Axis Communications Soroti Peran Teknologi Pantau Lalu Lintas Mudik

8 hours ago 5

Selular.ID – Axis Communications menyoroti pentingnya teknologi pemantauan real-time dan analitik cerdas untuk membantu pengelolaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026 di Indonesia.

Perusahaan teknologi video jaringan global tersebut menilai sistem pengawasan berbasis data semakin krusial untuk mendukung otoritas transportasi memantau kondisi jalan, merespons insiden lebih cepat, serta menjaga keselamatan perjalanan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan sekitar 143,91 juta orang atau 50,6 persen dari populasi Indonesia akan melakukan perjalanan selama mudik Lebaran 2026.

Skala mobilitas ini menjadikan pengelolaan arus lalu lintas sebagai tantangan operasional yang kompleks, terutama pada jalur utama transportasi darat dan pusat pergerakan penumpang.

Country Manager Axis Communications Indonesia, Johny Dermawan, mengatakan bahwa teknologi pemantauan kini menjadi komponen penting dalam mendukung pemangku kebijakan dan operator transportasi mengelola mobilitas pada periode lalu lintas padat seperti musim mudik.

Menurut Johny, sistem pemantauan modern tidak lagi terbatas pada fungsi pengawasan visual semata.

Teknologi tersebut kini mampu menghasilkan data operasional yang membantu otoritas memahami pola lalu lintas, mendeteksi potensi insiden lebih awal, serta meningkatkan kecepatan respons terhadap gangguan di lapangan.

Proyeksi Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa mobil pribadi masih menjadi moda transportasi paling dominan pada musim mudik Lebaran 2026, dengan perkiraan 76,24 juta pemudik.

Moda transportasi lain yang banyak digunakan adalah sepeda motor dengan sekitar 24,08 juta pemudik dan bus dengan 23,34 juta penumpang.

Volume perjalanan tersebut membuat kebutuhan pemantauan terhadap jaringan jalan, terminal, stasiun, dan sistem transportasi publik menjadi semakin penting.

Pengelolaan arus kendaraan yang efisien membutuhkan data kondisi lalu lintas yang akurat dan diperbarui secara real-time.

Axis Communications mengacu pada laporan Thought Lab berjudul From Future Vision to Urban Reality yang menyoroti peran data real-time dalam pengelolaan mobilitas perkotaan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa data yang dihasilkan dari sistem pemantauan dapat membantu pengelola transportasi mengoperasikan berbagai layanan secara lebih efektif, termasuk pengaturan lalu lintas, pengelolaan parkir, transportasi publik, hingga platform mobilitas digital.

Ketersediaan data operasional yang diperbarui secara real-time juga memungkinkan pemangku kebijakan menguji berbagai inisiatif transportasi melalui program percontohan sebelum diimplementasikan secara luas.

Pendekatan ini membantu operator mengevaluasi efektivitas kebijakan berdasarkan data yang terukur.

Key Account Manager End Customer Axis Communications, Vicky Gitasiswaya, menjelaskan bahwa sistem pemantauan modern yang dilengkapi analitik cerdas mampu mendukung berbagai fungsi operasional di sektor transportasi.

Salah satu penerapan teknologi tersebut adalah manajemen sinyal lalu lintas adaptif. Sistem kamera jaringan dapat mengumpulkan data mengenai kepadatan kendaraan dan panjang antrean di persimpangan.

Data ini kemudian dianalisis untuk mengoptimalkan pengaturan waktu lampu lalu lintas sehingga potensi kemacetan dapat dikurangi.

Selain itu, kamera jaringan yang dilengkapi kemampuan analitik dapat mendeteksi berbagai kondisi tidak normal di jalan, seperti kendaraan yang berhenti di jalur aktif atau perubahan arah yang tidak wajar.

Sistem akan mengirimkan peringatan otomatis kepada operator sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat.

“Analitik yang tertanam dalam kamera jaringan dapat secara otomatis mendeteksi situasi jalan yang tidak normal dan mengirimkan peringatan kepada operator. Hal ini memungkinkan otoritas merespons lebih cepat dan meminimalkan dampak insiden terhadap arus lalu lintas,” kata Vicky Gitasiswaya.

Teknologi pemantauan juga semakin banyak diterapkan di dalam kendaraan transportasi publik seperti bus dan kereta.

Sistem kamera di dalam kendaraan memungkinkan operator memantau aktivitas secara real-time dari berbagai sudut, bahkan ketika kendaraan sedang bergerak.

Ketika sistem ini diintegrasikan dengan jaringan pemantauan yang lebih luas, operator transportasi dapat memperoleh gambaran situasional yang lebih komprehensif.

Integrasi ini membantu koordinasi respons terhadap insiden yang terjadi di jalan maupun di dalam kendaraan.

Pengembangan lebih lanjut dari integrasi sistem pemantauan adalah pusat pengawasan terpadu seperti Real-Time Crime Centers (RTCC).

Pusat pemantauan ini menggabungkan data dari berbagai perangkat, termasuk kamera, radar, sensor audio, serta analitik berbasis perangkat lunak untuk memberikan gambaran operasional secara menyeluruh.

Dengan pendekatan tersebut, operator transportasi maupun otoritas keamanan dapat memantau kondisi lapangan secara lebih akurat sekaligus mengoordinasikan respons terhadap kejadian tertentu dengan lebih efisien.

Johny Dermawan menambahkan bahwa meningkatnya adopsi sistem pemantauan berbasis data menjadi faktor penting dalam pengelolaan mobilitas berskala besar.

Menurutnya, teknologi video jaringan dan analitik cerdas dapat membantu meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus efisiensi operasional.

“Melalui teknologi pemantauan dan analitik berbasis jaringan, para pemangku kepentingan di sektor transportasi dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Pendekatan berbasis data seperti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas selama periode perjalanan puncak seperti musim mudik Lebaran,” ujar Johny Dermawan.

Pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis data diperkirakan akan semakin luas seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan transportasi yang lebih adaptif di kota-kota besar maupun pada jalur transportasi utama nasional.

Integrasi data, perangkat pemantauan, dan analitik cerdas menjadi bagian penting dalam mendukung sistem transportasi yang lebih responsif terhadap dinamika mobilitas masyarakat.

Baca Juga: AXIS Hadirkan Kartu Perdana Suka-Suka 3GB 30 Hari Hanya Rp 35.000

Read Entire Article
Global Food