau dampaknya terhadap pasar dan perilaku konsumen.
Hingga saat ini, perusahaan belum melakukan evaluasi lanjutan terkait pengaruh kenaikan harga terhadap penjualan maupun permintaan produk smart home di Indonesia.
Oktavia mengatakan kondisi pasar sejauh ini masih berjalan normal. Perusahaan juga belum melihat adanya perubahan signifikan pada aktivitas distribusi maupun penjualan perangkat keamanan rumah pintar setelah kenaikan harga diberlakukan.
“Sejauh ini masih aman, nanti ke depannya pasti akan ada tindak lanjut juga,” kata Oktavia.
Pelemahan rupiah memang menjadi salah satu tantangan utama industri elektronik dan teknologi di Indonesia sepanjang 2026.
Banyak vendor perangkat teknologi masih bergantung pada komponen impor maupun proses distribusi global yang menggunakan mata uang dolar AS sebagai acuan transaksi.
Kondisi tersebut membuat fluktuasi kurs berdampak langsung pada harga jual perangkat di pasar domestik, termasuk kategori smart home dan perangkat keamanan rumah.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah vendor elektronik mulai melakukan penyesuaian harga untuk menjaga keseimbangan biaya operasional dan distribusi.
Ezviz sendiri dikenal sebagai salah satu pemain di pasar smart home security yang fokus pada perangkat CCTV, smart lock, dan kamera keamanan berbasis AI.
Perusahaan juga mulai memperluas lini produk melalui integrasi ekosistem rumah pintar yang saling terhubung dalam satu aplikasi.
Menurut Oktavia, lini CCTV masih menjadi kontributor terbesar untuk bisnis Ezviz di Indonesia. Sementara kategori smart lock saat ini masih berada dalam tahap penetrasi pasar dan edukasi konsumen.
Perusahaan menilai pasar smart home Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan keamanan rumah berbasis digital.
Adopsi perangkat seperti smart lock dan kamera keamanan juga mulai meningkat, terutama di wilayah perkotaan dengan penetrasi internet yang lebih tinggi.
Selain faktor keamanan, perkembangan tren rumah pintar juga didorong perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan akses dan pemantauan rumah secara real-time melalui smartphone.
Kondisi ini membuat pasar perangkat smart home menjadi salah satu kategori elektronik yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah tantangan pelemahan rupiah, Ezviz mengaku tetap melihat potensi pertumbuhan pasar smart home nasional masih cukup positif.
Perusahaan juga masih terus memantau kondisi pasar sebelum menentukan langkah strategis berikutnya terkait penyesuaian harga maupun ekspansi produk.
Secara global, Ezviz telah beroperasi di lebih dari 130 negara dengan jutaan perangkat terhubung di ekosistem smart home mereka.
Baca Juga:Ezviz Rilis Produk Terbaru Wujudkan Konsep Smart Home Impian
Di Indonesia, perusahaan aktif memperluas distribusi produk melalui platform e-commerce dan jaringan toko elektronik resmi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


















































