BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun, Naik 44 Persen

8 hours ago 8

Selular.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi membayarkan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun kepada para pemegang saham pada 5 Juni 2026.

Pembayaran dividen tersebut merupakan pelaksanaan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 5 Mei 2026, dengan nilai dividen Rp32,81 per saham atau naik 44 persen dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp22,78 per saham.

Pembagian dividen tersebut setara dengan 20 persen dari laba bersih BSI sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,57 triliun.

Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan per 19 Mei 2026.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan terhadap pertumbuhan perusahaan.

Menurutnya, keputusan tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 serta upaya perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami mengucapkan terima kasih atas loyalitas nasabah dan kepercayaan para pemegang saham kepada Bank Syariah Indonesia. Dengan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, pemegang saham memutuskan pembagian dividen sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian Perseroan. Saat ini kami terus memperkuat fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Wisnu Sunandar dalam keterangan resmi.

Kinerja BSI sepanjang 2025 menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan nilai dividen tahun ini. Perseroan membukukan laba bersih Rp7,57 triliun, yang kemudian menjadi dasar pembagian dividen sebesar 20 persen kepada pemegang saham.

Kenaikan dividen per saham sebesar 44 persen juga menunjukkan pertumbuhan profitabilitas yang berhasil dicapai perusahaan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Wisnu, pertumbuhan bisnis BSI ditopang oleh sejumlah faktor utama. Salah satunya adalah peningkatan pembiayaan yang tetap tumbuh secara sehat di berbagai segmen.

Selain itu, perusahaan mencatat pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA), termasuk dari tabungan haji yang selama ini menjadi salah satu sumber dana penting bagi bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.

BSI juga mencatat kontribusi dari pengembangan layanan bullion bank atau bank emas yang mulai menjadi salah satu fokus bisnis baru perusahaan.

Kehadiran layanan ini memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat posisi BSI dalam ekosistem keuangan syariah nasional.

Di sisi lain, transformasi digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan. BSI terus memperluas layanan berbasis teknologi guna meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Strategi digitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai daerah yang sebelumnya memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan.

Perusahaan juga terus menghadirkan inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Langkah tersebut dikombinasikan dengan penguatan kapabilitas digital untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis, cepat, dan nyaman.

Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan basis nasabah BSI yang mencapai 23,7 juta pelanggan pada awal 2026.

Pertumbuhan jumlah nasabah menjadi indikator penting dalam strategi jangka panjang BSI.

Semakin besar basis pelanggan yang dimiliki, semakin luas pula peluang perusahaan untuk mengembangkan berbagai layanan keuangan digital, pembiayaan, hingga produk investasi berbasis syariah.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI saat ini memainkan peran penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah nasional.

Digitalisasi yang dijalankan perusahaan juga sejalan dengan tren industri perbankan yang semakin mengandalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas penetrasi pasar.

Wisnu menegaskan bahwa pembagian dividen tahun ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja di masa mendatang.

Menurutnya, BSI akan tetap fokus menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penguatan fundamental bisnis, inovasi layanan, serta optimalisasi transformasi digital yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

Pembayaran dividen sebesar Rp1,51 triliun tersebut sekaligus menjadi refleksi dari kinerja operasional dan keuangan BSI sepanjang 2025.

Perseroan menyatakan akan terus berupaya memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan melalui strategi pertumbuhan yang berkelanjutan serta penguatan layanan perbankan syariah berbasis teknologi.

Baca Juga: Indosat Gelar RUPST: Umumkan Susunan Direksi Komisaris dan Tebar Dividen Rp3,57 Triliun

Read Entire Article
Global Food