Selular.ID – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperkuat jajaran manajemen melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui pengangkatan Maqin U. Norhadi sebagai Direktur Commercial & Corporate Banking.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah perseroan untuk memperkuat transformasi bisnis, memperluas layanan digital, serta menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah perkembangan industri perbankan syariah nasional.
Pengangkatan direksi baru dilakukan seiring upaya Bank BSN memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan nasabah dan percepatan digitalisasi sektor jasa keuangan.
Perseroan menilai penguatan struktur kepemimpinan menjadi faktor penting untuk mendukung ekspansi bisnis dan peningkatan kualitas layanan di berbagai segmen pasar.
Melalui keputusan RUPST tersebut, Bank BSN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing perusahaan, termasuk dalam pengembangan layanan berbasis teknologi yang kini menjadi salah satu fokus utama industri perbankan.
Dengan bergabungnya Maqin U. Norhadi sebagai Direktur Commercial & Corporate Banking, susunan Direksi Bank BSN kini terdiri dari Direktur Utama Alex Sofjan Noor, Wakil Direktur Utama Arga M. Nugraha, Direktur Finance, Strategy & Treasury Abdul Firman, Direktur Consumer Banking Mochamad Yut Penta, Direktur Risk Management Beki Kanuwa, Direktur Network & Retail Funding Ari Kurniaman, Direktur Human Capital & Compliance Anton Rijanto, serta Direktur Commercial & Corporate Banking Maqin U. Norhadi.
Langkah penguatan manajemen ini hadir pada saat industri perbankan syariah menghadapi perubahan yang semakin dinamis.
Digitalisasi layanan keuangan, peningkatan ekspektasi nasabah terhadap layanan real-time, serta persaingan dengan pemain teknologi finansial mendorong bank untuk mempercepat transformasi operasional dan model bisnis.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perbankan syariah nasional juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan kanal digital.
Nasabah tidak lagi hanya mengandalkan layanan konvensional melalui kantor cabang, tetapi semakin banyak memanfaatkan aplikasi mobile banking, layanan pembayaran digital, hingga pembukaan rekening secara daring.
Kondisi tersebut membuat penguatan strategi digital menjadi salah satu agenda utama berbagai bank syariah di Indonesia.
Pengembangan infrastruktur teknologi, peningkatan keamanan siber, serta integrasi layanan berbasis data menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus efisiensi operasional perusahaan.
Bank BSN menyatakan bahwa penguatan jajaran direksi diharapkan mampu mendukung implementasi strategi bisnis yang lebih terintegrasi, khususnya pada segmen commercial dan corporate banking yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan serta pengembangan hubungan dengan pelaku usaha.
Segmen commercial dan corporate banking juga menjadi area strategis dalam transformasi digital perbankan.
Perusahaan-perusahaan saat ini semakin membutuhkan layanan transaksi yang cepat, terintegrasi, dan dapat diakses melalui platform digital untuk mendukung aktivitas operasional sehari-hari.
Oleh karena itu, kemampuan bank dalam menghadirkan solusi keuangan berbasis teknologi menjadi salah satu faktor penentu daya saing.
Selain memperluas layanan digital, Bank BSN juga menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah individu maupun korporasi.
Di tengah meningkatnya adopsi teknologi di sektor keuangan, peran direksi menjadi semakin penting dalam memastikan transformasi digital berjalan selaras dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Hal ini menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi industri perbankan, termasuk bank syariah, dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan pengelolaan risiko.
Melalui susunan direksi yang baru, Bank BSN menargetkan penguatan fondasi bisnis sekaligus mempercepat adaptasi terhadap perkembangan teknologi keuangan yang terus berubah.
Strategi tersebut sejalan dengan kebutuhan industri perbankan modern yang semakin mengedepankan layanan digital, efisiensi operasional, serta pengalaman nasabah yang lebih baik.
Penguatan kepemimpinan melalui keputusan RUPST ini menjadi bagian dari langkah Bank BSN dalam mempersiapkan organisasi menghadapi peluang dan tantangan industri keuangan syariah di era digital, sekaligus mendukung agenda transformasi yang telah menjadi fokus perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: BSN Perluas Layanan Digital dan Ritel di Luar Pembiayaan Rumah


















































